Social Items

Lindsay Lohan
Lindsay Lohan

RiauJOS.com, New York - Lindsay Lohan tengah menjadi perhatian sejak dirinya dikabarkan memeluk Islam. Sebelum mengenal dan mempelajari Islam, Lindsay pun memiliki cerita hidup yang begitu pelik, mulai dari narkoba, alkohol, penjara juga kisah cinta yang memilukan di mana ia ditingalkan dan hampir dibunuh oleh kekasihnya, Egor Tarabasov pada 2016 lalu.

Wanita kelahiran New York, 2 Juli 1986 ini memulai kariernya sebagai artis cilik dan menjadi model, sebelum akhirnya ia bermain di film Mean Girls. Selain itu, Lindsay pun sempat merilis album berjudul Talk pada 2014 lalu dan mendapatkan platinum.

Kesuksesan Lindsay sebagai bintang Hollywood pun membawanya popularitas dan pergaulan yang luas, hingga membawanya mengenal narkoba dan alkohol. Melansir Biography, pada 24 Juli 2007, Lindsay ditangkap polisi di Santa Monica karena dituduh ingin mencelakakan ibu dari asisten pribadinya.

Dalam pemeriksaannya, Lindsay pun diketahui memiliki kokain dibawah 0,05 gram. Setelah pemeriksaan tersebut, ia pun didakwa dengan tuduhan mengemudi dibawah pengaruh obat dan mengemudi dengan lalai.

Atas kasus tersebut, Lindsay pun mendapat hukuman empat hari penjara, namun hukuman tersebut berubah seiring dengan keberatan yang diajukan Lindsay. Ia akhirnya mendapat hukuman 1 hari penjara dan melakukan tugas pelayanan masyarakan di kamar mayat dan ruang UGD rumah sakit selama sepuluh hari, di mana tiap harinya ia harus bertugas selama 84 menit.

Penderitaannya sebagai pecandu alkohol dan narkoba pun masih berlanjut, sampai akhirnya ia menyerahkan diri untuk menjalani rehabilitasi pada tahun 2007 dan bertekad untuk lepas dari berbagai ketergantungan tersebut. Selain kecanduan alkohol dan narkoba, Lindsay pun dilaporkan menderita bulimia, sebuah penyakit yang disebabkan oleh kondisi psikologi seseorang. Dalam kasusnya, penyakit tersebut akan memebuat seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan dan kembali mengeluarkannya.

Namun, itu hanyalah bagian dari masa lalu Lindsay Lohan. Aktris Amerika berusia 30 tahun ini pun kini telah bertekad untuk membenahi hidupnya dengan melakukan banyak hal positif dan meningkatkan spiritualitasnya.

Pada 2015 lalu, Lindsay Lohan tertangkap kamera tengah membawa Al Quran, dan ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang yang terbuka untuk mempelajari berbagai agama termasuk Islam. Kedekatan Lindsay pada Islam pun semakin terlihat, saat ia mengaku mendapat pengalaman spiritual yang berbeda saat mempelajari Al Quran.

"Al Quran telah membukakan pintu untukku mendapatkan pengalaman spiritual, menemukan arti yang sesungguhnya. Inilah diriku," katanya dilansir dari laman Morocco World News.

Baru-baru Lindsay Lohan pun kembali dikabarkan telah memeluk Islam, setelah ia menuliskan 'Alaikum Salam' di akun Instagramnya, dan menghapus seluruh foto yang pernah diunggahnya hingga menimbulkan spekulasi bahwa ia telah berpindah keyakinan, mengingat dirinya telah mendalami Islam sejak lama. Ia pun telah menjadi relawan untuk para korban perang Suriah dan rela memberikan seluruh waktu liburan akhir tahunnya untuk mereka.

Masa Lalu Lindsay Lohan hingga Mengenal Islam

Lindsay Lohan
Lindsay Lohan

RiauJOS.com, New York - Lindsay Lohan tengah menjadi perhatian sejak dirinya dikabarkan memeluk Islam. Sebelum mengenal dan mempelajari Islam, Lindsay pun memiliki cerita hidup yang begitu pelik, mulai dari narkoba, alkohol, penjara juga kisah cinta yang memilukan di mana ia ditingalkan dan hampir dibunuh oleh kekasihnya, Egor Tarabasov pada 2016 lalu.

Wanita kelahiran New York, 2 Juli 1986 ini memulai kariernya sebagai artis cilik dan menjadi model, sebelum akhirnya ia bermain di film Mean Girls. Selain itu, Lindsay pun sempat merilis album berjudul Talk pada 2014 lalu dan mendapatkan platinum.

Kesuksesan Lindsay sebagai bintang Hollywood pun membawanya popularitas dan pergaulan yang luas, hingga membawanya mengenal narkoba dan alkohol. Melansir Biography, pada 24 Juli 2007, Lindsay ditangkap polisi di Santa Monica karena dituduh ingin mencelakakan ibu dari asisten pribadinya.

Dalam pemeriksaannya, Lindsay pun diketahui memiliki kokain dibawah 0,05 gram. Setelah pemeriksaan tersebut, ia pun didakwa dengan tuduhan mengemudi dibawah pengaruh obat dan mengemudi dengan lalai.

Atas kasus tersebut, Lindsay pun mendapat hukuman empat hari penjara, namun hukuman tersebut berubah seiring dengan keberatan yang diajukan Lindsay. Ia akhirnya mendapat hukuman 1 hari penjara dan melakukan tugas pelayanan masyarakan di kamar mayat dan ruang UGD rumah sakit selama sepuluh hari, di mana tiap harinya ia harus bertugas selama 84 menit.

Penderitaannya sebagai pecandu alkohol dan narkoba pun masih berlanjut, sampai akhirnya ia menyerahkan diri untuk menjalani rehabilitasi pada tahun 2007 dan bertekad untuk lepas dari berbagai ketergantungan tersebut. Selain kecanduan alkohol dan narkoba, Lindsay pun dilaporkan menderita bulimia, sebuah penyakit yang disebabkan oleh kondisi psikologi seseorang. Dalam kasusnya, penyakit tersebut akan memebuat seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan dan kembali mengeluarkannya.

Namun, itu hanyalah bagian dari masa lalu Lindsay Lohan. Aktris Amerika berusia 30 tahun ini pun kini telah bertekad untuk membenahi hidupnya dengan melakukan banyak hal positif dan meningkatkan spiritualitasnya.

Pada 2015 lalu, Lindsay Lohan tertangkap kamera tengah membawa Al Quran, dan ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang yang terbuka untuk mempelajari berbagai agama termasuk Islam. Kedekatan Lindsay pada Islam pun semakin terlihat, saat ia mengaku mendapat pengalaman spiritual yang berbeda saat mempelajari Al Quran.

"Al Quran telah membukakan pintu untukku mendapatkan pengalaman spiritual, menemukan arti yang sesungguhnya. Inilah diriku," katanya dilansir dari laman Morocco World News.

Baru-baru Lindsay Lohan pun kembali dikabarkan telah memeluk Islam, setelah ia menuliskan 'Alaikum Salam' di akun Instagramnya, dan menghapus seluruh foto yang pernah diunggahnya hingga menimbulkan spekulasi bahwa ia telah berpindah keyakinan, mengingat dirinya telah mendalami Islam sejak lama. Ia pun telah menjadi relawan untuk para korban perang Suriah dan rela memberikan seluruh waktu liburan akhir tahunnya untuk mereka.