Oki dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya
Oki dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya

RiauJOS.com, Surabaya - Amoral, sungguh kata yang mendekati tepat untuk membilang fenomena di masyarakat saat ini. Fantasi seksual Oki Asmara memang kelewat batas. Dia berselingkuh, pria 34 tahun itu menjajal threesome MMF (male, male, female). Dia juga menjual pacar gelapnya yang berinisial SM.

Akibat memperdagangkan orang, Oki dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Saat menggerebek sebuah kamar di Hotel Melati di kawasan Peneleh, polisi menemukan Oki, SM, dan seorang pria lain. 

"Oki menjual SM seharga Rp 500 ribu kepada lelaki hidung belang tersebut. ”Separonya dibayarkan kepada korban (SM, Red),” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga Kamis kemarin, 26 Januari 2016 dikutip Riau JOS dari Jawa POS..

Oki menanggung biaya sewa kamar di hotel itu. Sebelumnya, SM dijemput dan diajak melayani dua pria sekaligus. Oki mengenal SM dari salah seorang kawan. Baru sehari kenal, Oki sudah berani menggoda SM. SM punya suami dan seorang anak. Oki juga sudah punya istri. Namun, hal itu tak menghalanginya mengajak SM berhubungan intim. Dia mengirim SMS dan menjanjikan uang Rp 300 ribu jika SM mau berhubungan badan dengan dua pria.

Oki telah memasang iklan di grup Facebook bernama Threesome. Dia menawarkan SM tanpa foto. Tak lama, ada pelanggan yang menawarnya. ”Pelaku sudah menjalankan bisnis ini selama dua bulan,” ungkap Shinto.

Setelah SM setuju dan pelanggan sepakat dengan harganya, Oki mencari hotel. Di sana, ketiganya berhubungan badan. Namun, pria asal Sememi itu tidak menyadari bahwa postingan-nya di Facebook dipantau tim Cyber PPA. Polisi bisa mengendus hotel mana yang dijadikan tempat eksekusi.

Oki mengaku kaget saat dibekuk polisi. Dia mengakui, SM adalah selingkuhannya. Oki mau threesome untuk memenuhi fantasinya. ”Saya nggak puas sama istri di rumah. Tapi, saya menyesal sudah mengkhianatinya,” ucapnya.

Senada dengan Oki, SM merasa bersalah telah melukai hati suaminya. Dia tergiur uang yang dijanjikan Oki karena suaminya tidak memberikan banyak nafkah. Suaminya juga kerap marah-marah.

Perempuan 29 tahun itu mengaku terlena dengan uang. Dia tidak tahu bagaimana reaksi suaminya setelah dirinya diciduk polisi. ”Nggak tahu Mas, mau dihajar saya pasrah. Saya memang salah,” katanya.

Threesome dan swinger menjadi fenomena di metropolis. Polisi mengindikasikan bahwa pelakunya bertebaran. Mereka yang masih baru memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi.

Biasanya mereka mencari grup-grup Facebook. Di situ, mereka saling berkonsultasi dan membuka penawaran eksekusi di sebuah tempat. Uang tidak menjadi yang utama. Mereka mencari kepuasan seksual. ’’Kalau yang sudah punya jalur, biasanya lebih privat,’’ terang Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni

Sumber: Jawa POS

Selingkuhan Dijual Lewat Grup Facebook untuk Layani Threesome

Oki dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya
Oki dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya

RiauJOS.com, Surabaya - Amoral, sungguh kata yang mendekati tepat untuk membilang fenomena di masyarakat saat ini. Fantasi seksual Oki Asmara memang kelewat batas. Dia berselingkuh, pria 34 tahun itu menjajal threesome MMF (male, male, female). Dia juga menjual pacar gelapnya yang berinisial SM.

Akibat memperdagangkan orang, Oki dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Saat menggerebek sebuah kamar di Hotel Melati di kawasan Peneleh, polisi menemukan Oki, SM, dan seorang pria lain. 

"Oki menjual SM seharga Rp 500 ribu kepada lelaki hidung belang tersebut. ”Separonya dibayarkan kepada korban (SM, Red),” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga Kamis kemarin, 26 Januari 2016 dikutip Riau JOS dari Jawa POS..

Oki menanggung biaya sewa kamar di hotel itu. Sebelumnya, SM dijemput dan diajak melayani dua pria sekaligus. Oki mengenal SM dari salah seorang kawan. Baru sehari kenal, Oki sudah berani menggoda SM. SM punya suami dan seorang anak. Oki juga sudah punya istri. Namun, hal itu tak menghalanginya mengajak SM berhubungan intim. Dia mengirim SMS dan menjanjikan uang Rp 300 ribu jika SM mau berhubungan badan dengan dua pria.

Oki telah memasang iklan di grup Facebook bernama Threesome. Dia menawarkan SM tanpa foto. Tak lama, ada pelanggan yang menawarnya. ”Pelaku sudah menjalankan bisnis ini selama dua bulan,” ungkap Shinto.

Setelah SM setuju dan pelanggan sepakat dengan harganya, Oki mencari hotel. Di sana, ketiganya berhubungan badan. Namun, pria asal Sememi itu tidak menyadari bahwa postingan-nya di Facebook dipantau tim Cyber PPA. Polisi bisa mengendus hotel mana yang dijadikan tempat eksekusi.

Oki mengaku kaget saat dibekuk polisi. Dia mengakui, SM adalah selingkuhannya. Oki mau threesome untuk memenuhi fantasinya. ”Saya nggak puas sama istri di rumah. Tapi, saya menyesal sudah mengkhianatinya,” ucapnya.

Senada dengan Oki, SM merasa bersalah telah melukai hati suaminya. Dia tergiur uang yang dijanjikan Oki karena suaminya tidak memberikan banyak nafkah. Suaminya juga kerap marah-marah.

Perempuan 29 tahun itu mengaku terlena dengan uang. Dia tidak tahu bagaimana reaksi suaminya setelah dirinya diciduk polisi. ”Nggak tahu Mas, mau dihajar saya pasrah. Saya memang salah,” katanya.

Threesome dan swinger menjadi fenomena di metropolis. Polisi mengindikasikan bahwa pelakunya bertebaran. Mereka yang masih baru memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi.

Biasanya mereka mencari grup-grup Facebook. Di situ, mereka saling berkonsultasi dan membuka penawaran eksekusi di sebuah tempat. Uang tidak menjadi yang utama. Mereka mencari kepuasan seksual. ’’Kalau yang sudah punya jalur, biasanya lebih privat,’’ terang Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni

Sumber: Jawa POS