Sastrawan, Taufik Ismail saat berbicara di Majelis Taqarrub Ilallah, di Masjid Baiturrahman, Jakarta
Sastrawan, Taufik Ismail saat berbicara di Majelis Taqarrub Ilallah, di Masjid Baiturrahman, Jakarta

RiauJOS.com, Jakarta - Sastrawan Taufik Ismail angkat bicara terkait kondisi kebangsaan yang terjadi saat ini. Menurut Taufik, situasi banyak ulama menerima fitnah dan kriminalisasi merupakan pengulangan apa yang dilakukan oleh komunis pada tahun 60-an.

“Apa yang mereka lakukan sekarang pengulangan,” ujar Taufik dalam Majelis Taqarrub Ilallah, di Masjid Baiturrahman, Jalan Dr Saharjo, Menteng Atas, Jakarta, Ahad, 22 Januari 2017.

Taufik menilai, ada kesamaan kondisi saat ini dengan usaha komunis ingin merebut kekuasaan. Seperti banyak pemimpin Islam yang difitnah dan berusaha memasukkan mereka ke dalam penjara.

Pada masa 60-an, kata dia, mereka berhasil memenjarakan pemimpin dan aktivis Islam seperti Buya Hamka dan Isa Anshary. Untuk itu, Taufik menegaskan, banyak cara yang dilakukan oleh komunis agar bisa merebut kekuasaan. “Sama dengan sekarang, berbagai macam alasan dicari,” katanya.

Menurut Taufik, komunis selalu gagal merebut kekuasaan pada tahun 60-an. Namun, mereka tetap berusaha agar usahanya mencapai keberhasilan.

Diketahui belakangan ini banyak fitnah ditujukan kepada ulama atau pemimpin umat dan aktivis Islam. Bahkan, kata dia, ada yang yang sampai menjurus ke kriminalisasi.

Sumber: ROL/Suara Islam

Taufik Ismail: Fitnah dan Kriminalisasi Ulama Mirip Cara PKI Tahun 60-an

Sastrawan, Taufik Ismail saat berbicara di Majelis Taqarrub Ilallah, di Masjid Baiturrahman, Jakarta
Sastrawan, Taufik Ismail saat berbicara di Majelis Taqarrub Ilallah, di Masjid Baiturrahman, Jakarta

RiauJOS.com, Jakarta - Sastrawan Taufik Ismail angkat bicara terkait kondisi kebangsaan yang terjadi saat ini. Menurut Taufik, situasi banyak ulama menerima fitnah dan kriminalisasi merupakan pengulangan apa yang dilakukan oleh komunis pada tahun 60-an.

“Apa yang mereka lakukan sekarang pengulangan,” ujar Taufik dalam Majelis Taqarrub Ilallah, di Masjid Baiturrahman, Jalan Dr Saharjo, Menteng Atas, Jakarta, Ahad, 22 Januari 2017.

Taufik menilai, ada kesamaan kondisi saat ini dengan usaha komunis ingin merebut kekuasaan. Seperti banyak pemimpin Islam yang difitnah dan berusaha memasukkan mereka ke dalam penjara.

Pada masa 60-an, kata dia, mereka berhasil memenjarakan pemimpin dan aktivis Islam seperti Buya Hamka dan Isa Anshary. Untuk itu, Taufik menegaskan, banyak cara yang dilakukan oleh komunis agar bisa merebut kekuasaan. “Sama dengan sekarang, berbagai macam alasan dicari,” katanya.

Menurut Taufik, komunis selalu gagal merebut kekuasaan pada tahun 60-an. Namun, mereka tetap berusaha agar usahanya mencapai keberhasilan.

Diketahui belakangan ini banyak fitnah ditujukan kepada ulama atau pemimpin umat dan aktivis Islam. Bahkan, kata dia, ada yang yang sampai menjurus ke kriminalisasi.

Sumber: ROL/Suara Islam