Petugas kepolisian Polres Karanganyar di Posko Mapala Unisi mengamankan tersangka kasus Diksar Maut UII
Petugas kepolisian Polres Karanganyar di Posko Mapala Unisi mengamankan tersangka kasus Diksar Maut UII (Tribun Solo)

RiauJOS.com, Sleman - Petugas kepolisian Polres Karanganyar di Posko Mapala Unisi mengamankan tersangka M Wahyudi alias Yudi (25), selanjutnya dibawa petugas menuju sebuah rumah kos di Dusun Candirejo, Ngaglik, Sleman untuk mengambil barang bukti tongkat, celana, baju dan slayer.

Menelusuri jejak keberadaan rumah indekos tempat Yudi menyimpan barang bukti ternyata bukanlah kos yang disewa sendiri olehnya. Salah satu kamar kos di bangunan berlantai dua tersebut justru merupakan kamar kos milik salah satu peserta diksar.

Seksi Keamanan Dusun Candirejo Trubus Hadi mengatakan, sejak kejadian meninggalnya tiga mahasiswa setelah mengikuti diksar mapala unisi, Yudi diketahui berada di rumah kos tersebut. 

“Kamis 26 Januari 2017 saya didatangi anggota polisi Polres Karanganyar, mereka meminta saya untuk mengantar ke rumah kos yang sudah dipantau melalui alat yang mereka bawa,” katanya, seperti dikutip Riau JOS dari Warta Oke Zone yang mengutip Harian Jogja, Rabu, 1 Februari 2017.

Sejak hari itu, Yudi memang terpantau ada di rumah kos tersebut. Sesekali dia keluar namun malam dia pasti kembali. Trubus kemudian berusaha mencari tahu dengan siapa Yudi berada di lokasi tersebut. Setelah beberapa menanyai penjaga kos akhirnya Trubus mengetahui bahwa sebetulnya penyewa kos adalah salah satu peserta diksar dan Yudi berada di kos tersebut untuk bersembunyi.

“Bukan dia yang menyewa kamar, tapi beberapa hari dia ada di situ dari keterangan polisi saat itu memang Yudi dalam upaya bersembunyi karena dia terduga kuat sebagai tersangka,” kata dia.

Berada di kos tersebut sejak hari Kamis 26 Januari 2017, selang tiga hari kemudian Yudi berhasil diamankan petugas. Sementara saat petugas membawa tersangka menuju kos untuk mengambil barang bukti saat itu Trubus sedang tidak ada di rumah.

Kesaksian lain juga diberikan oleh salah satu tetangga di depan lokasi rumah kos, Asih. Ia mengatakan, seluruh penghuni kos di lokasi tersebut semuanya merupakan langganan laundry di usaha miliknya. Beberapa hari yang lalu dia juga didatangi oleh anggota polisi untuk mencari tahu keberadaan Yudi.

“Saya tau semua yang kos di situ. Tidak ada yang namanya Yudi. Memang ada anak mapala UII tapi bukan Yudi,” katanya.

Asih juga sempat menjelaskan bahwa karena penasaran sempat mencari keberadaan Yudi dengan memanggil satu per satu penghuni kos. Namun saat itu, kata dia, memang tidak ada yang namanya Yudi. 

“Saya taunya anak mapala yang kos di situ Ista, tapi karena libur dia sekarang pulang ke rumah orangtuanya. Ista ini teman dari almarhum Asyam, satu jurusan. Almarhum juga pernah saya lihat main ke situ sebelum diksar,” katanya.

Menelusuri Jejak Tersangka Kasus Diksar Maut UII yang Sempat Bersembunyi di Indekos Peserta

Petugas kepolisian Polres Karanganyar di Posko Mapala Unisi mengamankan tersangka kasus Diksar Maut UII
Petugas kepolisian Polres Karanganyar di Posko Mapala Unisi mengamankan tersangka kasus Diksar Maut UII (Tribun Solo)

RiauJOS.com, Sleman - Petugas kepolisian Polres Karanganyar di Posko Mapala Unisi mengamankan tersangka M Wahyudi alias Yudi (25), selanjutnya dibawa petugas menuju sebuah rumah kos di Dusun Candirejo, Ngaglik, Sleman untuk mengambil barang bukti tongkat, celana, baju dan slayer.

Menelusuri jejak keberadaan rumah indekos tempat Yudi menyimpan barang bukti ternyata bukanlah kos yang disewa sendiri olehnya. Salah satu kamar kos di bangunan berlantai dua tersebut justru merupakan kamar kos milik salah satu peserta diksar.

Seksi Keamanan Dusun Candirejo Trubus Hadi mengatakan, sejak kejadian meninggalnya tiga mahasiswa setelah mengikuti diksar mapala unisi, Yudi diketahui berada di rumah kos tersebut. 

“Kamis 26 Januari 2017 saya didatangi anggota polisi Polres Karanganyar, mereka meminta saya untuk mengantar ke rumah kos yang sudah dipantau melalui alat yang mereka bawa,” katanya, seperti dikutip Riau JOS dari Warta Oke Zone yang mengutip Harian Jogja, Rabu, 1 Februari 2017.

Sejak hari itu, Yudi memang terpantau ada di rumah kos tersebut. Sesekali dia keluar namun malam dia pasti kembali. Trubus kemudian berusaha mencari tahu dengan siapa Yudi berada di lokasi tersebut. Setelah beberapa menanyai penjaga kos akhirnya Trubus mengetahui bahwa sebetulnya penyewa kos adalah salah satu peserta diksar dan Yudi berada di kos tersebut untuk bersembunyi.

“Bukan dia yang menyewa kamar, tapi beberapa hari dia ada di situ dari keterangan polisi saat itu memang Yudi dalam upaya bersembunyi karena dia terduga kuat sebagai tersangka,” kata dia.

Berada di kos tersebut sejak hari Kamis 26 Januari 2017, selang tiga hari kemudian Yudi berhasil diamankan petugas. Sementara saat petugas membawa tersangka menuju kos untuk mengambil barang bukti saat itu Trubus sedang tidak ada di rumah.

Kesaksian lain juga diberikan oleh salah satu tetangga di depan lokasi rumah kos, Asih. Ia mengatakan, seluruh penghuni kos di lokasi tersebut semuanya merupakan langganan laundry di usaha miliknya. Beberapa hari yang lalu dia juga didatangi oleh anggota polisi untuk mencari tahu keberadaan Yudi.

“Saya tau semua yang kos di situ. Tidak ada yang namanya Yudi. Memang ada anak mapala UII tapi bukan Yudi,” katanya.

Asih juga sempat menjelaskan bahwa karena penasaran sempat mencari keberadaan Yudi dengan memanggil satu per satu penghuni kos. Namun saat itu, kata dia, memang tidak ada yang namanya Yudi. 

“Saya taunya anak mapala yang kos di situ Ista, tapi karena libur dia sekarang pulang ke rumah orangtuanya. Ista ini teman dari almarhum Asyam, satu jurusan. Almarhum juga pernah saya lihat main ke situ sebelum diksar,” katanya.