Kapal pengangkut ratusan penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Zahro Express, hangus seluruhnya akibat terbakar di tengah laut pada Minggu pagi, 1 Januari 2017 [Kompas]

RiauJOS.com, Jakarta - Kapal pengangkut ratusan penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Zahro Express, hangus seluruhnya akibat terbakar di tengah laut pada Minggu pagi, 1 Januari 2017

Tidak ada yang tersisa dari bagian atas kapal, tinggal bagian dasar kapal dengan warna hitam pekat tanda hangus terbakar.

Diwartakan Tribunnews, dikutip dari Kompas, di Pelabuhan Muara Angke, tempat kapal bersandar, sekitar 90 persen bagian kapal terbakar.

Semua bagian atas kapal, seperti buritan, tempat penumpang, hingga tempat nahkoda mengemudikan kapal hangus semua. Tidak terkecuali bagian mesin kapal di ujung sebelah belakang ikut hangus. Hanya beberapa bilah kayu yang masih terlihat warna cokelat terang di beberapa sisinya.

Petugas SAR gabungan di lokasi sempat menggali puing material kapal yang terbakar dengan sekop. Dari beberapa kali penggalian, nampak puing yang terbakar menumpuk cukup tinggi, hingga setengah gagang sekop tersebut dapat masuk ke dalamnya.

Ketika petugas mengangkat jenazah penumpang yang ikut hangus terbakar, beberapa kali bagian dari kapal tersebut masih mengeluarkan api. Petugas pun harus menyiram air laut ke bagian terbakar, walaupun asapnya masih nampak meski apinya telah padam.

Kebakaran kapal Zahro Express pada Minggu pagi menyebabkan tiga penumpangnya meninggal dunia. Selain itu, 17 penumpang lainnya hingga pukul 01.00 WIB dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

Adapun sebanyak 153 penumpang selamat telah dievakuasi ke daratan. Beberapa di antaranya sedang dirawat di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara, karena mengalami luka-luka.

Para penumpang di kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 mereka dengan berekreasi ke Pulau Tidung.

Tidak Ada Pemberitahuan Ke Penumpang Saat Zahro Express Terbakar


Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengaku mendapat laporan bahwa penumpang kapal Zahro Express tidak mendapat pemberitahuan saat terjadi kebakaran.

"Menurut beberapa korban tadi, tiba-tiba saja ada asap tebal hingga di dalam kapal sangat gelap. Dalam kondisi seperti itu tidak ada pemberitahuan apapun dari petugas," katanya saat mengunjungi korban kebakaran kapal wisata Zahro Exspres yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Atma Jaya, Pluit, Jakarta Utara, Minggu ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Soni mengaku belum bisa mengungkapkan secara pasti penyebab kebakaran kapal wisata itu. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat penyebabnya bisa diketahui, sekarang sedang dilakukan penyelidikan oleh Polda Metro Jaya," ujarnya, dikutip RMOL Jakarta

Kapal wisata Zahro Express terbakar di perairan Jakarta, 1 mil arah barat Dermaga Muara Angke, pukul 09.24 WIB pagi tadi. Kabarnya 23 korban meninggal, 17 luka dan 20 orang belum ditemukan serta 194 selamat.

Semula kapal itu mengangkut penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Polisi menyatakan banyak penumpang kapal lompat ke laut tanpa menggunakan pelampung ketika kebakaran terjadi

Jumlah Penumpang Zahro Express Masih Sesuai Kapasitas


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kapal Zahro Express yang terbakar dan menewaskan 23 korban jiwa tidaklah mengalami kelebihan kapasitas muatan, karena jumlah penumpang masih di bawah ambang batas yang diperkenankan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono memberikan keterangan ini dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Januari 2016 diwartakan Detik.

Tonny menjelaskan, kapal yang hendak menuju Pulau Tidung Kepulauan Seribu itu mengangkut 184 orang, termasuk enam orang anak buah kapal (ABK). Adapun kapasitas kapal adalah 285 orang. "Jadi masih di bawah kapasitas dari kapal tersebut," Ujarnya.

Dari jumlah 184 orang, penumpang selamat dinyatakan sebanyak 130 orang. Korban meninggal dunia 23 orang, sedangkan korban luka-luka tersebar di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Atma Jaya ada 22 orang, di RS Pelabuhan Tanjung Priok 2 orang, RS Pluit tujuh orang. Namun ada 20 orang yang belum teridentifikasi.

