Social Items

Deklarasi Masyarakat Anti Hoax
Deklarasi Masyarakat Anti Hoax

Editorial Riau JOS, Minggu, 8 Januari 2017

Hari ini, ingatan kita dipenuhi dengan kabar perlawanan terhadap hoax, Riau JOS mencatat, sudah beberapa kali pemerintah menyatakan perang terhadap hoax, bahkan akan melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang dianggap sebagai penyebar hoax.

Minggu pagi, sudah tercatat 7 daerah menggelar deklarasi anti hoax secara serentak, yang menjadi persoalan, apakah si panitia deklarasi dan orang-orang yang terlibat dalam deklarasi paham betul apa itu hoax, atau jangan-jangan hanya ikut-ikutan melakukan perlawanan terhadap hoax tanpa mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang perjalanan hoax itu sendiri.

Editorial kali ini, Riau JOS mencoba menelusuri informasi lengkap tentang sejarah hoax, kemudian menemukan sebuah blog yang mengupas tuntas hoax dan semua yang berhubungan dengan perjalanan hoax. Berikut hasilnya. Silakan baca selengkapnya, untuk mendapatkan pengetahuan lengkap tentang hoax, membacalah, agar tidak terombang-ambing dengan kabar yang terus menyudutkan pihak lain yang dipandang hoax.

Yang menarik untuk dikupas disini, beberapa hari yang lalu, pemberitaan nasional digemparkan dengan sebuah berita tentang dinobatkannya presiden Joko Widodo menjadi pemimpin terbaik se-Asia dan Australia, namun setelah dikonfirmasi dengan penulis berita pertama, menyebutkan bahwa tidak pernah menobatkan presiden Joko Widodo seperti berita yang beredar di Indonesia.

Lucunya, media-media besar di Indonesia seolah membuat hoax, jika definisi hoax sebatas membuat berita bohong. Hampir merata pemberitaan media tingkat nasional membuat versi pemberitaan yang berbeda dengan pendapat aslinya, dari Bloomberg, media terbesar di Inggris Raya.

Agar tidak terkecoh seperti media raksasa di Indonesia, silakan membaca ulasan lengkap ini, bersumber dari Sekoci.org. Silakan membaca, dan temukan kejernihan tentang hoax disini.


Definisi Hoax dan Perjalanan Sejarahnya


Anda mungkin telah mengetahui tentang hoax yang sekarang ini sedang tren dan dianggap sebagai musuh terbesar pengguna internet dan jejaring sosial. Namun apakah Anda mengetahui definisi hoax yang sebenarnya dan juga sejarahnya hingga sekarang menjadi sangat populer? Berikut pemaparan tentang hoax secara luas untuk Anda ketahui dan mungkin Anda juga berminat untuk menjadi debunker.

Sejarah Hoax


Hoax (baca: Hoks) adalah sebuah tipuan dan kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran, istilah ini populer di internet dan media sosial karena peredaran hoax memang lebih mudah berkembang di internet dan media sosial.

Kata "hoax" berawal dari "hocus pocus" yang berasal dari bahasa latin "hoc est corpus" yang artinya "ini adalah tubuh". Kata ini awalnya digunakan oleh penyihir untuk mengklaim kebenaran, padahal sebenarnya mereka sedang berdusta.

Hocus digunakan untuk menipu yang digunakan untuk sihir atau mantra para penyihir dan pesulap jaman dahulu. Kata "hoax" sendiri didefinisikan sebagai tipuan berasal dari Thomas Ady dalam bukunya candle in the dark (tahun 1656) atau risalah sifat sihir dan penyihir.

Istilah hoax biasa digunakan untuk berita palsu, legenda urban, rumor, dan kebohongan yang menipu. Pada dasarnya hoax diciptakan untuk menipu banyak orang dengan cara merekayasa sebuah berita agar terkesan menjadi sebuah kebenaran.

Istilah Hoax mulai populer berdasarkan film drama Amerika yang dibintangi oleh Richard Gere "The Hoax". Film itu dirilis tahun 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallstrom, penulis skenario William Wheeler yang berdasarkan dari novel dengan judul yang sama karya Clifford Irving (1981). Dalam film "The Hoax", Irving ikut membantu sebagai penasihat teknis, namun ternyata hasil skenario film sangat jauh berbeda dengan isi novel aslinya.

Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya telah diubah atau dihilangkan dari film. Dengan alasan tidak suka dengan skenarionya yang melenceng jauh dari novel aslinya, Irving memutuskan mengundurkan diri dan tidak mau terlibat dalam pembuatan film itu dan meminta namanya dihapus dari kredit film tersebut.

"Saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, namun setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film, itu mungkin disebabkan karena plot naskah tidak sesuai dengan novel aslinya," kata Irving.

Sejak saat itu film "The Hoax" dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan. Istilah hoax mulai populer digunakan dikalangan netizen berasal dari film tersebut untuk menggambarkan sebuah kebohongan. Seiring berjalannnya waktu, kata "hoax" mulai hits dan gencar digunakan netizen diseluruh dunia termasuk Indonesia untuk menyebut sebuah kebohongan.

Tentang Kebenaran


Subjektivitas adalah kebenaran, dan kebenaran adalah subjektivitas. Makna kebenaran bukan tentang menemukan fakta-fakta objektif secara pribadi dari pengalaman hidup, kebenaran ditemukan dalam bagaimana seseorang berhubungan dengan pengalaman-pengalaman pribadi dan orang lain.

Pada dasarnya, setiap orang tidak akan dapat menemukan kebenaran dengan caranya sendiri, menentukan kebenaran harus mempelajari setiap kebenaran dari berbagai sudut pandang dengan menempatkan diri pada posisi yang berbeda-beda (berhubungan satu sama lain).

Ketika seseorang selalu bertanya kepada mawar, maka mawar akan menjadi bunga yang terindah. Lalu bagaimana dengan bunga lainnya? Kebenaran akan selalu subjektif jika akal dan hati hanya melangkah pada satu arah.

Anda tidak akan menemukan kebenaran tentang 'kegelapan', sampai Anda menjalani hidup dalam kegelapan. Anda tidak akan sepenuhnya mengetahui tentang kegelapan, sebelum merasakan berada di sebuah ruang tanpa cahaya.

Logika bukanlah rumus pasti dalam menemukan kebenaran. Terkadang kita harus menyentuh api untuk dapat mengetahui seberapa panas yang dihasilkan oleh api. Pada hakekatnya kebenaran selalu tersembunyi, jangan pernah berharap menemukan kebenaran dalam teori paradigma. Sejatinya kita tidak akan mungkin mendapatkan jawaban dari pertanyaan, jika pertanyaan enggan untuk hinggap untuk menyapa kebenaran.

Tentang Hoax


Netizen Indonesia pada umumnya hanya sebatas mengenal hoax sebagai 'berita palsu/tipuan'. Banyak orang yg mencoba debunked dan mengklaim mampu menganalisis hoax. Banyak orang yang 'bisa', tapi hanya sekedar bisa. Mayoritas manusia bisa bernyanyi, tapi apakah mereka yang bisa bernyanyi layak disebut penyanyi? Begitupun dengan orang-orang yang bisa membongkar hoax apakah layak disebut debunker?

Jika mendefinisikan hoax hanya sebatas berita palsu, alangkah baiknya Anda mempelajari kembali definisi hoax secara luas. Hoax tidak lepas dari perjalanan sejarah, dalam esensinya sejarah mencatat sebuah tradisi "Satir Art Hoax" (SAH). Apa itu satir art hoax? Satir adalah kritikan, art adalah seni, sedangkan hoax adalah tipuan/manipulasi/mengakali/kebohongan.

Sejarah mencatat SAH dimulai sekitar abad ke-7. SAH digunakan oleh kritikus untuk mengkritik fenomena kehidupan dalam masyarakat. Tradisi SAH dimainkan oleh seorang kritikus dalam mengkritik sebuah karya seni.

Contoh kasuh SAH terjadi pada tahun 1938, seorang petani Perancis menemukan sebuah patung marmer wanita yg terkubur di dalam tanah di ladang miliknya. Para ahli seni memuji penemuan besar itu yang diidentifikasi sebagai karya seni Yunani-Romawi dari abad ke-1 SM. Namun, akhirnya seorang seniman bernama Francesco Cremonese mengakui telah membuat patung itu, dua tahun sebelumnya ia dengan sengaja mengubur patung itu.

Cremonese menjelaskan bahwa apa yg dilakukannya semata hanya untuk menunjukan kurangnya pengakuan yg tidak layak atas dirinya sebagai seorang seniman. Dia menganggap karya seni hanya diakui dan dihargai jika itu berasal dari masa lalu.

Satir art hoax juga digunakan kritikus dalam mengkritik para akademisi yang banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah untuk selalu belajar, sehingga mereka tidak bisa menikmati kehidupan di luar yang lebih luas dan bebas.

Hoax mulai populer pada abad ke-20, melalui perkembangan internet. Pada awalnya Satir Art Hoax, lalu berubah menjadi Satir Hoax, kemudian kian keluar dari jalur menjadi Satir dan/atau Hoax. Jadi, jika merunut pada perjalanan sejarah, definisi hoax tidak sempit hanya berkutat pada masalah " berita palsu". Hoax mencakup suatu perbuatan yang bertujuan untuk menipu/membohongi orang lain dengan cara memanipulasi, mengakali, ataupun menutupi fakta yang sebenarnya.

