Social Items

Polisi telah menetapkan dua tersangka, yaitu Angga Septiawan alias Waluyo (27) dan Wahyudi alias Yudi (25). Keduanya merupakan anggota panitia Diksar Maut

RiauJOS.com, Karanganyar - Polisi memaparkan hasil visum tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang tewas setelah mengikuti Diklatsar The Great Camping (TGC) di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Para korban tewas itu umumnya mengalami luka di sekitar dada dan kepala bagian belakang.

"Sudah, kami sudah kantongi visum et repertum luka, visum et repertum mayat juga, hasil autopsi sementara juga sudah. Jadi memang hampir sekujur tubuh itu mengalami memar," kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dikutip Riau JOS dari Detik, Senin kemarin malam, 30 Januari 2017.

Namun, terhadap korban Fadli, keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi dan telah dimakamkan. Sedangkan dua korban lainnya telah diautopsi.

Ade menyebut luka-luka yang dialami para korban akibat pukulan benda tumpul. Dia mengatakan bagian tubuh di dekat organ-organ vital para korban, seperti paru-paru dan jantung, mengalami trauma.

"Ya, diperkirakan seperti itu (pukulan benda tumpul). Kemudian ada di beberapa organ vital itu, baik itu di dekat paru-paru, jantung, maupun di kepala belakang itu ada semacam ada kayak mengalami trauma gitu," ujar Ade.

Tiga mahasiswa UII yang tewas tersebut adalah Syaits Asyam (19), Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Mereka tewas setelah mengikuti Diklatsar TGC.

Tiga mahasiswa UII itu awalnya mengikuti kegiatan TGC di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017. Total peserta diksar ada 37 mahasiswa dari berbagai fakultas di UII, yang terdiri atas 34 peserta laki-laki dan 3 perempuan.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua tersangka, yaitu Angga Septiawan alias Waluyo (27) dan Wahyudi alias Yudi (25). Keduanya merupakan anggota panitia dalam kegiatan itu.

Selain itu, polisi menyita tongkat rotan dan tali pengaman untuk kegiatan mendaki gunung sebagai barang bukti yang diduga untuk menganiaya para korban. Barang bukti itu disita dari kamar kos para tersangka.

Polisi Paparkan Hasil Autopsi Mayat Korban Diksar Maut, Hampir Sekujur Tubuh Memar

Polisi telah menetapkan dua tersangka, yaitu Angga Septiawan alias Waluyo (27) dan Wahyudi alias Yudi (25). Keduanya merupakan anggota panitia Diksar Maut

RiauJOS.com, Karanganyar - Polisi memaparkan hasil visum tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang tewas setelah mengikuti Diklatsar The Great Camping (TGC) di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Para korban tewas itu umumnya mengalami luka di sekitar dada dan kepala bagian belakang.

"Sudah, kami sudah kantongi visum et repertum luka, visum et repertum mayat juga, hasil autopsi sementara juga sudah. Jadi memang hampir sekujur tubuh itu mengalami memar," kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dikutip Riau JOS dari Detik, Senin kemarin malam, 30 Januari 2017.

Namun, terhadap korban Fadli, keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi dan telah dimakamkan. Sedangkan dua korban lainnya telah diautopsi.

Ade menyebut luka-luka yang dialami para korban akibat pukulan benda tumpul. Dia mengatakan bagian tubuh di dekat organ-organ vital para korban, seperti paru-paru dan jantung, mengalami trauma.

"Ya, diperkirakan seperti itu (pukulan benda tumpul). Kemudian ada di beberapa organ vital itu, baik itu di dekat paru-paru, jantung, maupun di kepala belakang itu ada semacam ada kayak mengalami trauma gitu," ujar Ade.

Tiga mahasiswa UII yang tewas tersebut adalah Syaits Asyam (19), Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Mereka tewas setelah mengikuti Diklatsar TGC.

Tiga mahasiswa UII itu awalnya mengikuti kegiatan TGC di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017. Total peserta diksar ada 37 mahasiswa dari berbagai fakultas di UII, yang terdiri atas 34 peserta laki-laki dan 3 perempuan.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua tersangka, yaitu Angga Septiawan alias Waluyo (27) dan Wahyudi alias Yudi (25). Keduanya merupakan anggota panitia dalam kegiatan itu.

Selain itu, polisi menyita tongkat rotan dan tali pengaman untuk kegiatan mendaki gunung sebagai barang bukti yang diduga untuk menganiaya para korban. Barang bukti itu disita dari kamar kos para tersangka.