Social Items

Suparman Bupati Nonaktif Rokan Hulu Terdakwa Suap Divonis Bebas

RiauJOS.com, Rokan Hulu - Bupati nonaktif Rokan Hulu, Suparman, divonis bebas. Dia sebelumnya didakwa kasus suap pengesahaan APBDP Riau tahun 2014 dan APBD Riau tahun 2015. Vonis itu dibacakan Hakim Ketua, Rinaldi Triandiko, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru pada Kamis 23 Februari 2017.

Menurut hakim, Suparman tidak terbukti bersalah. "Terdakwa dua (Suparman), tidak terbukti secara sah. Membebaskan terdakwa dua dari dakwaan penuntut umum, dipulihkan haknya serta membebankan biaya perkara pada negara," kata Rinaldi saat membacakan amar putusan dikutip Riau JOS dari laman Viva News.

Majelis juga membebaskan terdakwa dari tahanan dan memulihkan harkat serta martabatnya.

Djohar Firdaus, terdakwa satu dalam kasus yang sama, divonis penjara lima tahun enam bulan. Mantan Ketua DPRD Riau itu juga didenda Rp200 juta. Jika tidak dibayar maka diganti kurungan tiga bulan bulan penjara. "Serta membayar biaya perkara sepuluh ribu rupiah," kata hakim.

Dalam dakwaan disebutkan terdakwa Johar Firdaus dan terdakwa Suparman, bersama beberapa anggota DPRD Riau, Ahmad Kirjauhari dan Riki Hariansyah, menerima hadiah atau janji pada kurun waktu Agustus 2014 sampai September 2014 di DPRD Riau dan kompleks Pemda Arengka, Pekanbaru. Saat itu Johar menjabat Ketua DPRD Riau, sedangkan Suparman anggota DPRD.

Johar menerima hadiah dari Annas selaku Gubernur Riau sebesar Rp155 juta terkait pengesahaan APBDP Riau tahun 2014 dan APBD Riau tahun 2015. Johar dan Suparman juga menerima janji berupa fasilitas pinjam pakai kendaraan yang nantinya akan digunakan anggota DPRD Riau periode 2009-2014 serta menerima janji berupa sejumlah uang.

Viva

Suparman Bupati Nonaktif Rokan Hulu Terdakwa Suap Divonis Bebas

Suparman Bupati Nonaktif Rokan Hulu Terdakwa Suap Divonis Bebas

RiauJOS.com, Rokan Hulu - Bupati nonaktif Rokan Hulu, Suparman, divonis bebas. Dia sebelumnya didakwa kasus suap pengesahaan APBDP Riau tahun 2014 dan APBD Riau tahun 2015. Vonis itu dibacakan Hakim Ketua, Rinaldi Triandiko, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru pada Kamis 23 Februari 2017.

Menurut hakim, Suparman tidak terbukti bersalah. "Terdakwa dua (Suparman), tidak terbukti secara sah. Membebaskan terdakwa dua dari dakwaan penuntut umum, dipulihkan haknya serta membebankan biaya perkara pada negara," kata Rinaldi saat membacakan amar putusan dikutip Riau JOS dari laman Viva News.

Majelis juga membebaskan terdakwa dari tahanan dan memulihkan harkat serta martabatnya.

Djohar Firdaus, terdakwa satu dalam kasus yang sama, divonis penjara lima tahun enam bulan. Mantan Ketua DPRD Riau itu juga didenda Rp200 juta. Jika tidak dibayar maka diganti kurungan tiga bulan bulan penjara. "Serta membayar biaya perkara sepuluh ribu rupiah," kata hakim.

Dalam dakwaan disebutkan terdakwa Johar Firdaus dan terdakwa Suparman, bersama beberapa anggota DPRD Riau, Ahmad Kirjauhari dan Riki Hariansyah, menerima hadiah atau janji pada kurun waktu Agustus 2014 sampai September 2014 di DPRD Riau dan kompleks Pemda Arengka, Pekanbaru. Saat itu Johar menjabat Ketua DPRD Riau, sedangkan Suparman anggota DPRD.

Johar menerima hadiah dari Annas selaku Gubernur Riau sebesar Rp155 juta terkait pengesahaan APBDP Riau tahun 2014 dan APBD Riau tahun 2015. Johar dan Suparman juga menerima janji berupa fasilitas pinjam pakai kendaraan yang nantinya akan digunakan anggota DPRD Riau periode 2009-2014 serta menerima janji berupa sejumlah uang.

Viva