Menjadi seorang debunker butuh proses panjang untuk mengasah kemampuan, tidak hanya terfokus pada ruang sempit (selalu mengandalkan informasi dari internet dan pada kasus yang mudah). Banyak debunkers terkenal di masa lalu yg belum mengenal internet berhasil memecahkan kasus. Seperti Stephen Barret yg membongkar tentang perdukunan medis, Philip Klass pelopor dalam bidang penyidikan skeptis UFO, dan ada juga Harry Houdini debunked spiritualis.

Tentang Satir


Tujuan dari seni tipuan satir adalah untuk penilaian seorang seniman kritikus dalam mempertanyakan suatu hal. Tipuan melibatkan dengan menghadirkan seorang kritikus dalam bekerja untuk evaluasi. Jika seorang kritikus telah menentukan sebuah bahan evaluasi, lalu mereka mulai membuat sebuah informasi/berita palsu dengan tujuan untuk mengkritik, menyindir, dan evaluasi.

Namun hoaxer kemudian berdalih atas nama satir dengan mengambil dari sumber yang tidak jelas yang tidak memiliki keterampilan tersebut (seni satir) menerbitkan informasi palsu tanpa ada nilai satir dan cenderung hanya berdasarkan kebencian dan kepentingan. Misalnya, satir agama, politik, sosial yang sekarang ini banyak beredar, atau hoaxer menciptakan berita palsu sendiri dengan sengaja membuat tipuan seburuk mungkin.

Apapun kemungkinan yang terjadi, implikasinya adalah bahwa kritikus satir adalah penipuan, dan kita tidak dapat membedakan kemampuan sejati dari seni satir itu sendiri. Jenis tipuan satir menjadi populer di awal abad 20, sebagai sebuah seni sastra yang kian hari menjadi semakin abstrak yang mengarah pada kesenjangan yang tumbuh antara kritikus seni yang layak atau hoaxers yang tidak mempunyai kemampuan dalam seni satir.

Seni satir mulai terjadi dalam literatur (terutama puisi) datang pada Abad Pertengahan dengan maksud mengejek akademisi dan intelektual yang telah menghabiskan begitu banyak waktu di dalam ruangan dan sibuk dalam ilmu pengetahuan namun mereka telah kehilangan kontak dengan dunia luar dalam kehidupannya sehari-hari.

Dengan cara ini, satir dimaksudkan untuk menguak sisi lain yang lebih menarik tentang keunggulan akal sehat dari rakyat biasa atas penilaian dari belajar yang seharusnya lebih bijaksana. Pada saat ini fenomena yang terkait erat dengan seni tipuan satir dianggap tidak ada nilai dari seni kritik dan cenderung hanya melampiaskan kebencian dengan alasan satir, sejarah seni satir sebenarnya menunjukkan sebuah kritik dengan tujuan evaluasi dengan menampilkan sebuah pemikiran kritis dari fenomena yang terjadi.

Satir sendiri sebenarnya termasuk dalam genre sastra yang berasal dari bangsa Yunani dengan maksud sindiran. Sindiran itu merupakan bentuk sastra yang ketat, tetapi istilah itu dengan cepat keluar dari definisi aslinya.

Humor bukanlah komponen utama dari seni satir, sebenarnya ada jenis satir yang tidak dimaksudkan untuk menjadi "lucu" sama sekali. Sebaliknya, satir tidak harus menjadi sebuah humor, bahkan pada topik-topik seperti politik, agama atau lainnya adalah tentu dimaksudkan untuk "menyindir", bahkan juga bisa menggunakan instrumen satir ironi, parodi, dan olok-olok.

Pada umumnya satir didefinisikan sebuah sindiran dengan nilai yang membuat seseorang untuk berpikir dan menjadi sebuah humor segar hingga membuat seseorang tertawa geli. Sindiran dan ironi dalam beberapa kasus telah dianggap sebagai sumber yang paling efektif untuk memahami kehidupan masyarakat. Secara historis, satir menjadi populer untuk menghilangkan prasangka dan cemoohan kepada para tokoh politik, tokoh ekonomi, dan tokoh agama terkemuka yang terikat kekuasaan.

