Spanduk bertuliskan "Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam"
Spanduk bertuliskan "Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam"

RiauJOS.com, TrenSosial - Spanduk Bertuliskan Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam Bikin Heboh Netizen. Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan spanduk yang berisikan larangan pagelaran wayang kulit karena dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam.

Foto tersebut kini menjadi viral dan mengundang banyak respons dari berbagai kalangan masyarakat di tanah air.

Dalam foto yang beredar tersebut, didalamnya tertulis “Pemutaran wayang kulit bukan syariat Islam.” diketahui pula, dibagian bawah spanduk itu tertulis nama sebuah ormas dengan nama Aliansi Masyarakat Muslim Se Jakarta Pusat. Foto spanduk yang kini viral di media sosial itu banyak mengundang pro dan kontra dikalangan pengguna media sosial.

Menanggapi foto spanduk tersebut, Ketua Pengurus Besar NU Saifullah Yusuf pun akhirnya angkat bicara. Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, wayang kulit justru sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan wayang kulit adalah media yang digunakan oleh para Wali di Indonesia untuk berdakwah.

“Wayang itu warisan para wali. Wayang bisa jadi media dakwah, media pemersatu, dan media silaturrahmi,” katanya di sela-sela acara pelantikan Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Jawa Timur, Minggu, 22 Januari 2017.

“Kalau wayang dianggap bukan tradisi Islam, pasang spanduk dulu di Islam juga tidak ada. Kalau dirunut-runut, arisan dulu di Islam juga tidak ada,” lanjut Gus Ipul.

Melihat kondisi bangsa saat ini, Gus Ipul mengaku sangat prihatin. Menurutnya, percaturan politik di tanah air saat ini sudah tidak baik dan mengarah pada perpecahan bangsa. Politik yang digunakan oleh para elit politik dan tokoh masyarakat jauh dari tujuan konstruktif dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat.

Gus Ipul menyebut dinamika politik yang berkembang di Indonesia saat ini dengan istilah politik caci-maki dan politik gontok-gontokan. “Saya berharap hentikanlah politik gontok-gontokan ini. Mari bersama berbuat untuk kepentingan bangsa,” tutur Gus Ipul.

Sumber: widiynews

Spanduk Bertuliskan 'Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam' menjadi Viral

Spanduk bertuliskan "Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam"
Spanduk bertuliskan "Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam"

RiauJOS.com, TrenSosial - Spanduk Bertuliskan Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam Bikin Heboh Netizen. Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan spanduk yang berisikan larangan pagelaran wayang kulit karena dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam.

Foto tersebut kini menjadi viral dan mengundang banyak respons dari berbagai kalangan masyarakat di tanah air.

Dalam foto yang beredar tersebut, didalamnya tertulis “Pemutaran wayang kulit bukan syariat Islam.” diketahui pula, dibagian bawah spanduk itu tertulis nama sebuah ormas dengan nama Aliansi Masyarakat Muslim Se Jakarta Pusat. Foto spanduk yang kini viral di media sosial itu banyak mengundang pro dan kontra dikalangan pengguna media sosial.

Menanggapi foto spanduk tersebut, Ketua Pengurus Besar NU Saifullah Yusuf pun akhirnya angkat bicara. Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, wayang kulit justru sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan wayang kulit adalah media yang digunakan oleh para Wali di Indonesia untuk berdakwah.

“Wayang itu warisan para wali. Wayang bisa jadi media dakwah, media pemersatu, dan media silaturrahmi,” katanya di sela-sela acara pelantikan Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Jawa Timur, Minggu, 22 Januari 2017.

“Kalau wayang dianggap bukan tradisi Islam, pasang spanduk dulu di Islam juga tidak ada. Kalau dirunut-runut, arisan dulu di Islam juga tidak ada,” lanjut Gus Ipul.

Melihat kondisi bangsa saat ini, Gus Ipul mengaku sangat prihatin. Menurutnya, percaturan politik di tanah air saat ini sudah tidak baik dan mengarah pada perpecahan bangsa. Politik yang digunakan oleh para elit politik dan tokoh masyarakat jauh dari tujuan konstruktif dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat.

Gus Ipul menyebut dinamika politik yang berkembang di Indonesia saat ini dengan istilah politik caci-maki dan politik gontok-gontokan. “Saya berharap hentikanlah politik gontok-gontokan ini. Mari bersama berbuat untuk kepentingan bangsa,” tutur Gus Ipul.

Sumber: widiynews