"Ungkapan bela sungkawa kepada seluruh korban terbakarnya kapal penumpang KM Zahro Express," ucap Tonny kepada korban.

Kemenhub Terjunkan 5 Penyelam Cari Korban Hilang Zahro Express


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerjunkan lima penyelam untuk mencari korban kapal penumpang Zahro Express yang masih hilang.

Akibat musibah kebakaran kapal yang terbakar pada Minggu pagi, 23 orang meninggal dunia dan 17 lainnya masih dinyatakan hilang.

“Kami turunkan penyelam besok pagi untuk menemukan korban yang belum ditemukan,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Viktor Subroto di Kantor Kemenhub, Minggu malam, diwartakan Kompas.

Ia menambahkan, Direktorat KPLP juga akan meneliti kelengkapan dokumen izin pelayaran yang dimiliki kapal tersebut, guna mengetahui apakah ada kesalahan di dalam pemberian izin pelayaran kepada kapal atau tidak.

“Apakah ada yang tidak sesuai prosedur. Kami juga akan ramp check di Muara Angke apakah sesuai prosedur,” kata Viktor.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Hubungan Laut telah mengirimkan Kapal Patroli KN P.348 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok dan KN 355 dari KSOP Kepulauan Seribu untuk proses evakuasi, dan dikerahkan juga dua unit pompa yang standby di dermaga dan 1 unit Fire Boat.

Kapal Zahro Express terbakar saat beranjak dari salah satu pelabuhan di Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Penumpang kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 dengan rekreasi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 23 orang meninggal dunia akibat kebakaran Kapal Motor (KM) Zahro Express pada Minggu pagi.

Jumlah penumpang yang dinyatakan hilang ada 17 orang, sedangkan jumlah korban yang mengalami luka ada 17 orang, dan 194 penumpang yang dipastikan selamat. Selanjutnya, Kemenhub akan berkoordinasi dengan stakeholders yang kompeten.

Warta ini, masih dalam proses melengkapi materi...

Mengenaskan.. Hendak Liburan ke Pulau Tidung, Kapal Zahro Express Hangus Terbakar Ditengah Laut

Kapal pengangkut ratusan penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Zahro Express, hangus seluruhnya akibat terbakar di tengah laut pada Minggu pagi, 1 Januari 2017 [Kompas]

RiauJOS.com, Jakarta - Kapal pengangkut ratusan penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Zahro Express, hangus seluruhnya akibat terbakar di tengah laut pada Minggu pagi, 1 Januari 2017

Tidak ada yang tersisa dari bagian atas kapal, tinggal bagian dasar kapal dengan warna hitam pekat tanda hangus terbakar.

Diwartakan Tribunnews, dikutip dari Kompas, di Pelabuhan Muara Angke, tempat kapal bersandar, sekitar 90 persen bagian kapal terbakar.

Semua bagian atas kapal, seperti buritan, tempat penumpang, hingga tempat nahkoda mengemudikan kapal hangus semua. Tidak terkecuali bagian mesin kapal di ujung sebelah belakang ikut hangus. Hanya beberapa bilah kayu yang masih terlihat warna cokelat terang di beberapa sisinya.

Petugas SAR gabungan di lokasi sempat menggali puing material kapal yang terbakar dengan sekop. Dari beberapa kali penggalian, nampak puing yang terbakar menumpuk cukup tinggi, hingga setengah gagang sekop tersebut dapat masuk ke dalamnya.

Ketika petugas mengangkat jenazah penumpang yang ikut hangus terbakar, beberapa kali bagian dari kapal tersebut masih mengeluarkan api. Petugas pun harus menyiram air laut ke bagian terbakar, walaupun asapnya masih nampak meski apinya telah padam.

Kebakaran kapal Zahro Express pada Minggu pagi menyebabkan tiga penumpangnya meninggal dunia. Selain itu, 17 penumpang lainnya hingga pukul 01.00 WIB dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

Adapun sebanyak 153 penumpang selamat telah dievakuasi ke daratan. Beberapa di antaranya sedang dirawat di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara, karena mengalami luka-luka.

Para penumpang di kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 mereka dengan berekreasi ke Pulau Tidung.

