Ahok saat diwawancarai wartawan

RiauJOS.com, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama Ahok menegaskan tidak akan melaporkan Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin yang kemarin memberikan kesaksiaannya di sidang ke 8 kasus penistaan agama.

Basuki Tajahaja Purnama (Ahok) mengatakan, dirinya akan melaporkan saksi dari pihak pelapor.

Menurut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, yang mau dirinya laporkan itu saksi pelapor.

"Masak aku laporkan KPU, saksi pelapor yang mau kita laporin, ngaco“Kamu laporin saya, kalau kamu laporin saya datanya ngaco kamu laporin nggak,” kata Ahok Jakarta, Rabu 1 Februari 2017

Lebih lanjut, juga ditegaskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), saat ditanya soal kesaksian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin di persidangan kemarin. “Dia sudah akui ada kesalahan tanggal, seperti orang tua beliau perbaiki.” tegas Ahok.

Selanjutnya, menurut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sepertinya ada pihak yang sengaja menyebar seolah dirinya ingin melaporkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan melecehkan integritas PBNU. Lain itu, dirinya juga menuturkan, tak akan minta maaf karena adanya penghasut itu.

“Aku nggak ngerti kenapa kita yang minta maaf. Itu yang penghasut adu domba, yang adu domba kan jubir, memang kita ada apa, nggak ada apa-apa yang, makanya harus meredakan suasana itu yang adu domba itu yang dilempengin,” kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok mempersoalkan bantahan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin soal percakapan telepon dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, didalam persidangan Ma’ruf Amin membantah menerima panggilan telepon dari SBY.

“Meralat tanggal 7 Oktober ketemu paslon nomor 1, jelas-jelas itu mau menutupi Saudara Saksi menutupi riwayat hidup pernah menjadi Wantimpres SBY. Tanggal 6 (Oktober) disampaikan pengacara saya ada bukti telepon (dari SBY) untuk minta dipertemukan. Untuk itu Saudara Saksi tidak pantas menjadi saksi, tidak objektif lagi ini, sudah mengarah mendukung paslon 1,” jelas Ahok dalam sidang menanggapi kesaksian Ma’ruf Amin.

Karena bantahan soal telepon SBY, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku berencana melaporkan Ma’ruf Amin ke polisi.

 “Saya berterima kasih Saudara ngotot di depan hakim meralat ini, mengaku tidak berbohong. Kami akan memproses secara hukum. Untuk bisa membuktikan bahwa kami punya data lengkap,” ucapnya.

Sumber: Harian Pijar

Ahok: Yang Saya Akan Laporkan Saksi Dari Pihak Pelapor, Bukan Ketua MUI

Ahok saat diwawancarai wartawan

RiauJOS.com, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama Ahok menegaskan tidak akan melaporkan Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin yang kemarin memberikan kesaksiaannya di sidang ke 8 kasus penistaan agama.

Basuki Tajahaja Purnama (Ahok) mengatakan, dirinya akan melaporkan saksi dari pihak pelapor.

Menurut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, yang mau dirinya laporkan itu saksi pelapor.

"Masak aku laporkan KPU, saksi pelapor yang mau kita laporin, ngaco“Kamu laporin saya, kalau kamu laporin saya datanya ngaco kamu laporin nggak,” kata Ahok Jakarta, Rabu 1 Februari 2017

Lebih lanjut, juga ditegaskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), saat ditanya soal kesaksian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin di persidangan kemarin. “Dia sudah akui ada kesalahan tanggal, seperti orang tua beliau perbaiki.” tegas Ahok.

Selanjutnya, menurut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sepertinya ada pihak yang sengaja menyebar seolah dirinya ingin melaporkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan melecehkan integritas PBNU. Lain itu, dirinya juga menuturkan, tak akan minta maaf karena adanya penghasut itu.

“Aku nggak ngerti kenapa kita yang minta maaf. Itu yang penghasut adu domba, yang adu domba kan jubir, memang kita ada apa, nggak ada apa-apa yang, makanya harus meredakan suasana itu yang adu domba itu yang dilempengin,” kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok mempersoalkan bantahan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin soal percakapan telepon dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, didalam persidangan Ma’ruf Amin membantah menerima panggilan telepon dari SBY.

“Meralat tanggal 7 Oktober ketemu paslon nomor 1, jelas-jelas itu mau menutupi Saudara Saksi menutupi riwayat hidup pernah menjadi Wantimpres SBY. Tanggal 6 (Oktober) disampaikan pengacara saya ada bukti telepon (dari SBY) untuk minta dipertemukan. Untuk itu Saudara Saksi tidak pantas menjadi saksi, tidak objektif lagi ini, sudah mengarah mendukung paslon 1,” jelas Ahok dalam sidang menanggapi kesaksian Ma’ruf Amin.

Karena bantahan soal telepon SBY, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku berencana melaporkan Ma’ruf Amin ke polisi.

 “Saya berterima kasih Saudara ngotot di depan hakim meralat ini, mengaku tidak berbohong. Kami akan memproses secara hukum. Untuk bisa membuktikan bahwa kami punya data lengkap,” ucapnya.

Sumber: Harian Pijar