Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (kiri) menunjukkan barang bukti handphone yang dipakai tersangka Sugianto untuk mencari partner gangbang.

RiauJOS.com, Jawa Tengah - Imajinasi seksual Choiron sungguh berada di luar batas. Gara-gara ingin mendapat kenikmatan lebih saat berhubungan badan, dia tega menjual istrinya, WA.

Pria 38 tahun itu rela istrinya disetubuhi orang lain asalkan dia ikut ’’main’’. Choiron memang mempunyai hasrat untuk melakukan threesome hingga gangbang. ’’Setelah lihat video porno threesome, saya jadi kepingin, Pak,’’ akunya.

Awalnya, dia mencari partner lewat dunia maya. November lalu, dia berselancar di grup-grup Facebook yang berlatar belakang tukar pasangan alias swinger. Dari sana, dia berkenalan dengan Sugianto. Keduanya mengobrol santai, namun serius.

Choiron lantas menawarkan WA kepada Sugianto. Dia meminta bayaran Rp 50 ribu. Sugianto setuju dengan tawaran itu. Mereka lantas sepakat untuk bertemu di sebuah hotel kelas melati.

’’Saya antar istri dengan menggunakan motor,’’ kata pria asal Demak tersebut. WA sendiri mengaku dipaksa suaminya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena takut suaminya marah.

Setelah menjual istrinya, Choiron tidak berhenti. Selang dua bulan, dia kembali menghubungi Sugianto. Saat itu Sugianto tidak perlu membayar. Tapi, syaratnya, Sugianto harus mau berhubungan badan tiga orang (threesome).

Permintaan tersebut jelas diterima. Ketiganya kembali bertemu di hotel. Hubungan terlarang itu dilakukan demi fantasi Choiron. ’’Saya memang hiperseks, Pak. Saya tidak sakit hati saat istri melakukannya (berhubungan badan dengan orang lain, Red),’’ ungkapnya.

Setelah pertemuan tersebut, hasrat Choiron belum juga berhenti. Hubungannya dengan Sugianto pun semakin lengket. Lantaran keduanya sama-sama suka berhubungan badan beramai-ramai, Choiron kemudian meminta Sugianto membantunya mencari partner lain. Keuntungannya bakal dibagi berdua.

Sugianto lalu membuka open BO (booking out). Dia memasang iklan atau ajakan kepada member yang bergabung di grup Swingers Indonesian. Dia menawarkan paket gangbang. Yakni, tiga laki-laki dan satu perempuan. Tidak sedikit member yang bersedia membayar. Warga Balongbendo itu kemudian membuka harga Rp 500 ribu. ’’Tarif tersebut sudah termasuk kamar hotel,’’ ucap Sugianto.

Tanpa disadari Sugianto, akunnya ternyata diawasi polisi. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menemukan percakapan kesepakatan transaksi antara Sugianto dan kliennya. Mereka sepakat untuk bertemu di hotel di kawasan Kedurus. ’’Pelaku ini bolak-balik ganti nama akun agar tidak gampang terlacak,’’ ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti. Polisi menggerebek kamar yang disewa pelaku. Choiron dan Sugianto sama sekali tidak berkutik. Apalagi, polisi mendapati uang Rp 275 ribu sisa hasil penjualan WA kepada sang klien.

Shinto menambahkan, akun-akun yang membuka penawaran threesome memang bertebaran. Pihaknya tidak akan berhenti memantaunya. ’’Kami terus mengawasi pelaku-pelaku lain yang mengambil keuntungan dan melanggar undang-undang,’’ tegasnya.

Sumber: Jawa Pos

Suami Tega Jual Istri demi Fantasi Mesum

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (kiri) menunjukkan barang bukti handphone yang dipakai tersangka Sugianto untuk mencari partner gangbang.

RiauJOS.com, Jawa Tengah - Imajinasi seksual Choiron sungguh berada di luar batas. Gara-gara ingin mendapat kenikmatan lebih saat berhubungan badan, dia tega menjual istrinya, WA.

Pria 38 tahun itu rela istrinya disetubuhi orang lain asalkan dia ikut ’’main’’. Choiron memang mempunyai hasrat untuk melakukan threesome hingga gangbang. ’’Setelah lihat video porno threesome, saya jadi kepingin, Pak,’’ akunya.

Awalnya, dia mencari partner lewat dunia maya. November lalu, dia berselancar di grup-grup Facebook yang berlatar belakang tukar pasangan alias swinger. Dari sana, dia berkenalan dengan Sugianto. Keduanya mengobrol santai, namun serius.

Choiron lantas menawarkan WA kepada Sugianto. Dia meminta bayaran Rp 50 ribu. Sugianto setuju dengan tawaran itu. Mereka lantas sepakat untuk bertemu di sebuah hotel kelas melati.

’’Saya antar istri dengan menggunakan motor,’’ kata pria asal Demak tersebut. WA sendiri mengaku dipaksa suaminya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena takut suaminya marah.

Setelah menjual istrinya, Choiron tidak berhenti. Selang dua bulan, dia kembali menghubungi Sugianto. Saat itu Sugianto tidak perlu membayar. Tapi, syaratnya, Sugianto harus mau berhubungan badan tiga orang (threesome).

Permintaan tersebut jelas diterima. Ketiganya kembali bertemu di hotel. Hubungan terlarang itu dilakukan demi fantasi Choiron. ’’Saya memang hiperseks, Pak. Saya tidak sakit hati saat istri melakukannya (berhubungan badan dengan orang lain, Red),’’ ungkapnya.

Setelah pertemuan tersebut, hasrat Choiron belum juga berhenti. Hubungannya dengan Sugianto pun semakin lengket. Lantaran keduanya sama-sama suka berhubungan badan beramai-ramai, Choiron kemudian meminta Sugianto membantunya mencari partner lain. Keuntungannya bakal dibagi berdua.

Sugianto lalu membuka open BO (booking out). Dia memasang iklan atau ajakan kepada member yang bergabung di grup Swingers Indonesian. Dia menawarkan paket gangbang. Yakni, tiga laki-laki dan satu perempuan. Tidak sedikit member yang bersedia membayar. Warga Balongbendo itu kemudian membuka harga Rp 500 ribu. ’’Tarif tersebut sudah termasuk kamar hotel,’’ ucap Sugianto.

Tanpa disadari Sugianto, akunnya ternyata diawasi polisi. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menemukan percakapan kesepakatan transaksi antara Sugianto dan kliennya. Mereka sepakat untuk bertemu di hotel di kawasan Kedurus. ’’Pelaku ini bolak-balik ganti nama akun agar tidak gampang terlacak,’’ ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti. Polisi menggerebek kamar yang disewa pelaku. Choiron dan Sugianto sama sekali tidak berkutik. Apalagi, polisi mendapati uang Rp 275 ribu sisa hasil penjualan WA kepada sang klien.

Shinto menambahkan, akun-akun yang membuka penawaran threesome memang bertebaran. Pihaknya tidak akan berhenti memantaunya. ’’Kami terus mengawasi pelaku-pelaku lain yang mengambil keuntungan dan melanggar undang-undang,’’ tegasnya.

Sumber: Jawa Pos