Sindiran masuk dalam wacana publik dan imajiner kolektif bermain sebagai opini penyeimbang publik untuk target (politik, ekonomi, agama, golongan), atau sebaliknya oleh para pemimpin kepada yang menentang otoritas. Misalnya, memaksa pemerintah untuk memperjelas, mengubah atau menetapkan kebijakan mereka. Tujuan kritikus seni satir adalah untuk mengekspos masalah dan kontradiksi, dan mereka tidak mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Satir tidak hanya ditemukan dalam bentuk sastra lama. Dalam budaya manusia yang semakin berkembang, satir juga banyak ditemukan dalam media berita ataupun tulisan individu. Sangat disayangkan bahwa satir yang sebenarnya memiliki nilai sebuah seni sastra, namun di era sekarang menjadi sebuah tipuan murni tanpa ada nilai positif dari definisi yang sebenarnya dari seni satir. Satir digunakan oleh penipu untuk mengeksploitasi keawaman pemikiran masyarakat.

Pada awalnya satir digunakan dalam bentuk puisi sindiran untuk mengejek dengan maksud evaluasi dari sebuah kemampuan seseorang maupun dirinya sendiri. Para penyair satir saling berbalas puisi sindiran hingga berkembang menjadi sebuah kritik luas bukan hanya berbentuk tulisan namun juga dapat berbentuk gambar.

Mana menurut Anda yang lebih menyenangkan antara membuat seseorang marah atau tertawa? Pada dasarnya satir digunakan hingga dapat membuat orang lain tertawa atau marah. Jika Anda membuat satir dan tidak ada nilai humor, kritik, dan evaluasi, bahkan malah membuat orang lain marah, maka berhentilah menggunakan satir karena Anda tidak mempunyai kemampuan dalam seni satir.

Tentang Scam


Salah satu jenis hoax adalah scam, dijalankan oleh scammers untuk menipu dan memperdaya korbannya. Scam adalah bentuk penipuan online yang dilakukan oleh kelompok atau individu yang berupaya mendapatkan sejumlah keuntungan finansial. Scammers biasanya menggunakan trik kamuplase kepercayaan, dimana seseorang akan menyamar sebagai pihak otoritas ternama, seperti dokter, pengacara, investor, pengusaha, dan lainnya.

Setelah pengguna internet semakin berkembang semakin luas dan tidak terbatas, bentuk-bentuk baru scam muncul lebih bervariasi, seperti hadiah undian, umpan penipuan, email spoofing, phishing, atau permohonan meminta bantuan darurat.

Sejatinya scammers mengeksploitasi keawaman pengguna internet dalam memproteksi keamanan.

Tentang Virus Hoax


Jenis lain dari hoax adalah virus hoax komputer, merupakan pesan peringatan virus pada komputer yang merupakan ancaman palsu. Pesan biasanya dikirim melalui e-mail berantai yang memberitahukan penerima untuk meneruskannya kepada semua orang yang mereka kenal.

Kebanyakan virus hoax memberikan deskripsi sangat sensasional disertai dengan fakta bahwa mereka memberitahukan sebuah virus akan melakukan hal-hal yang hampir mustahil pada komputer, seperti dapat meledakkan komputer penerima dan membakarnya, atau sedikit sensasional dapat menghapus semua data pada komputer pengguna.

Mereka biasanya memberikan peringatan palsu mengaku berasal dari organisasi komputer terkemuka yang bekerjasama dengan media mainstream. Sumber-sumber palsu dikutip untuk meyakinkan kredibilitas.

Biasanya, peringatan menggunakan bahasa emotif, menekankan keadaan yang sangat mendesak pada ancaman yang akan terjadi hingga mendorong penerima untuk meneruskan pesan ke orang lain sesegera mungkin.

Virus hoax sebenarnya tidak berbahaya dan tidak lebih sebuah hal yang sangat menjengkelkan dan membuang waktu bagi yang meneruskan pesan itu jika mampu mengidentifikasi sebagai tipuan. Beberapa hoax memperingatkan pengguna bahwa file sistem penting telah terserang virus dan mendorong pengguna untuk menghapus file, dan mungkin merusak sistem. Contoh jenis tipuan ini seperti virus palsu jdbgmgr.exe, SULFNBK.EXE, Antichrist, Goodtimes virus, Life is beautiful.

Beberapa orang menganggap virus hoax berantai dari e-mail merupakan peringatan ancaman bagi komputer pribadi. Hoaxers memanfaatkan rekayasa sosial dengan mengeksploitasi pengguna atas kepanikan, kurangnya perhatian, kebodohan, dan keengganan untuk menyelidiki sebelum bertindak. Virus hoax berbeda dengan pranks komputer, yang merupakan program kejahilan dengan melakukan tindakan yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu pada komputer, seperti mouse yg bergerak secara acak, mengubah tampilan layar terbalik, dan lainnya.

