RiauJOS.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyelidiki akun Facebook Indrisantika Kurniasari yang menulis kata-kata tidak pantas terhadap Presiden Joko Widodo saat mengenakan pakaian adat Maluku dalam kunjungannya ke daerah tersebut, pekan lalu.

"Saya tahu kok. Ini masih kami telusuri dulu siapa pemilik akunnya," kata Kasubdi Cyber Polda Metro Jaya, Roberto Pasaribu di Jakarta, Senin, 27 Februari 2017 dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia.

Pasaribu mengatakan, polisi akan bekerja sama dengan Facebook Indonesia untuk membuka data akun Indrisantika. Selain itu polisi juga akan menyelidiki motif dari tulisan pemilik akun.

"Kami akan cek dulu ini akun Facebook siapa, menulisnya kapan dan motifnya. Caranya bekerja sama dengan Facebook agar bisa membuka datanya. Baik itu akun sudah ditutup atau belum," ujarnya.

Pasaribu menuturkan, pelaku bisa dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun polisi harus mengetahui terlebih dahulu motif dari tulisan itu.

"Ya tergantung motifnya apa. Kalau berniat jelek ya bisa saja kami jerat," tutur Pasaribu.

Indrisantika Kurniasari dalam akun Facebooknya mengunggah foto Presiden Jokowi bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke Maluku, pekan lalu.

Dalam foto yang diunggah itu, Jokowi tengah mengenakan pakaian adat Maluku. Indrisantika menyisipkan kata-kata yang tidak pantas di foto Jokowi tersebut.

Salah satunya dengan menyebut mantan Wali Kota Solo itu sebagai Raja Kodok. Bahkan dalam tulisannya, Jokowi dituduh berusaha menyaingi pakaian Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Said.

Aksi Indrisantika ini lantas menjadi viral. Unggahan foto dan kata-katanya mendapat kecaman keras di media sosial. Lantas muncul pula petisi untuk memproses pelaku di situs change.org sudah ditandangani ribuan orang.

Polisi Siber Buru akun Facebook Indrisantika Kurniasari yang Menulis Kata-kata Tidak Pantas Kepada Presiden


RiauJOS.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyelidiki akun Facebook Indrisantika Kurniasari yang menulis kata-kata tidak pantas terhadap Presiden Joko Widodo saat mengenakan pakaian adat Maluku dalam kunjungannya ke daerah tersebut, pekan lalu.

"Saya tahu kok. Ini masih kami telusuri dulu siapa pemilik akunnya," kata Kasubdi Cyber Polda Metro Jaya, Roberto Pasaribu di Jakarta, Senin, 27 Februari 2017 dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia.

Pasaribu mengatakan, polisi akan bekerja sama dengan Facebook Indonesia untuk membuka data akun Indrisantika. Selain itu polisi juga akan menyelidiki motif dari tulisan pemilik akun.

"Kami akan cek dulu ini akun Facebook siapa, menulisnya kapan dan motifnya. Caranya bekerja sama dengan Facebook agar bisa membuka datanya. Baik itu akun sudah ditutup atau belum," ujarnya.

Pasaribu menuturkan, pelaku bisa dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun polisi harus mengetahui terlebih dahulu motif dari tulisan itu.

"Ya tergantung motifnya apa. Kalau berniat jelek ya bisa saja kami jerat," tutur Pasaribu.

Indrisantika Kurniasari dalam akun Facebooknya mengunggah foto Presiden Jokowi bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke Maluku, pekan lalu.

Dalam foto yang diunggah itu, Jokowi tengah mengenakan pakaian adat Maluku. Indrisantika menyisipkan kata-kata yang tidak pantas di foto Jokowi tersebut.

Salah satunya dengan menyebut mantan Wali Kota Solo itu sebagai Raja Kodok. Bahkan dalam tulisannya, Jokowi dituduh berusaha menyaingi pakaian Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Said.

Aksi Indrisantika ini lantas menjadi viral. Unggahan foto dan kata-katanya mendapat kecaman keras di media sosial. Lantas muncul pula petisi untuk memproses pelaku di situs change.org sudah ditandangani ribuan orang.