Social Items

Saksi Paslon Nomor 5 Bibra-Said Menolak Semua Hasil Rekapitulasi KPU

RiauJOS.com, Pekanbaru - Saksi pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakilwalikota Pekanbaru nomor urut 5, Dastrayani Bibra dan Said Usman, atau Bibra-Said menolak hasil rekapitulasi oleh KPU Kota.

"Kami dari saksi pasangan calon nomor urut 5 menyatakan sikap menolak semua hasil rekapitulasi KPU yang diumumkan hari ini, karena kami menganggap tidak sah. Alasannya, dari awal persoalan DPT ganda dan juga keterlibatan ASN ke Paslon tertentu tidak diselesaikan oleh KPU," kata saksi bernama Adrian dikutip Riau JOS dari laman Go Riau, Rabu, 22 Februari 2017.

Baca juga: 'Gemppur' Demo Kecurangan Pilkada ke Panwas Kota Pekanbaru dan Bawaslu Riau

Adrian seraya mundur ke belakang bersama beberapa tim Paslon nomor 5 seperti Sekretaris DPC PPP Kota Pekanbaru Zulkarnain. Mereka kemudian menghilang dari ruang rapat.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan suara calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya dihadiri  2 saksi dari 5 Paslon. Satu saksi memilih keluar sebelum rapat berakhir.

Rapat Pleno berlangsung di Balroom Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu pagi, hanya hadir saksi dari pasangan nomor urut 1 Syahril-Said Zohrin dan saksi Paslon nomor urut 3 Firdaus-Ayat Cahyadi sedangkan saksi pasangan nomor urut 5 Dastrayani Bibra-Said Usman hanya menyampaikan penolakan hasil rekapitulasi.

Saksi dari 2 Paslon, yaitu nomor urut 4 dan 2 sejak rapat dimulai tidak hadir. 

Ketua KPU Kota Pekanbaru Amiruddin Sijaya saat membuka rapat mengatakan, semua Paslon dan saksi Paslon sudah diundang untuk hadir di rapat penetapan hasil suara Pilkada yang berlangsung 15 Februari 2017 lalu.

"Rapat pleno ini merupakan perhitungan hasil suara dari masing-masing kecamatan," kata Amiruddin.

Baca juga: Tim Paslon Temukan Dugaan DPT Ganda di Pekanbaru

Saksi Paslon Bibra Said Menolak Semua Hasil Rekapitulasi KPU

Saksi Paslon Nomor 5 Bibra-Said Menolak Semua Hasil Rekapitulasi KPU

RiauJOS.com, Pekanbaru - Saksi pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakilwalikota Pekanbaru nomor urut 5, Dastrayani Bibra dan Said Usman, atau Bibra-Said menolak hasil rekapitulasi oleh KPU Kota.

"Kami dari saksi pasangan calon nomor urut 5 menyatakan sikap menolak semua hasil rekapitulasi KPU yang diumumkan hari ini, karena kami menganggap tidak sah. Alasannya, dari awal persoalan DPT ganda dan juga keterlibatan ASN ke Paslon tertentu tidak diselesaikan oleh KPU," kata saksi bernama Adrian dikutip Riau JOS dari laman Go Riau, Rabu, 22 Februari 2017.

Baca juga: 'Gemppur' Demo Kecurangan Pilkada ke Panwas Kota Pekanbaru dan Bawaslu Riau

Adrian seraya mundur ke belakang bersama beberapa tim Paslon nomor 5 seperti Sekretaris DPC PPP Kota Pekanbaru Zulkarnain. Mereka kemudian menghilang dari ruang rapat.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan suara calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya dihadiri  2 saksi dari 5 Paslon. Satu saksi memilih keluar sebelum rapat berakhir.

Rapat Pleno berlangsung di Balroom Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu pagi, hanya hadir saksi dari pasangan nomor urut 1 Syahril-Said Zohrin dan saksi Paslon nomor urut 3 Firdaus-Ayat Cahyadi sedangkan saksi pasangan nomor urut 5 Dastrayani Bibra-Said Usman hanya menyampaikan penolakan hasil rekapitulasi.

Saksi dari 2 Paslon, yaitu nomor urut 4 dan 2 sejak rapat dimulai tidak hadir. 

Ketua KPU Kota Pekanbaru Amiruddin Sijaya saat membuka rapat mengatakan, semua Paslon dan saksi Paslon sudah diundang untuk hadir di rapat penetapan hasil suara Pilkada yang berlangsung 15 Februari 2017 lalu.

"Rapat pleno ini merupakan perhitungan hasil suara dari masing-masing kecamatan," kata Amiruddin.

Baca juga: Tim Paslon Temukan Dugaan DPT Ganda di Pekanbaru