Sumber: Sekoci.org

Jangan Asal Sebut 'Hoax' sebelum Tuntas Membaca Ini

Deklarasi Masyarakat Anti Hoax
Deklarasi Masyarakat Anti Hoax

Editorial Riau JOS, Minggu, 8 Januari 2017

Hari ini, ingatan kita dipenuhi dengan kabar perlawanan terhadap hoax, Riau JOS mencatat, sudah beberapa kali pemerintah menyatakan perang terhadap hoax, bahkan akan melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang dianggap sebagai penyebar hoax.

Minggu pagi, sudah tercatat 7 daerah menggelar deklarasi anti hoax secara serentak, yang menjadi persoalan, apakah si panitia deklarasi dan orang-orang yang terlibat dalam deklarasi paham betul apa itu hoax, atau jangan-jangan hanya ikut-ikutan melakukan perlawanan terhadap hoax tanpa mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang perjalanan hoax itu sendiri.

Editorial kali ini, Riau JOS mencoba menelusuri informasi lengkap tentang sejarah hoax, kemudian menemukan sebuah blog yang mengupas tuntas hoax dan semua yang berhubungan dengan perjalanan hoax. Berikut hasilnya. Silakan baca selengkapnya, untuk mendapatkan pengetahuan lengkap tentang hoax, membacalah, agar tidak terombang-ambing dengan kabar yang terus menyudutkan pihak lain yang dipandang hoax.

Yang menarik untuk dikupas disini, beberapa hari yang lalu, pemberitaan nasional digemparkan dengan sebuah berita tentang dinobatkannya presiden Joko Widodo menjadi pemimpin terbaik se-Asia dan Australia, namun setelah dikonfirmasi dengan penulis berita pertama, menyebutkan bahwa tidak pernah menobatkan presiden Joko Widodo seperti berita yang beredar di Indonesia.

Lucunya, media-media besar di Indonesia seolah membuat hoax, jika definisi hoax sebatas membuat berita bohong. Hampir merata pemberitaan media tingkat nasional membuat versi pemberitaan yang berbeda dengan pendapat aslinya, dari Bloomberg, media terbesar di Inggris Raya.

Agar tidak terkecoh seperti media raksasa di Indonesia, silakan membaca ulasan lengkap ini, bersumber dari Sekoci.org. Silakan membaca, dan temukan kejernihan tentang hoax disini.


Definisi Hoax dan Perjalanan Sejarahnya


Anda mungkin telah mengetahui tentang hoax yang sekarang ini sedang tren dan dianggap sebagai musuh terbesar pengguna internet dan jejaring sosial. Namun apakah Anda mengetahui definisi hoax yang sebenarnya dan juga sejarahnya hingga sekarang menjadi sangat populer? Berikut pemaparan tentang hoax secara luas untuk Anda ketahui dan mungkin Anda juga berminat untuk menjadi debunker.

Sejarah Hoax


Hoax (baca: Hoks) adalah sebuah tipuan dan kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran, istilah ini populer di internet dan media sosial karena peredaran hoax memang lebih mudah berkembang di internet dan media sosial.

Kata "hoax" berawal dari "hocus pocus" yang berasal dari bahasa latin "hoc est corpus" yang artinya "ini adalah tubuh". Kata ini awalnya digunakan oleh penyihir untuk mengklaim kebenaran, padahal sebenarnya mereka sedang berdusta.

Hocus digunakan untuk menipu yang digunakan untuk sihir atau mantra para penyihir dan pesulap jaman dahulu. Kata "hoax" sendiri didefinisikan sebagai tipuan berasal dari Thomas Ady dalam bukunya candle in the dark (tahun 1656) atau risalah sifat sihir dan penyihir.

Istilah hoax biasa digunakan untuk berita palsu, legenda urban, rumor, dan kebohongan yang menipu. Pada dasarnya hoax diciptakan untuk menipu banyak orang dengan cara merekayasa sebuah berita agar terkesan menjadi sebuah kebenaran.

Istilah Hoax mulai populer berdasarkan film drama Amerika yang dibintangi oleh Richard Gere "The Hoax". Film itu dirilis tahun 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallstrom, penulis skenario William Wheeler yang berdasarkan dari novel dengan judul yang sama karya Clifford Irving (1981). Dalam film "The Hoax", Irving ikut membantu sebagai penasihat teknis, namun ternyata hasil skenario film sangat jauh berbeda dengan isi novel aslinya.

Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya telah diubah atau dihilangkan dari film. Dengan alasan tidak suka dengan skenarionya yang melenceng jauh dari novel aslinya, Irving memutuskan mengundurkan diri dan tidak mau terlibat dalam pembuatan film itu dan meminta namanya dihapus dari kredit film tersebut.

"Saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, namun setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film, itu mungkin disebabkan karena plot naskah tidak sesuai dengan novel aslinya," kata Irving.

Sejak saat itu film "The Hoax" dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan. Istilah hoax mulai populer digunakan dikalangan netizen berasal dari film tersebut untuk menggambarkan sebuah kebohongan. Seiring berjalannnya waktu, kata "hoax" mulai hits dan gencar digunakan netizen diseluruh dunia termasuk Indonesia untuk menyebut sebuah kebohongan.

Tentang Kebenaran


Subjektivitas adalah kebenaran, dan kebenaran adalah subjektivitas. Makna kebenaran bukan tentang menemukan fakta-fakta objektif secara pribadi dari pengalaman hidup, kebenaran ditemukan dalam bagaimana seseorang berhubungan dengan pengalaman-pengalaman pribadi dan orang lain.

Pada dasarnya, setiap orang tidak akan dapat menemukan kebenaran dengan caranya sendiri, menentukan kebenaran harus mempelajari setiap kebenaran dari berbagai sudut pandang dengan menempatkan diri pada posisi yang berbeda-beda (berhubungan satu sama lain).

Ketika seseorang selalu bertanya kepada mawar, maka mawar akan menjadi bunga yang terindah. Lalu bagaimana dengan bunga lainnya? Kebenaran akan selalu subjektif jika akal dan hati hanya melangkah pada satu arah.

Anda tidak akan menemukan kebenaran tentang 'kegelapan', sampai Anda menjalani hidup dalam kegelapan. Anda tidak akan sepenuhnya mengetahui tentang kegelapan, sebelum merasakan berada di sebuah ruang tanpa cahaya.

Logika bukanlah rumus pasti dalam menemukan kebenaran. Terkadang kita harus menyentuh api untuk dapat mengetahui seberapa panas yang dihasilkan oleh api. Pada hakekatnya kebenaran selalu tersembunyi, jangan pernah berharap menemukan kebenaran dalam teori paradigma. Sejatinya kita tidak akan mungkin mendapatkan jawaban dari pertanyaan, jika pertanyaan enggan untuk hinggap untuk menyapa kebenaran.

Tentang Hoax


Netizen Indonesia pada umumnya hanya sebatas mengenal hoax sebagai 'berita palsu/tipuan'. Banyak orang yg mencoba debunked dan mengklaim mampu menganalisis hoax. Banyak orang yang 'bisa', tapi hanya sekedar bisa. Mayoritas manusia bisa bernyanyi, tapi apakah mereka yang bisa bernyanyi layak disebut penyanyi? Begitupun dengan orang-orang yang bisa membongkar hoax apakah layak disebut debunker?

Jika mendefinisikan hoax hanya sebatas berita palsu, alangkah baiknya Anda mempelajari kembali definisi hoax secara luas. Hoax tidak lepas dari perjalanan sejarah, dalam esensinya sejarah mencatat sebuah tradisi "Satir Art Hoax" (SAH). Apa itu satir art hoax? Satir adalah kritikan, art adalah seni, sedangkan hoax adalah tipuan/manipulasi/mengakali/kebohongan.

Sejarah mencatat SAH dimulai sekitar abad ke-7. SAH digunakan oleh kritikus untuk mengkritik fenomena kehidupan dalam masyarakat. Tradisi SAH dimainkan oleh seorang kritikus dalam mengkritik sebuah karya seni.

Contoh kasuh SAH terjadi pada tahun 1938, seorang petani Perancis menemukan sebuah patung marmer wanita yg terkubur di dalam tanah di ladang miliknya. Para ahli seni memuji penemuan besar itu yang diidentifikasi sebagai karya seni Yunani-Romawi dari abad ke-1 SM. Namun, akhirnya seorang seniman bernama Francesco Cremonese mengakui telah membuat patung itu, dua tahun sebelumnya ia dengan sengaja mengubur patung itu.

Cremonese menjelaskan bahwa apa yg dilakukannya semata hanya untuk menunjukan kurangnya pengakuan yg tidak layak atas dirinya sebagai seorang seniman. Dia menganggap karya seni hanya diakui dan dihargai jika itu berasal dari masa lalu.

Satir art hoax juga digunakan kritikus dalam mengkritik para akademisi yang banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah untuk selalu belajar, sehingga mereka tidak bisa menikmati kehidupan di luar yang lebih luas dan bebas.

