Social Items

Mengenakan setelan sarung dan jas hitam, Presiden Jokowi bertandang ke Pondok Pesantren At-Taufiqy di Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 8 Januari 2017 [Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden]

RiauJOS.com, Pekalongan - Ada yang berbeda dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di awal tahun 2017 ini. Perbedaan nampak dari gaya busana Presiden. Jika biasanya mengenakan kemeja putih atau batik lengan panjang ketika blusukan, saat ke Pekalongan, Presiden Jokowi memilih memakai jas, sarung, dan berpeci.

Selama sehari penuh berkegiatan di Pekalongan, Jawa Tengah, Jokowi nampak nyaman memakai sarung dan jas. Padahal dari pagi hingga sore ia mendatangi berbagai acara. Presiden tak berganti busana meski udara panas.

Saat dikonfirmasi, ia mengatakan mesti menyesuaikan gaya berbusananya dengan tempat yang dikunjungi. "Habis dari dua pondok pesantren," kata Presiden Jokowi di acara pembagian Kartu Indonesia Pintar, Pekalongan, Ahad, 8 Januari 2017 diwartakan Tempo.

Namun, ketika ditanya merek sarung yang dipakai, ia menjawab tidak tahu. "Masa saya harus copot sarungnya," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mengawali kunjungan kerja di Pekalongan, Jokowi dan rombongan mendatangi dua agenda bertema Islam. Pertama, silaturahim bersama para santri di Pondok Pesantren At-Taufiqy yang berada di Kecamatan Wonopringgo. Kedua, perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di kediaman Habib Luthfi bin Yahya.

Dari acara maulid, Presiden Jokowi mendatangi acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak yatim dan Program Keluarga Harapan di Kelurahan Pringrejo. Sebanyak 236 KIP untuk anak yatim disalurkan. Bagi siswa Sekolah Dasar dana yang diterima sebesar Rp 450.000.

Lalu pelajar SMP sebesar Rp 750.000 dan siswa SMA/SMK senilai Rp 1 juta. "Jangan dipakai beli pulsa dan merokok. Nanti langsung dicabut kalau dipakai buat itu," ucap Jokowi.

Setelah acara pembagian KIP, rombongan Presiden bergeser ke kawasan Pelabuhan Pekalongan. Di sana ratusan anak SD, ibu-ibu dan wanita hamil sudah menanti. Dengan didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Jokowi membagikan makanan tambahan, berupa biskuit dan bahan makanan pokok.

Besok, Presiden diagendakan mengunjungi Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jokowi akan menghabiskan waktu dua hari untuk kunjungan kerja di Jawa Tengah.

Sumber: Tempo

Jokowi Seharian Sarungan Saat Blusukan di Pekalongan

Mengenakan setelan sarung dan jas hitam, Presiden Jokowi bertandang ke Pondok Pesantren At-Taufiqy di Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 8 Januari 2017 [Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden]

RiauJOS.com, Pekalongan - Ada yang berbeda dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di awal tahun 2017 ini. Perbedaan nampak dari gaya busana Presiden. Jika biasanya mengenakan kemeja putih atau batik lengan panjang ketika blusukan, saat ke Pekalongan, Presiden Jokowi memilih memakai jas, sarung, dan berpeci.

Selama sehari penuh berkegiatan di Pekalongan, Jawa Tengah, Jokowi nampak nyaman memakai sarung dan jas. Padahal dari pagi hingga sore ia mendatangi berbagai acara. Presiden tak berganti busana meski udara panas.

Saat dikonfirmasi, ia mengatakan mesti menyesuaikan gaya berbusananya dengan tempat yang dikunjungi. "Habis dari dua pondok pesantren," kata Presiden Jokowi di acara pembagian Kartu Indonesia Pintar, Pekalongan, Ahad, 8 Januari 2017 diwartakan Tempo.

Namun, ketika ditanya merek sarung yang dipakai, ia menjawab tidak tahu. "Masa saya harus copot sarungnya," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mengawali kunjungan kerja di Pekalongan, Jokowi dan rombongan mendatangi dua agenda bertema Islam. Pertama, silaturahim bersama para santri di Pondok Pesantren At-Taufiqy yang berada di Kecamatan Wonopringgo. Kedua, perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di kediaman Habib Luthfi bin Yahya.

Dari acara maulid, Presiden Jokowi mendatangi acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak yatim dan Program Keluarga Harapan di Kelurahan Pringrejo. Sebanyak 236 KIP untuk anak yatim disalurkan. Bagi siswa Sekolah Dasar dana yang diterima sebesar Rp 450.000.

Lalu pelajar SMP sebesar Rp 750.000 dan siswa SMA/SMK senilai Rp 1 juta. "Jangan dipakai beli pulsa dan merokok. Nanti langsung dicabut kalau dipakai buat itu," ucap Jokowi.

Setelah acara pembagian KIP, rombongan Presiden bergeser ke kawasan Pelabuhan Pekalongan. Di sana ratusan anak SD, ibu-ibu dan wanita hamil sudah menanti. Dengan didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Jokowi membagikan makanan tambahan, berupa biskuit dan bahan makanan pokok.

Besok, Presiden diagendakan mengunjungi Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jokowi akan menghabiskan waktu dua hari untuk kunjungan kerja di Jawa Tengah.

Sumber: Tempo