Social Items

Saya tidak ingin lagi melihat Uus tampil di televisi, baik sebagai stand up komedian maupun host sebuah acara musik
Uus

RiauJOS.com, TrenSosial - Perbuatan Uus, komika yang mendadak jadi sorotan publik akibat berkicau tanpa tedeng aling-aling menyindir tokoh nasional, membuat netizen melanjutkan aksinya dengan mempetisi di situs change.org.

(Baca juga: Nasib Uus Pasca Berkicau Sindir Habib Rizieq untuk Beli Shampo)

Riau JOS menelusuri, Uus sudah menjadi topik utama diseluruh media, dan bahkan hampir rata-rata netizen menanggapi negatif semua kicauan Uus.

Sampai warta ini diterbitkan, Rabu tengah malam, 25 Januari 2017 pendukung petisi di boikot Uus tampil di TV sudah mencapai 18.051 orang menandatangani petisi ini, dan akan terus bertambah seiring waktu karena belum ada titik temu untuk menuntaskan dan menghentikan perbuatan Uus yang tidak sesuai dengan etika bersosial media.

Berikut isi Petisi Boikot Uus tampil di TV, dikirim oleh Fathia Azkia

Boikot Uus Tampil di TV


Saya tidak ingin lagi melihat Uus tampil di televisi, baik sebagai stand up komedian maupun host sebuah acara musik. Kenapa? 
Perilaku Uus yang seharusnya mencontohkan ciri publik figur yang baik, malah dinodainya sendiri dengan mengumbar pesan SARA disertai unsur kebencian. Bukan sekali, tapi sudah terlampau sering! 
Awalnya ia mem-posting sebuah foto di akun instagramnya, dengan caption mengkritik perempuan berhijab yang dikaitkan dengan etika. Postingan tersebut pun dihujat habis-habisan oleh netter. 
Tapi rupanya, bully-an netter tak cukup membuatnya gentar mengkritik kembali soal islam dan ulama. Padahal, dia sendiri merupakan seorang muslim.

Dan yang terbaru dan tengah hangat, dia kembali mengejek ulama besar, sekaligus menyebut istilah "islam radikal" yang dianggapnya sebagai candaan.
Hati-hati, Us! Karir dan rejeki yang Anda miliki saat ini, tak lain dan tak bukan adalah atas pertolongan Allah SWT.
Wassalam,

Menurut keterangan di change.org, petisi ini akan dikirim ke Komisi Penyiaran Indonesia, Komunitas stand up comedy, dan Front Pembela Islam

Netizen Mempetisi Boikot Uus Tampil di TV

Saya tidak ingin lagi melihat Uus tampil di televisi, baik sebagai stand up komedian maupun host sebuah acara musik
Uus

RiauJOS.com, TrenSosial - Perbuatan Uus, komika yang mendadak jadi sorotan publik akibat berkicau tanpa tedeng aling-aling menyindir tokoh nasional, membuat netizen melanjutkan aksinya dengan mempetisi di situs change.org.

(Baca juga: Nasib Uus Pasca Berkicau Sindir Habib Rizieq untuk Beli Shampo)

Riau JOS menelusuri, Uus sudah menjadi topik utama diseluruh media, dan bahkan hampir rata-rata netizen menanggapi negatif semua kicauan Uus.

Sampai warta ini diterbitkan, Rabu tengah malam, 25 Januari 2017 pendukung petisi di boikot Uus tampil di TV sudah mencapai 18.051 orang menandatangani petisi ini, dan akan terus bertambah seiring waktu karena belum ada titik temu untuk menuntaskan dan menghentikan perbuatan Uus yang tidak sesuai dengan etika bersosial media.

Berikut isi Petisi Boikot Uus tampil di TV, dikirim oleh Fathia Azkia

Boikot Uus Tampil di TV


Saya tidak ingin lagi melihat Uus tampil di televisi, baik sebagai stand up komedian maupun host sebuah acara musik. Kenapa? 
Perilaku Uus yang seharusnya mencontohkan ciri publik figur yang baik, malah dinodainya sendiri dengan mengumbar pesan SARA disertai unsur kebencian. Bukan sekali, tapi sudah terlampau sering! 
Awalnya ia mem-posting sebuah foto di akun instagramnya, dengan caption mengkritik perempuan berhijab yang dikaitkan dengan etika. Postingan tersebut pun dihujat habis-habisan oleh netter. 
Tapi rupanya, bully-an netter tak cukup membuatnya gentar mengkritik kembali soal islam dan ulama. Padahal, dia sendiri merupakan seorang muslim.

Dan yang terbaru dan tengah hangat, dia kembali mengejek ulama besar, sekaligus menyebut istilah "islam radikal" yang dianggapnya sebagai candaan.
Hati-hati, Us! Karir dan rejeki yang Anda miliki saat ini, tak lain dan tak bukan adalah atas pertolongan Allah SWT.
Wassalam,

Menurut keterangan di change.org, petisi ini akan dikirim ke Komisi Penyiaran Indonesia, Komunitas stand up comedy, dan Front Pembela Islam