Ekspresi Kegembiraan Penemuan Tujuh Planet Dirayakan Google Doodle

RiauJOS.com, Sains - Penemuan tujuh planet di luar Tata Surya (eksoplanet) turut dirayakan banyak pihak. Ekspresi kegembiraan juga datang dari Google lewat Doodle khas mereka.

Google Doodle kali ini berupa video animasi singkat yang memperlihatkan Bumi sedang meneropong ke kejauhan. Bumi lantas menemukan 'kawan' berupa tujuh planet yang saling bersahutan ke arahnya.

"Ini adalah pertama kalinya, begitu banyak planet-planet semacam ini ditemukan di sekitar bintang yang sama," kata Michael Gillon, penulis utama studi dan astronom dari Universitas Liège, Belgia, seperti dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia.

Ekspresi kegembiraan Google atas temuan ini bukan hal aneh. Tujuh eksoplanet ini merupakan salah satu penemuan langka dalam pencarian bentuk kehidupan di luar Bumi.



Istilah 'kawan' pantas disematkan kepada ketujuh planet yang ditemukan oleh teleskop Spitzer milik National Aeronautics Space Administration (NASA) ini berkat ukurannya yang serupa dengan Bumi. Padahal mayoritas eksoplanet yang ditemukan selama ini berukuran raksasa seperti Jupiter.

Tujuh planet ini berada di konstelasi Aquarius dengan bintang TRAPPIST-1 sebagai pusat galaksi. Luas sistem TRAPPIST-1 terbilang sangat kecil dibandingkan sistem Tata Surya. NASA memperkirakan waktu setahun di planet-planet tersebut hanya 1,5 hari sampai 20 hari di Bumi.

Bahkan saking sempitnya lintasan orbit, permukaan suatu planet sudah nampak walaupun dilihat dari planet tetangganya.

Peneliti NASA sejatinya telah mengumumkan tiga planet tersebut pada Mei 2016. Namun NASA berhasil menemukan planet lain dan melengkapinya sebagai sistem yang utuh.

Berkat teleskop Spitzer, ukuran ketujuh planet dan sifat permukaannya juga berhasil diketahui.

Penemuan ini dianggap penting karena selain sistem pertama yang terdiri dari tujuh planet seukuran Bumi dengan sebuah bintang, mirip dengan Tata Surya, ia juga berpotensi kuat dapat dihuni manusia.

"Saya tidak berpikir setiap saat sebelum kami memiliki planet-planet yang tepat untuk menemukan dan mencari tahu apakah ada (kehidupan). Di sini, jika kehidupan berhasil dikembangkan dan menemukan gas yang mirip dengan apa yang kita miliki di Bumi, kita akan tahu," kata Amaury Traud, salah satu penulis temuan dari Universitas Cambridge.

Tiga dari tujuh planet telah diperoleh lokasi pastinya yakni termasuk ke dalam wilayah yang berpotensi bisa dihuni. Bahkan satu di antaranya, yang punya permukaan sangat berbatu, diduga kuat menyimpan cairan.

"Penemuan ini begitu penting dalam usaha pencarian lingkungan yang bisa dihuni, tempat kehidupan bisa berlangsung," kata Science Mission Directorate NASA Thomas Zurbuchen sepereti dikutip CNN dari laman Slashgear, Rabu, 22 Februari 2017.

Dari semuanya, hanya ada satu planet dengan gambaran paling jelas yaitu planet yang terjauh dari pusat orbit. Planet terluar itu diduga punya permukaan es dengan suhu ekstra dingin.

Air adalah syarat utama sebuah planet mendukung kehidupan. Namun kondisi atmosfer turut menentukan. Ilmuwan NASA memperkirakan hanya beberapa planet yang punya atmosfer yang mendukung suatu bentuk kehidupan.

Soal jarak, sistem planet ini terbilang tidak jauh dari Bumi yakni sekitar 40 tahun cahaya atau sekitar 378 triliun kilometer.

Guna menggambarkan temuan mereka, NASA membuat simulasi virtual dari permukaan salah satu planet yang dinamai TRAPPIST 1-d. Simulasi ini ada di Youtube dan dapat dinikmati dengan Virtual Reality (VR).

