Persidangan DKPP melalui video conference di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2016
Persidangan DKPP melalui video conference di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2016

RiauJOS.com, Pekanbaru - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia memberikan sanksi peringatan keras kepada Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Kampar, Martunus dan anggotanya, Zainul Azis, Kamis, 12 Januari 2016 di Jakarta.

Putusan sanksi peringatan keras dibacakan oleh anggota DKPP dari unsur KPU RI, Ida Budhiati melalui video conference di Jakarta yang terhubung dengan video conference di kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, nomor 119, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pembacaan putusan selengkapnya, dapat didengarkan melalui video yang diupload Riau JOS, Kamis malam ini.



Pembacaan Putusan Sempat Terhenti


Pada menit ke 8:40, Ida Budhiati sempat terhenti membacakan putusan, dan pantauan Riau JOS, anggota Panwas Kampar, Zainul Azis yang hadir untuk mendengar putusan ini terlihat menyimak dengan seksama kata demi kata pembacaan putusan itu.

Pada menit ke 8:56, Ida kembali membacakan putusan, persidangan melalui video conference ini, hanya dihadiri anggota Panwas Kampar, Zainul Azis, sedangkan rekan kerjanya, Ketua Panwas Kampar Martunus, menurut penuturan Zainul sedang berhalangan hadir, karena ada anggota keluarganya yang sakit.

Suasana semakin lenggang, saat ketua Majelis sidang DKPP, Jimly Assidiqie mengetok palu hingga tiga kali, tanda putusan telah ditetapkan, dan berlaku sejak ditetapkan putusan ini.

".. DKPP menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras, kepada Teradu I atas nama Martunus, selaku Ketua sekaligus anggota Panwas Kabuapten Kampar, Teradu II atas nama Zainul Azis selaku anggota Panwas Kabupaten Kampar," kata Ida.

"Dengan demikian putusan ini, penjatuhan sanksi kepada dua orang anggota Panwas, mulai berlaku saat ini," ujar Ketua Majelis disambut dengan ketukan palu sebanyak tiga kali.

Zainul tertunduk lesu, mendengar putusan DKPP yang baru saja diterimanya, putusan ini, berlaku final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi sidang, setelah sidang putusan ini.

Wawancara Riau JOS dengan anggota Panwas Kampar

Usai persidangan putusan, Riau JOS menghampiri anggota Panwas Kampar, Zainul Azis untuk mendengarkan tanggapannya atas jalannya persidangan dan hasil putusan DKPP.

Zainul tak menyangka, mendapatkan peringatan keras dari DKPP karena diputuskan sudah bertindak tidak adil terhadap Pengadu.

Dia mengungkapkan, masih ada satu fakta persidangan yang belum diungkap pada sidang sebelumnya.

Simak wawancara Riau JOS dengan Zainul, beberapa waktu usai persidangan, Kamis siang, 12 Januari 2017 di kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau.




Sebelumnya, dipersidangan pertama pada 22 Desember 2016 lalu, dua anggota Panwas Kampar diduga tidak profesional dalam menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan oleh pasangan bakal calon perseorangan Bupati Kabupaten Kampar, H. Alfi Syahri.

DKPP Berikan Sanksi Peringatan Keras Kepada Ketua dan Anggota Panwas Kampar

Persidangan DKPP melalui video conference di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2016
Persidangan DKPP melalui video conference di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2016

RiauJOS.com, Pekanbaru - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia memberikan sanksi peringatan keras kepada Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Kampar, Martunus dan anggotanya, Zainul Azis, Kamis, 12 Januari 2016 di Jakarta.

Putusan sanksi peringatan keras dibacakan oleh anggota DKPP dari unsur KPU RI, Ida Budhiati melalui video conference di Jakarta yang terhubung dengan video conference di kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, nomor 119, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pembacaan putusan selengkapnya, dapat didengarkan melalui video yang diupload Riau JOS, Kamis malam ini.



Pembacaan Putusan Sempat Terhenti


Pada menit ke 8:40, Ida Budhiati sempat terhenti membacakan putusan, dan pantauan Riau JOS, anggota Panwas Kampar, Zainul Azis yang hadir untuk mendengar putusan ini terlihat menyimak dengan seksama kata demi kata pembacaan putusan itu.

Pada menit ke 8:56, Ida kembali membacakan putusan, persidangan melalui video conference ini, hanya dihadiri anggota Panwas Kampar, Zainul Azis, sedangkan rekan kerjanya, Ketua Panwas Kampar Martunus, menurut penuturan Zainul sedang berhalangan hadir, karena ada anggota keluarganya yang sakit.

Suasana semakin lenggang, saat ketua Majelis sidang DKPP, Jimly Assidiqie mengetok palu hingga tiga kali, tanda putusan telah ditetapkan, dan berlaku sejak ditetapkan putusan ini.

".. DKPP menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras, kepada Teradu I atas nama Martunus, selaku Ketua sekaligus anggota Panwas Kabuapten Kampar, Teradu II atas nama Zainul Azis selaku anggota Panwas Kabupaten Kampar," kata Ida.

"Dengan demikian putusan ini, penjatuhan sanksi kepada dua orang anggota Panwas, mulai berlaku saat ini," ujar Ketua Majelis disambut dengan ketukan palu sebanyak tiga kali.

Zainul tertunduk lesu, mendengar putusan DKPP yang baru saja diterimanya, putusan ini, berlaku final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi sidang, setelah sidang putusan ini.

Wawancara Riau JOS dengan anggota Panwas Kampar

Usai persidangan putusan, Riau JOS menghampiri anggota Panwas Kampar, Zainul Azis untuk mendengarkan tanggapannya atas jalannya persidangan dan hasil putusan DKPP.

Zainul tak menyangka, mendapatkan peringatan keras dari DKPP karena diputuskan sudah bertindak tidak adil terhadap Pengadu.

Dia mengungkapkan, masih ada satu fakta persidangan yang belum diungkap pada sidang sebelumnya.

Simak wawancara Riau JOS dengan Zainul, beberapa waktu usai persidangan, Kamis siang, 12 Januari 2017 di kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau.




Sebelumnya, dipersidangan pertama pada 22 Desember 2016 lalu, dua anggota Panwas Kampar diduga tidak profesional dalam menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan oleh pasangan bakal calon perseorangan Bupati Kabupaten Kampar, H. Alfi Syahri.