Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidato perpisahan
Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidato perpisahan di McCormick Place di Chicago, Illinois, Selasa malam, 10 Januari 2017. (Reuters/John Gress)

Obama mengingatkan hadirin bahwa prinsip dasar negara ini adalah “merangkul semuanya, dan bukan hanya sebagian.”

RiauJOS.com, Chicago - Dengan nada suara yang sedih dan lebih banyak uban di kepalanya dibandingkan delapan tahun yang lalu, Barack Obama berpidato kepada rakyat Amerika untuk terakhir kalinya sebagai presiden Selasa malam, 10 Januari 2016.

Berbicara di Chicago, tempat dia tinggal dan meniti karir politik sebelum jadi presiden, di hadapan ribuan orang yang meneriakkan “empat tahun lagi,” Obama mengatakan dia ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkomunikasi dengan rakyat yang menurut dia telah membuat dirinya jujur dan terilhami.

Katanya, rakyat Amerika telah membuat dirinya menjadi seorang presiden, seorang laki-laki, yang lebih baik, dan dia mengingatkan hadirin bahwa prinsip dasar negara ini adalah “merangkul semuanya, dan bukan hanya sebagian.”

Obama menguraikan beberapa pencapaiannya selama delapan tahun, termasuk kesetaraan perkawinan, memulihkan kembali ekonomi yang terjerumus ke dalam resesi, menewaskan seorang pemimpin teroris, dan mengakhiri program nuklir Iran. Dia menyebut Amerika Serikat sebuah tempat yang lebih kuat dibandingkan ketika dia mulai memerintah.

Lewat pengalihan kekuasaan secara damai, Obama mengatakan, demokrasi Amerika efektif hanya kalau politik di negara ini mencerminkan kesantunan rakyatnya.

Sumber: VOA Indonesia

Obama: Demokrasi Amerika Efektif dengan Politik Kesantunan

Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidato perpisahan
Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidato perpisahan di McCormick Place di Chicago, Illinois, Selasa malam, 10 Januari 2017. (Reuters/John Gress)

Obama mengingatkan hadirin bahwa prinsip dasar negara ini adalah “merangkul semuanya, dan bukan hanya sebagian.”

RiauJOS.com, Chicago - Dengan nada suara yang sedih dan lebih banyak uban di kepalanya dibandingkan delapan tahun yang lalu, Barack Obama berpidato kepada rakyat Amerika untuk terakhir kalinya sebagai presiden Selasa malam, 10 Januari 2016.

Berbicara di Chicago, tempat dia tinggal dan meniti karir politik sebelum jadi presiden, di hadapan ribuan orang yang meneriakkan “empat tahun lagi,” Obama mengatakan dia ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkomunikasi dengan rakyat yang menurut dia telah membuat dirinya jujur dan terilhami.

Katanya, rakyat Amerika telah membuat dirinya menjadi seorang presiden, seorang laki-laki, yang lebih baik, dan dia mengingatkan hadirin bahwa prinsip dasar negara ini adalah “merangkul semuanya, dan bukan hanya sebagian.”

Obama menguraikan beberapa pencapaiannya selama delapan tahun, termasuk kesetaraan perkawinan, memulihkan kembali ekonomi yang terjerumus ke dalam resesi, menewaskan seorang pemimpin teroris, dan mengakhiri program nuklir Iran. Dia menyebut Amerika Serikat sebuah tempat yang lebih kuat dibandingkan ketika dia mulai memerintah.

Lewat pengalihan kekuasaan secara damai, Obama mengatakan, demokrasi Amerika efektif hanya kalau politik di negara ini mencerminkan kesantunan rakyatnya.

Sumber: VOA Indonesia