CNN Indonesia

Ekspresi Kegembiraan Penemuan Tujuh Planet Dirayakan Google Doodle

Ekspresi Kegembiraan Penemuan Tujuh Planet Dirayakan Google Doodle

RiauJOS.com, Sains - Penemuan tujuh planet di luar Tata Surya (eksoplanet) turut dirayakan banyak pihak. Ekspresi kegembiraan juga datang dari Google lewat Doodle khas mereka.

Google Doodle kali ini berupa video animasi singkat yang memperlihatkan Bumi sedang meneropong ke kejauhan. Bumi lantas menemukan 'kawan' berupa tujuh planet yang saling bersahutan ke arahnya.

"Ini adalah pertama kalinya, begitu banyak planet-planet semacam ini ditemukan di sekitar bintang yang sama," kata Michael Gillon, penulis utama studi dan astronom dari Universitas Liège, Belgia, seperti dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia.

Ekspresi kegembiraan Google atas temuan ini bukan hal aneh. Tujuh eksoplanet ini merupakan salah satu penemuan langka dalam pencarian bentuk kehidupan di luar Bumi.



Istilah 'kawan' pantas disematkan kepada ketujuh planet yang ditemukan oleh teleskop Spitzer milik National Aeronautics Space Administration (NASA) ini berkat ukurannya yang serupa dengan Bumi. Padahal mayoritas eksoplanet yang ditemukan selama ini berukuran raksasa seperti Jupiter.

Tujuh planet ini berada di konstelasi Aquarius dengan bintang TRAPPIST-1 sebagai pusat galaksi. Luas sistem TRAPPIST-1 terbilang sangat kecil dibandingkan sistem Tata Surya. NASA memperkirakan waktu setahun di planet-planet tersebut hanya 1,5 hari sampai 20 hari di Bumi.

Bahkan saking sempitnya lintasan orbit, permukaan suatu planet sudah nampak walaupun dilihat dari planet tetangganya.

Peneliti NASA sejatinya telah mengumumkan tiga planet tersebut pada Mei 2016. Namun NASA berhasil menemukan planet lain dan melengkapinya sebagai sistem yang utuh.

Berkat teleskop Spitzer, ukuran ketujuh planet dan sifat permukaannya juga berhasil diketahui.

Penemuan ini dianggap penting karena selain sistem pertama yang terdiri dari tujuh planet seukuran Bumi dengan sebuah bintang, mirip dengan Tata Surya, ia juga berpotensi kuat dapat dihuni manusia.

"Saya tidak berpikir setiap saat sebelum kami memiliki planet-planet yang tepat untuk menemukan dan mencari tahu apakah ada (kehidupan). Di sini, jika kehidupan berhasil dikembangkan dan menemukan gas yang mirip dengan apa yang kita miliki di Bumi, kita akan tahu," kata Amaury Traud, salah satu penulis temuan dari Universitas Cambridge.

Tiga dari tujuh planet telah diperoleh lokasi pastinya yakni termasuk ke dalam wilayah yang berpotensi bisa dihuni. Bahkan satu di antaranya, yang punya permukaan sangat berbatu, diduga kuat menyimpan cairan.

"Penemuan ini begitu penting dalam usaha pencarian lingkungan yang bisa dihuni, tempat kehidupan bisa berlangsung," kata Science Mission Directorate NASA Thomas Zurbuchen sepereti dikutip CNN dari laman Slashgear, Rabu, 22 Februari 2017.

Dari semuanya, hanya ada satu planet dengan gambaran paling jelas yaitu planet yang terjauh dari pusat orbit. Planet terluar itu diduga punya permukaan es dengan suhu ekstra dingin.

Air adalah syarat utama sebuah planet mendukung kehidupan. Namun kondisi atmosfer turut menentukan. Ilmuwan NASA memperkirakan hanya beberapa planet yang punya atmosfer yang mendukung suatu bentuk kehidupan.

Soal jarak, sistem planet ini terbilang tidak jauh dari Bumi yakni sekitar 40 tahun cahaya atau sekitar 378 triliun kilometer.

Guna menggambarkan temuan mereka, NASA membuat simulasi virtual dari permukaan salah satu planet yang dinamai TRAPPIST 1-d. Simulasi ini ada di Youtube dan dapat dinikmati dengan Virtual Reality (VR).

CNN Indonesia