Hoax mulai populer pada abad ke-20, melalui perkembangan internet. Pada awalnya Satir Art Hoax, lalu berubah menjadi Satir Hoax, kemudian kian keluar dari jalur menjadi Satir dan/atau Hoax. Jadi, jika merunut pada perjalanan sejarah, definisi hoax tidak sempit hanya berkutat pada masalah " berita palsu". Hoax mencakup suatu perbuatan yang bertujuan untuk menipu/membohongi orang lain dengan cara memanipulasi, mengakali, ataupun menutupi fakta yang sebenarnya.

Menjadi seorang debunker butuh proses panjang untuk mengasah kemampuan, tidak hanya terfokus pada ruang sempit (selalu mengandalkan informasi dari internet dan pada kasus yang mudah). Banyak debunkers terkenal di masa lalu yg belum mengenal internet berhasil memecahkan kasus. Seperti Stephen Barret yg membongkar tentang perdukunan medis, Philip Klass pelopor dalam bidang penyidikan skeptis UFO, dan ada juga Harry Houdini debunked spiritualis.

Tentang Satir


Tujuan dari seni tipuan satir adalah untuk penilaian seorang seniman kritikus dalam mempertanyakan suatu hal. Tipuan melibatkan dengan menghadirkan seorang kritikus dalam bekerja untuk evaluasi. Jika seorang kritikus telah menentukan sebuah bahan evaluasi, lalu mereka mulai membuat sebuah informasi/berita palsu dengan tujuan untuk mengkritik, menyindir, dan evaluasi.

Namun hoaxer kemudian berdalih atas nama satir dengan mengambil dari sumber yang tidak jelas yang tidak memiliki keterampilan tersebut (seni satir) menerbitkan informasi palsu tanpa ada nilai satir dan cenderung hanya berdasarkan kebencian dan kepentingan. Misalnya, satir agama, politik, sosial yang sekarang ini banyak beredar, atau hoaxer menciptakan berita palsu sendiri dengan sengaja membuat tipuan seburuk mungkin.

Apapun kemungkinan yang terjadi, implikasinya adalah bahwa kritikus satir adalah penipuan, dan kita tidak dapat membedakan kemampuan sejati dari seni satir itu sendiri. Jenis tipuan satir menjadi populer di awal abad 20, sebagai sebuah seni sastra yang kian hari menjadi semakin abstrak yang mengarah pada kesenjangan yang tumbuh antara kritikus seni yang layak atau hoaxers yang tidak mempunyai kemampuan dalam seni satir.

Seni satir mulai terjadi dalam literatur (terutama puisi) datang pada Abad Pertengahan dengan maksud mengejek akademisi dan intelektual yang telah menghabiskan begitu banyak waktu di dalam ruangan dan sibuk dalam ilmu pengetahuan namun mereka telah kehilangan kontak dengan dunia luar dalam kehidupannya sehari-hari.

Dengan cara ini, satir dimaksudkan untuk menguak sisi lain yang lebih menarik tentang keunggulan akal sehat dari rakyat biasa atas penilaian dari belajar yang seharusnya lebih bijaksana. Pada saat ini fenomena yang terkait erat dengan seni tipuan satir dianggap tidak ada nilai dari seni kritik dan cenderung hanya melampiaskan kebencian dengan alasan satir, sejarah seni satir sebenarnya menunjukkan sebuah kritik dengan tujuan evaluasi dengan menampilkan sebuah pemikiran kritis dari fenomena yang terjadi.

Satir sendiri sebenarnya termasuk dalam genre sastra yang berasal dari bangsa Yunani dengan maksud sindiran. Sindiran itu merupakan bentuk sastra yang ketat, tetapi istilah itu dengan cepat keluar dari definisi aslinya.

Humor bukanlah komponen utama dari seni satir, sebenarnya ada jenis satir yang tidak dimaksudkan untuk menjadi "lucu" sama sekali. Sebaliknya, satir tidak harus menjadi sebuah humor, bahkan pada topik-topik seperti politik, agama atau lainnya adalah tentu dimaksudkan untuk "menyindir", bahkan juga bisa menggunakan instrumen satir ironi, parodi, dan olok-olok.

Pada umumnya satir didefinisikan sebuah sindiran dengan nilai yang membuat seseorang untuk berpikir dan menjadi sebuah humor segar hingga membuat seseorang tertawa geli. Sindiran dan ironi dalam beberapa kasus telah dianggap sebagai sumber yang paling efektif untuk memahami kehidupan masyarakat. Secara historis, satir menjadi populer untuk menghilangkan prasangka dan cemoohan kepada para tokoh politik, tokoh ekonomi, dan tokoh agama terkemuka yang terikat kekuasaan.

