Para ilmuwan di Amerika Serikat mengembangkan manusia-babi pertama di dunia (Nature News)

RiauJOS.com, California - Para ilmuwan telah menciptakan manusia-babi hibrida pertama di dunia. Dalam studi inovatif, mereka memasukkan organ tubuh manusia di dalam tubuh hewan.

Penelitian mereka diberi nama “chimera” yang dalam mitologi Yunani merupakan binatang lintas-spesies. Embrio babi-manusia mereka ciptakan di Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, Amerika Serikat.

Embrio babi-manusia itu merupakan hibrida pertama yang dibuat dengan menggunakan dua spesies besar yang kaitannya jauh.

”Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan jaringan fungsional dan pencangkokkan organ, tapi kami berada jauh dari itu,” kata Juan Carlos Izpisua Belmonte, yang memimpin proyek penelitian itu. ”Ini merupakan langkah pertama yang penting,” katanya lagi, seperti diwartakan Sindonews dikutip dari Russia Today, Jumat, 27 Januari 2017.

Dalam penelitian itu, sel induk manusia disuntikkan ke dalam embrio babi muda, yang kemudian ditempatkan pada sapi pengganti. Dari lebih dari 2.000 embrio, hanya 186 yang berubah menjadi chimera sebagian besar berwujud babi, dengan unsur-unsur manusia 1 dari 10.000 sel.

Setelah 28 hari dari 112 hari usia kehamilan babi, janin babi-manusia diambil. Para ilmuwan mengklaim riset mereka tidak meningkatkan kekhawatiran tentang etika perihal binatang chimeric atau chimera.

Ilmuwan di California Telah Membuat Manusia Babi Pertama di Dunia

Para ilmuwan di Amerika Serikat mengembangkan manusia-babi pertama di dunia (Nature News)

RiauJOS.com, California - Para ilmuwan telah menciptakan manusia-babi hibrida pertama di dunia. Dalam studi inovatif, mereka memasukkan organ tubuh manusia di dalam tubuh hewan.

Penelitian mereka diberi nama “chimera” yang dalam mitologi Yunani merupakan binatang lintas-spesies. Embrio babi-manusia mereka ciptakan di Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, Amerika Serikat.

Embrio babi-manusia itu merupakan hibrida pertama yang dibuat dengan menggunakan dua spesies besar yang kaitannya jauh.

”Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan jaringan fungsional dan pencangkokkan organ, tapi kami berada jauh dari itu,” kata Juan Carlos Izpisua Belmonte, yang memimpin proyek penelitian itu. ”Ini merupakan langkah pertama yang penting,” katanya lagi, seperti diwartakan Sindonews dikutip dari Russia Today, Jumat, 27 Januari 2017.

Dalam penelitian itu, sel induk manusia disuntikkan ke dalam embrio babi muda, yang kemudian ditempatkan pada sapi pengganti. Dari lebih dari 2.000 embrio, hanya 186 yang berubah menjadi chimera sebagian besar berwujud babi, dengan unsur-unsur manusia 1 dari 10.000 sel.

Setelah 28 hari dari 112 hari usia kehamilan babi, janin babi-manusia diambil. Para ilmuwan mengklaim riset mereka tidak meningkatkan kekhawatiran tentang etika perihal binatang chimeric atau chimera.