Social Items

Siaran langsung Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017
Siaran langsung Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017

RiauJOS.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo hadir pada Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 dan penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa yatim piatu di Jakarta International Expo, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

Kegiatan itu disiarkan langsung  melalui halaman facebook, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Seperti kebiasaan sebelumnya, jika bertemu dengan anak-anak sekolah, presiden Joko Widodo selalu saja memberikan kuis dengan hadiah utama Sepeda, dan uang saku. Kegiatan ini, sudah menjadi tradisi presiden setiap kali menjumpai anak-anak sekolah, dan sesi kuis selalu saja menarik perhatian para hadirin.

Banyak kelucuan disana, seperti para siswa diminta menyebutkan nama-nama provinsi yang ada di Indonesia. "Di Indonesia ada 34 Provinsi, coba sebutkan tiga saja?," tanya presiden kepada Siswa.

Jika jawaban betul, presiden langsung berkomentar, "Betul, ambil sepedanya...", ujarnya disambut gelak tawa seisi ruang.

Berikut isi pidato presiden Joko Widodo saat membuka acara ini.

Sekolah hanya legalistik, mengejar ijazah.

Perubahan kultur budaya mulai menyerang kita, baik budaya barat maupun budaya yang lain.

Saya ingin ingatkan, perang fisik sudah ditinggalkan, sekarang yang terjadi bukan pengusaaan teritori, tapi penguasaan sumber daya alam.

Anak-anak membawa nilai-nilai budi pekerti, kesantunan dan kesopanan perlu disampaikan ke anak-anak.

Negara perang dengan negara lain, dimulai dari penyerangan ideologi, mentalitas, sosial budaya, hati-hati..

Yang akan terjadi nantinya, perang budaya, perang ekonomi, perang keuangan, perang informasi. Perang dalam membangun sebuah persepsi.

Inilah, agar anak-anak kita, kita bekali dengan karakter-karakter keindonesiaan yang baik, sehingga masuknya budaya, finansial betul-betul bisa kita pagari anak-anak kita, agar tidak terbawa arus negara lain.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin agar pendidikan kita, pertama, yang namanya ekstrakurikuler diwajibkan untuk kegiatan. kemudian kegiatan kemasyaarakatan dan sosial, bisa dirancang, misal mengunjungi panti jompo, bersih-bersih kampung sekitar sekolah, supaya anak-anak punya rasa sosial budaya disekolah.

Hal-hal seperti ini yang mulai kita tinggalkan, sehingga kita lupa membangun dan memupuk rasa sosial budaya.

Dari sisi memiliki kemampuan, anak-anak diajak ke provinsi lain, untuk mengenalkan saudara-saudara yang ada di provinsi lain.

Pas masuk kelas, perlu diingatkan, sebelum pelajaran, tolong diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Pancasila, selalu diajarkan, kalau tidak, kita lupa.

Lupa kalau kita punya lebih dari 300 suku, kebhinekan seperti ini yang perlu kita ingatkan kepada anak-anak.

Indonesia raya, dan Pancasila terus kita ingatkan kepada anak-anak.


Lomba-lomba untuk anak-anak, dulu setiap semeseter pasti ada, sekarang kita lihat tidak banyak dilakukan, baik lomba olahraga, melukis, misal lomba yang agak modern, membikin lomba bikin video, lomba bikin blog, lomba membuat aplikasi, karena anggaran pendidikan tidak sedikit, anggaran lebih dari 400 triliun

Kalau arahnya tidak tepat sasaran, banyak yang percuma.

Mengenai penguasaan IT, kedepan penguasaan IT sangat baik sekali, untuk memagari anak-anak,

Misal, ajari ms word, ms excel, apapun sangat berguna bagi anak-anak didik kita.

Yang saya sampaikan, dirumuskan kedalam pemikiran yang lebih komprehensif.

Saya ingin, agar anak-anak kita dapat memenangkan kompetisi dalam era persaingan yang sangat ketat sekali.

Perkembangan media sosial, pengaruhnya besar sekali, kadang yang mendidik anak-anak kita media sosial.

Padahal belum tentu, kebenerannnya, banyak hal yang bohong, dan tidak benar.

Perlu menyaring, jika tidak hati-hati, 

Kedua, vokasional school, sekolah kejuruan, tenaga kerja sekarang ini, 42,5% lulusan SD, 66% SD SMP, 80% SMP SMA,

SDM perlu disiapkan, karena ada bonus demografi, angkatan kerja terbanyak di dunia, tapi kalau kualitas tidak disiapkan, akan menajadi bumerang bagi bangsa.

Saya mendapatkan laporan, guru SMK guru-guru pelatih masih sangat kurang, 80% banyak guru normatif.

Setelah menyampaikan pidato sambutan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda kegitan sudah dibuka secara resmi oleh presiden.