Sindiran masuk dalam wacana publik dan imajiner kolektif bermain sebagai opini penyeimbang publik untuk target (politik, ekonomi, agama, golongan), atau sebaliknya oleh para pemimpin kepada yang menentang otoritas. Misalnya, memaksa pemerintah untuk memperjelas, mengubah atau menetapkan kebijakan mereka. Tujuan kritikus seni satir adalah untuk mengekspos masalah dan kontradiksi, dan mereka tidak mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Satir tidak hanya ditemukan dalam bentuk sastra lama. Dalam budaya manusia yang semakin berkembang, satir juga banyak ditemukan dalam media berita ataupun tulisan individu. Sangat disayangkan bahwa satir yang sebenarnya memiliki nilai sebuah seni sastra, namun di era sekarang menjadi sebuah tipuan murni tanpa ada nilai positif dari definisi yang sebenarnya dari seni satir. Satir digunakan oleh penipu untuk mengeksploitasi keawaman pemikiran masyarakat.

Pada awalnya satir digunakan dalam bentuk puisi sindiran untuk mengejek dengan maksud evaluasi dari sebuah kemampuan seseorang maupun dirinya sendiri. Para penyair satir saling berbalas puisi sindiran hingga berkembang menjadi sebuah kritik luas bukan hanya berbentuk tulisan namun juga dapat berbentuk gambar.

Mana menurut Anda yang lebih menyenangkan antara membuat seseorang marah atau tertawa? Pada dasarnya satir digunakan hingga dapat membuat orang lain tertawa atau marah. Jika Anda membuat satir dan tidak ada nilai humor, kritik, dan evaluasi, bahkan malah membuat orang lain marah, maka berhentilah menggunakan satir karena Anda tidak mempunyai kemampuan dalam seni satir.

Tentang Scam


Salah satu jenis hoax adalah scam, dijalankan oleh scammers untuk menipu dan memperdaya korbannya. Scam adalah bentuk penipuan online yang dilakukan oleh kelompok atau individu yang berupaya mendapatkan sejumlah keuntungan finansial. Scammers biasanya menggunakan trik kamuplase kepercayaan, dimana seseorang akan menyamar sebagai pihak otoritas ternama, seperti dokter, pengacara, investor, pengusaha, dan lainnya.

Setelah pengguna internet semakin berkembang semakin luas dan tidak terbatas, bentuk-bentuk baru scam muncul lebih bervariasi, seperti hadiah undian, umpan penipuan, email spoofing, phishing, atau permohonan meminta bantuan darurat.

Sejatinya scammers mengeksploitasi keawaman pengguna internet dalam memproteksi keamanan.

Tentang Virus Hoax


Jenis lain dari hoax adalah virus hoax komputer, merupakan pesan peringatan virus pada komputer yang merupakan ancaman palsu. Pesan biasanya dikirim melalui e-mail berantai yang memberitahukan penerima untuk meneruskannya kepada semua orang yang mereka kenal.

Kebanyakan virus hoax memberikan deskripsi sangat sensasional disertai dengan fakta bahwa mereka memberitahukan sebuah virus akan melakukan hal-hal yang hampir mustahil pada komputer, seperti dapat meledakkan komputer penerima dan membakarnya, atau sedikit sensasional dapat menghapus semua data pada komputer pengguna.

Mereka biasanya memberikan peringatan palsu mengaku berasal dari organisasi komputer terkemuka yang bekerjasama dengan media mainstream. Sumber-sumber palsu dikutip untuk meyakinkan kredibilitas.

Biasanya, peringatan menggunakan bahasa emotif, menekankan keadaan yang sangat mendesak pada ancaman yang akan terjadi hingga mendorong penerima untuk meneruskan pesan ke orang lain sesegera mungkin.

Virus hoax sebenarnya tidak berbahaya dan tidak lebih sebuah hal yang sangat menjengkelkan dan membuang waktu bagi yang meneruskan pesan itu jika mampu mengidentifikasi sebagai tipuan. Beberapa hoax memperingatkan pengguna bahwa file sistem penting telah terserang virus dan mendorong pengguna untuk menghapus file, dan mungkin merusak sistem. Contoh jenis tipuan ini seperti virus palsu jdbgmgr.exe, SULFNBK.EXE, Antichrist, Goodtimes virus, Life is beautiful.

Beberapa orang menganggap virus hoax berantai dari e-mail merupakan peringatan ancaman bagi komputer pribadi. Hoaxers memanfaatkan rekayasa sosial dengan mengeksploitasi pengguna atas kepanikan, kurangnya perhatian, kebodohan, dan keengganan untuk menyelidiki sebelum bertindak. Virus hoax berbeda dengan pranks komputer, yang merupakan program kejahilan dengan melakukan tindakan yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu pada komputer, seperti mouse yg bergerak secara acak, mengubah tampilan layar terbalik, dan lainnya.

Sumber: Sekoci.org