Seorang Remaja India Terbangun Saat Dibawa Menuju Pemakaman

RiauJOS.com, Bengaluru - Seorang remaja berusia 17 tahun dikabarkan "kembali hidup" di hari dia akan dimakamkan, di Perkampungan Managundi, negara bagian Karnataka, India.

Remaja bernama Kumar Marewad awalnya digigit seekor anjing liar, sekitar sebulan lalu, diwartakan The Times of India, Selasa, 21 Februari 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Sejak itu, meski dirawat di rumah sakit, kondisinya semakin memburuk.

Dia menderita demam tinggi, masuk dalam kondisi koma, hingga harus menggunakan alat untuk menyokong hidupnya. Perawatan terus dilakukan, meski dokter menyatakan harapan hidup Marewad tidak tinggi.

Dokter Mahesh Neelakhantannavar yang menangani remaja itu menyebut, Marewad menderita karena meningoencephalitis. Infeksi itu dipicu gigitan anjing yang dialami Marewad.

Rumah Sakit Dharwad pun menyampaikan kepada keluarga bahwa Marewad berada dalam kondisi kritis. Infeksi akan menjalar ke seluruh tubuh jika sistem alat bantu yang dipasang di tubuhnya dicabut.

Kendati demikian, pihak keluarga berkeras untuk membawa anak itu pulang ke rumah. Dengan pertimbangan, pihak keluarga tak lagi melihat adanya tanda-tanda pergerakan dan kehidupan. Bahkan, nafas pun tak terlihat di tubuh Marewad.

Mereka berpikir anak ini telah meninggal dunia, seperti yang diprediksikan dokter. Namun, mereka menghadapi kenyataan yang sungguh mengejutkan. Peristiwa itu, terjadi saat warga kampung sudah berkumpul untuk pemakaman.

Dalam perjalanan ke makam, yang berada dua kilometer dari perkampungan itu, Marewad tiba-tiba terbangun. Dia bernafas kencang sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangannya. Keluarga dan warga yang melihat peristiwa itu langsung melarikan Marewad ke RS terdekat.

Seorang Remaja India Terbangun Saat Dibawa Menuju Pemakaman

Seorang Remaja India Terbangun Saat Dibawa Menuju Pemakaman

RiauJOS.com, Bengaluru - Seorang remaja berusia 17 tahun dikabarkan "kembali hidup" di hari dia akan dimakamkan, di Perkampungan Managundi, negara bagian Karnataka, India.

Remaja bernama Kumar Marewad awalnya digigit seekor anjing liar, sekitar sebulan lalu, diwartakan The Times of India, Selasa, 21 Februari 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Sejak itu, meski dirawat di rumah sakit, kondisinya semakin memburuk.

Dia menderita demam tinggi, masuk dalam kondisi koma, hingga harus menggunakan alat untuk menyokong hidupnya. Perawatan terus dilakukan, meski dokter menyatakan harapan hidup Marewad tidak tinggi.

Dokter Mahesh Neelakhantannavar yang menangani remaja itu menyebut, Marewad menderita karena meningoencephalitis. Infeksi itu dipicu gigitan anjing yang dialami Marewad.

Rumah Sakit Dharwad pun menyampaikan kepada keluarga bahwa Marewad berada dalam kondisi kritis. Infeksi akan menjalar ke seluruh tubuh jika sistem alat bantu yang dipasang di tubuhnya dicabut.

Kendati demikian, pihak keluarga berkeras untuk membawa anak itu pulang ke rumah. Dengan pertimbangan, pihak keluarga tak lagi melihat adanya tanda-tanda pergerakan dan kehidupan. Bahkan, nafas pun tak terlihat di tubuh Marewad.

Mereka berpikir anak ini telah meninggal dunia, seperti yang diprediksikan dokter. Namun, mereka menghadapi kenyataan yang sungguh mengejutkan. Peristiwa itu, terjadi saat warga kampung sudah berkumpul untuk pemakaman.

Dalam perjalanan ke makam, yang berada dua kilometer dari perkampungan itu, Marewad tiba-tiba terbangun. Dia bernafas kencang sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangannya. Keluarga dan warga yang melihat peristiwa itu langsung melarikan Marewad ke RS terdekat.