Jokowi Minta Perbanyak Lomba-lomba untuk Anak Sekolah, Misal Lomba Bikin Video, Bikin Blog, Bikin Aplikasi

Siaran langsung Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017
Siaran langsung Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017

RiauJOS.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo hadir pada Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 dan penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa yatim piatu di Jakarta International Expo, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

Kegiatan itu disiarkan langsung  melalui halaman facebook, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Seperti kebiasaan sebelumnya, jika bertemu dengan anak-anak sekolah, presiden Joko Widodo selalu saja memberikan kuis dengan hadiah utama Sepeda, dan uang saku. Kegiatan ini, sudah menjadi tradisi presiden setiap kali menjumpai anak-anak sekolah, dan sesi kuis selalu saja menarik perhatian para hadirin.

Banyak kelucuan disana, seperti para siswa diminta menyebutkan nama-nama provinsi yang ada di Indonesia. "Di Indonesia ada 34 Provinsi, coba sebutkan tiga saja?," tanya presiden kepada Siswa.

Jika jawaban betul, presiden langsung berkomentar, "Betul, ambil sepedanya...", ujarnya disambut gelak tawa seisi ruang.

Berikut isi pidato presiden Joko Widodo saat membuka acara ini.

Sekolah hanya legalistik, mengejar ijazah.

Perubahan kultur budaya mulai menyerang kita, baik budaya barat maupun budaya yang lain.

Saya ingin ingatkan, perang fisik sudah ditinggalkan, sekarang yang terjadi bukan pengusaaan teritori, tapi penguasaan sumber daya alam.

Anak-anak membawa nilai-nilai budi pekerti, kesantunan dan kesopanan perlu disampaikan ke anak-anak.

Negara perang dengan negara lain, dimulai dari penyerangan ideologi, mentalitas, sosial budaya, hati-hati..

Yang akan terjadi nantinya, perang budaya, perang ekonomi, perang keuangan, perang informasi. Perang dalam membangun sebuah persepsi.

Inilah, agar anak-anak kita, kita bekali dengan karakter-karakter keindonesiaan yang baik, sehingga masuknya budaya, finansial betul-betul bisa kita pagari anak-anak kita, agar tidak terbawa arus negara lain.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin agar pendidikan kita, pertama, yang namanya ekstrakurikuler diwajibkan untuk kegiatan. kemudian kegiatan kemasyaarakatan dan sosial, bisa dirancang, misal mengunjungi panti jompo, bersih-bersih kampung sekitar sekolah, supaya anak-anak punya rasa sosial budaya disekolah.

Hal-hal seperti ini yang mulai kita tinggalkan, sehingga kita lupa membangun dan memupuk rasa sosial budaya.

Dari sisi memiliki kemampuan, anak-anak diajak ke provinsi lain, untuk mengenalkan saudara-saudara yang ada di provinsi lain.

Pas masuk kelas, perlu diingatkan, sebelum pelajaran, tolong diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Pancasila, selalu diajarkan, kalau tidak, kita lupa.

Lupa kalau kita punya lebih dari 300 suku, kebhinekan seperti ini yang perlu kita ingatkan kepada anak-anak.

Indonesia raya, dan Pancasila terus kita ingatkan kepada anak-anak.


Lomba-lomba untuk anak-anak, dulu setiap semeseter pasti ada, sekarang kita lihat tidak banyak dilakukan, baik lomba olahraga, melukis, misal lomba yang agak modern, membikin lomba bikin video, lomba bikin blog, lomba membuat aplikasi, karena anggaran pendidikan tidak sedikit, anggaran lebih dari 400 triliun

Kalau arahnya tidak tepat sasaran, banyak yang percuma.

Mengenai penguasaan IT, kedepan penguasaan IT sangat baik sekali, untuk memagari anak-anak,

Misal, ajari ms word, ms excel, apapun sangat berguna bagi anak-anak didik kita.

Yang saya sampaikan, dirumuskan kedalam pemikiran yang lebih komprehensif.

Saya ingin, agar anak-anak kita dapat memenangkan kompetisi dalam era persaingan yang sangat ketat sekali.

Perkembangan media sosial, pengaruhnya besar sekali, kadang yang mendidik anak-anak kita media sosial.

Padahal belum tentu, kebenerannnya, banyak hal yang bohong, dan tidak benar.

Perlu menyaring, jika tidak hati-hati, 

Kedua, vokasional school, sekolah kejuruan, tenaga kerja sekarang ini, 42,5% lulusan SD, 66% SD SMP, 80% SMP SMA,

SDM perlu disiapkan, karena ada bonus demografi, angkatan kerja terbanyak di dunia, tapi kalau kualitas tidak disiapkan, akan menajadi bumerang bagi bangsa.

Saya mendapatkan laporan, guru SMK guru-guru pelatih masih sangat kurang, 80% banyak guru normatif.

Setelah menyampaikan pidato sambutan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda kegitan sudah dibuka secara resmi oleh presiden.