Gubernur Jambi, Zumi Zola menasehati beberapa karyawan RSUD Raden Mattaher, Jambi
Gubernur Jambi, Zumi Zola menasehati beberapa karyawan RSUD Raden Mattaher, Jambi

RiauJOS.com, TrenSosial - Gubernur Jambi, Zumi Zola mengamuk di rumah sakit umum, hal ini diketahui netizen pasca beredar video aksi Zumi memarahi pegawai rumah sakit, dan ditambah lagi semua media saat ini sedang menyoroti aksi tidak biasa ini.

Suatu malam, Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi menjadi saksi peristiwa tidak ada hujan tidak ada petir, para pegawai rumah sakit sedang terlelap tidur, tiba-tiba didatangi serombongan orang seperti sedang melakukan upaya pencarian barang hilang.

Belum sempat berkata-kata, dan mata masih lengket untuk dibuka, samar-samar terlihat sesosok ganteng  teriak-teriak mengumpulkan semua pegawai untuk dinasehati agar bekerja sungguh-sungguh, tidak tidur pada saat bertugas jaga malam.

Sontak mata yang semula lengket, menjadi berbinar karena harus mendengar nasehat pria ganteng Zumi Zola, yang sekarang menjabat Gubernur Jambi.

Zumi memasuki sebuah ruangan. Lantas terdengar seperti suara benda terjatuh diikuti suara Zumi menghardik orang-orang yang ada di ruangan tersebut yang diperkirakan dokter dan perawat jaga. "Bangun, kerja apa kalian kayak gini," ujar Zumi.

Zumi lalu meminta mereka untuk berdiri di dekat sebuah meja panjang. Di sana, Zumi memarahi sekitar empat orang dari pihak rumah sakit.

Setelah peristiwa itu, jagat YouTube penuh dengan aksinya yang banyak menuai pujian, namun juga tidak sedikit menuai kritikan.

Kontra atas Ngamuknya Zumi Zola


Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan menilai, apa yang dilakukan Zumi itu bisa jadi preseden buruk. "Pendapat saya sangat kurang pas seorang Gubernur Jambi Zumi Zola bersikap seperti itu, ini preseden buruk. Saya juga tidak tahu maksud tujuan dan efektifitasnya sejauh mana," kata Arteria di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Januari 2017 dikutip Riau JOS dari Viva.

Arteria mengingatkan, sebagai gubernur, Zumi punya alat kelengkapan dan juga kewenangan yang membuat dirinya bisa melakukan upaya korektif. Termasuk juga upaya yang lebih efektif.

"Beliau bisa panggil, tegur dan mengganti kepala rumah sakit. Beliau bisa perintahkan inspektorat untuk lakukan pengawasan. Penyimpangan pidana bisa minta bantuan Polda dan Kejaksaan. Bisa menggandeng Ombudsman Jambi untuk lakukan pengawasan dan lain-lain," ujarnya menambahkan.

Zumi diminta tidak hanya menyalahkan pegawai yang mengikuti atasan. Arteria juga meminta Zumi melihat akar masalah dari lingkungan aparatur negara, termasuk para pegawai di rumah sakit umum daerah.

"Belum lagi kalau kita bicara mafia aparatur, jangan-jangan proses rekrutmen di RSUD bermasalah dan tidak meet sistem dan bertendensi KKN. Belum bicara fasilitas standar pelayanan bagi aparatur dan lain-lain," ujar anggota dewan asal PDI Perjuangan.

Pro atas Ngamuknya Zumi Zola


Kalau anggota Komisi II DPR RI, punya pandangan kontra, namun reaksi netizen pun beda, seperti dua orang berikut ini, yang berkomentar dengan kontranya pendapat dia.

Handokotejo Tejo menuliskan, "Semua rakyat pasti marah mendapat pelayanan RSUD kayak begitu.dan tindakan gubernur itu tepat.orang oknum pejabat kita keluar dari gedung KPK aja ketawa ketiwi gak tau malu kok."

Muhammad Tasor Allukjaky · SMK automotif menuliskan, "Baguss zumi zola itu kok... biar ada terapi gt.. klo panggil nasehati panggil.. itu mah udah resep kuno broo.. gk akan mungkin didengerin ... ."

Berdasarkan dua pandangan diatas, ada yang pro dan kontra dengan kejadian ngamuknya Zumi Zola, sebagai pembaca Riau JOS, anda di pihak mana? jangan dijawab disini, disimpan dihati saja.