Tidak Ada Pemberitahuan Ke Penumpang Saat Zahro Express Terbakar


Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengaku mendapat laporan bahwa penumpang kapal Zahro Express tidak mendapat pemberitahuan saat terjadi kebakaran.

"Menurut beberapa korban tadi, tiba-tiba saja ada asap tebal hingga di dalam kapal sangat gelap. Dalam kondisi seperti itu tidak ada pemberitahuan apapun dari petugas," katanya saat mengunjungi korban kebakaran kapal wisata Zahro Exspres yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Atma Jaya, Pluit, Jakarta Utara, Minggu ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Soni mengaku belum bisa mengungkapkan secara pasti penyebab kebakaran kapal wisata itu. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat penyebabnya bisa diketahui, sekarang sedang dilakukan penyelidikan oleh Polda Metro Jaya," ujarnya, dikutip RMOL Jakarta

Kapal wisata Zahro Express terbakar di perairan Jakarta, 1 mil arah barat Dermaga Muara Angke, pukul 09.24 WIB pagi tadi. Kabarnya 23 korban meninggal, 17 luka dan 20 orang belum ditemukan serta 194 selamat.

Semula kapal itu mengangkut penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Polisi menyatakan banyak penumpang kapal lompat ke laut tanpa menggunakan pelampung ketika kebakaran terjadi

Jumlah Penumpang Zahro Express Masih Sesuai Kapasitas


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kapal Zahro Express yang terbakar dan menewaskan 23 korban jiwa tidaklah mengalami kelebihan kapasitas muatan, karena jumlah penumpang masih di bawah ambang batas yang diperkenankan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono memberikan keterangan ini dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Januari 2016 diwartakan Detik.

Tonny menjelaskan, kapal yang hendak menuju Pulau Tidung Kepulauan Seribu itu mengangkut 184 orang, termasuk enam orang anak buah kapal (ABK). Adapun kapasitas kapal adalah 285 orang. "Jadi masih di bawah kapasitas dari kapal tersebut," Ujarnya.

Dari jumlah 184 orang, penumpang selamat dinyatakan sebanyak 130 orang. Korban meninggal dunia 23 orang, sedangkan korban luka-luka tersebar di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Atma Jaya ada 22 orang, di RS Pelabuhan Tanjung Priok 2 orang, RS Pluit tujuh orang. Namun ada 20 orang yang belum teridentifikasi.

"Ungkapan bela sungkawa kepada seluruh korban terbakarnya kapal penumpang KM Zahro Express," ucap Tonny kepada korban.

Kemenhub Terjunkan 5 Penyelam Cari Korban Hilang Zahro Express


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerjunkan lima penyelam untuk mencari korban kapal penumpang Zahro Express yang masih hilang.

Akibat musibah kebakaran kapal yang terbakar pada Minggu pagi, 23 orang meninggal dunia dan 17 lainnya masih dinyatakan hilang.

“Kami turunkan penyelam besok pagi untuk menemukan korban yang belum ditemukan,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Viktor Subroto di Kantor Kemenhub, Minggu malam, diwartakan Kompas.

Ia menambahkan, Direktorat KPLP juga akan meneliti kelengkapan dokumen izin pelayaran yang dimiliki kapal tersebut, guna mengetahui apakah ada kesalahan di dalam pemberian izin pelayaran kepada kapal atau tidak.

“Apakah ada yang tidak sesuai prosedur. Kami juga akan ramp check di Muara Angke apakah sesuai prosedur,” kata Viktor.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Hubungan Laut telah mengirimkan Kapal Patroli KN P.348 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok dan KN 355 dari KSOP Kepulauan Seribu untuk proses evakuasi, dan dikerahkan juga dua unit pompa yang standby di dermaga dan 1 unit Fire Boat.

Kapal Zahro Express terbakar saat beranjak dari salah satu pelabuhan di Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Penumpang kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 dengan rekreasi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 23 orang meninggal dunia akibat kebakaran Kapal Motor (KM) Zahro Express pada Minggu pagi.

Jumlah penumpang yang dinyatakan hilang ada 17 orang, sedangkan jumlah korban yang mengalami luka ada 17 orang, dan 194 penumpang yang dipastikan selamat. Selanjutnya, Kemenhub akan berkoordinasi dengan stakeholders yang kompeten.

Warta ini, masih dalam proses melengkapi materi...