Pro-Kontra Ngamuknya Zumi Zola di RSUD Raden Mattaher Jambi

Gubernur Jambi, Zumi Zola menasehati beberapa karyawan RSUD Raden Mattaher, Jambi
Gubernur Jambi, Zumi Zola menasehati beberapa karyawan RSUD Raden Mattaher, Jambi

RiauJOS.com, TrenSosial - Gubernur Jambi, Zumi Zola mengamuk di rumah sakit umum, hal ini diketahui netizen pasca beredar video aksi Zumi memarahi pegawai rumah sakit, dan ditambah lagi semua media saat ini sedang menyoroti aksi tidak biasa ini.

Suatu malam, Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi menjadi saksi peristiwa tidak ada hujan tidak ada petir, para pegawai rumah sakit sedang terlelap tidur, tiba-tiba didatangi serombongan orang seperti sedang melakukan upaya pencarian barang hilang.

Belum sempat berkata-kata, dan mata masih lengket untuk dibuka, samar-samar terlihat sesosok ganteng  teriak-teriak mengumpulkan semua pegawai untuk dinasehati agar bekerja sungguh-sungguh, tidak tidur pada saat bertugas jaga malam.

Sontak mata yang semula lengket, menjadi berbinar karena harus mendengar nasehat pria ganteng Zumi Zola, yang sekarang menjabat Gubernur Jambi.

Zumi memasuki sebuah ruangan. Lantas terdengar seperti suara benda terjatuh diikuti suara Zumi menghardik orang-orang yang ada di ruangan tersebut yang diperkirakan dokter dan perawat jaga. "Bangun, kerja apa kalian kayak gini," ujar Zumi.

Zumi lalu meminta mereka untuk berdiri di dekat sebuah meja panjang. Di sana, Zumi memarahi sekitar empat orang dari pihak rumah sakit.

Setelah peristiwa itu, jagat YouTube penuh dengan aksinya yang banyak menuai pujian, namun juga tidak sedikit menuai kritikan.

Kontra atas Ngamuknya Zumi Zola


Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan menilai, apa yang dilakukan Zumi itu bisa jadi preseden buruk. "Pendapat saya sangat kurang pas seorang Gubernur Jambi Zumi Zola bersikap seperti itu, ini preseden buruk. Saya juga tidak tahu maksud tujuan dan efektifitasnya sejauh mana," kata Arteria di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Januari 2017 dikutip Riau JOS dari Viva.

Arteria mengingatkan, sebagai gubernur, Zumi punya alat kelengkapan dan juga kewenangan yang membuat dirinya bisa melakukan upaya korektif. Termasuk juga upaya yang lebih efektif.

"Beliau bisa panggil, tegur dan mengganti kepala rumah sakit. Beliau bisa perintahkan inspektorat untuk lakukan pengawasan. Penyimpangan pidana bisa minta bantuan Polda dan Kejaksaan. Bisa menggandeng Ombudsman Jambi untuk lakukan pengawasan dan lain-lain," ujarnya menambahkan.

Zumi diminta tidak hanya menyalahkan pegawai yang mengikuti atasan. Arteria juga meminta Zumi melihat akar masalah dari lingkungan aparatur negara, termasuk para pegawai di rumah sakit umum daerah.

"Belum lagi kalau kita bicara mafia aparatur, jangan-jangan proses rekrutmen di RSUD bermasalah dan tidak meet sistem dan bertendensi KKN. Belum bicara fasilitas standar pelayanan bagi aparatur dan lain-lain," ujar anggota dewan asal PDI Perjuangan.

Pro atas Ngamuknya Zumi Zola


Kalau anggota Komisi II DPR RI, punya pandangan kontra, namun reaksi netizen pun beda, seperti dua orang berikut ini, yang berkomentar dengan kontranya pendapat dia.

Handokotejo Tejo menuliskan, "Semua rakyat pasti marah mendapat pelayanan RSUD kayak begitu.dan tindakan gubernur itu tepat.orang oknum pejabat kita keluar dari gedung KPK aja ketawa ketiwi gak tau malu kok."

Muhammad Tasor Allukjaky · SMK automotif menuliskan, "Baguss zumi zola itu kok... biar ada terapi gt.. klo panggil nasehati panggil.. itu mah udah resep kuno broo.. gk akan mungkin didengerin ... ."

Berdasarkan dua pandangan diatas, ada yang pro dan kontra dengan kejadian ngamuknya Zumi Zola, sebagai pembaca Riau JOS, anda di pihak mana? jangan dijawab disini, disimpan dihati saja.