Buaya betina menerkam warga
Buaya betina diarak warga

RiauJOS.com, Muntok - Buaya betina yang menerkam Muldi (38), warga Desa Telak, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat (Babar) langsung melepaskan gigitannya usai sang korban membaca ayat suci Al Quran. Muldi, yang saat itu hendak berwudhu di kolong bekas tambang secara tak sengaja menginjak badan sang buaya. Saat itulah, buaya betina itu langsung menyambar kaki Muldi.

Kepala Desa Telak Fachrudin menceritakan, akibat kejadian tersebut warganya harus mengalami luka di mata kaki kiri dan harus mendapatkan belasan jahitan. "Iya pak hari ini ada lagi korban warga kita diterkam buaya. Tapi, kali ini buaya bukan di Sungai Sengok melainkan dikolong bekas tambang," ungkap Fachrudin dikutip Riau JOS dari Radar Bangka, Kamis malam 12 Januari 2017.

Ia menerangkan, sebelumnya korban Muldi hendak mengambil wudhu untuk menunaikan ibadah sholat ashar di kolong eks tambang yang tidak jauh dari kebun kelapa sawit milik korban. Tiba-tiba saja kolong yang berukuran 4x4 meter dengan kedalaman selutut kaki orang dewasa tersebut dihuni buaya betina dengan ukuran 4x3 meter.

"Pas mau turun ke dalam kolong itu, kakinya terinjak dengan badan buaya. Dak besar dak pak kolong e sekitar 4x4 meter, dalem e tu selutuh kaki orang dewasa lah," ujarnya.

Menurut Fachrudin korban dapat melepaskan gigitan buaya tersebut setelah korban membaca salah satu ayat suci Al Quran. Seketika itu, buaya langsung melepas gigitannya. "Menurut korban, pacak (bisa,red) lepas tu, korban membaca kalimah toyibah sebanyak 3x. Setelah itu, buaya langsung melepas gigitannya," kata Fachrudin.

Akibat dari gigitan buaya tersebut, korban pun mengalami luka pada mata kaki sebelah kiri dengan belasan jahitan. "Ada belasan jahitannya pak, mata kaki sebelah kiri, tadi langsung dibawa warga ke rumah sakit," ucapnya.

Buaya yang menerkam kaki Muldi berhasil ditangkap oleh warga setempat dengan cara menyedot air kolong sampai kering dan memasang jaring untuk menangkap buaya betina tersebut. "Buaya sudah dapat, tadi dibantu oleh warga, air kolong itu disedot dengan mesin robin dan dipasang perangkat menggunakan puket (jaring, red)," pungkasnya.

Sebelumnya, dilokasi yang sama Masda (20) remaja yang berprofesi sebagai penailing timah, tewas diterkam buaya di sungai Aek Sengok, Desa Telak, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin malam lalu, 2 Januari 2017.

Buaya Betina Lepas Gigitan setelah Dibacakan Ayat Suci Alquran

Buaya betina menerkam warga
Buaya betina diarak warga

RiauJOS.com, Muntok - Buaya betina yang menerkam Muldi (38), warga Desa Telak, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat (Babar) langsung melepaskan gigitannya usai sang korban membaca ayat suci Al Quran. Muldi, yang saat itu hendak berwudhu di kolong bekas tambang secara tak sengaja menginjak badan sang buaya. Saat itulah, buaya betina itu langsung menyambar kaki Muldi.

Kepala Desa Telak Fachrudin menceritakan, akibat kejadian tersebut warganya harus mengalami luka di mata kaki kiri dan harus mendapatkan belasan jahitan. "Iya pak hari ini ada lagi korban warga kita diterkam buaya. Tapi, kali ini buaya bukan di Sungai Sengok melainkan dikolong bekas tambang," ungkap Fachrudin dikutip Riau JOS dari Radar Bangka, Kamis malam 12 Januari 2017.

Ia menerangkan, sebelumnya korban Muldi hendak mengambil wudhu untuk menunaikan ibadah sholat ashar di kolong eks tambang yang tidak jauh dari kebun kelapa sawit milik korban. Tiba-tiba saja kolong yang berukuran 4x4 meter dengan kedalaman selutut kaki orang dewasa tersebut dihuni buaya betina dengan ukuran 4x3 meter.

"Pas mau turun ke dalam kolong itu, kakinya terinjak dengan badan buaya. Dak besar dak pak kolong e sekitar 4x4 meter, dalem e tu selutuh kaki orang dewasa lah," ujarnya.

Menurut Fachrudin korban dapat melepaskan gigitan buaya tersebut setelah korban membaca salah satu ayat suci Al Quran. Seketika itu, buaya langsung melepas gigitannya. "Menurut korban, pacak (bisa,red) lepas tu, korban membaca kalimah toyibah sebanyak 3x. Setelah itu, buaya langsung melepas gigitannya," kata Fachrudin.

Akibat dari gigitan buaya tersebut, korban pun mengalami luka pada mata kaki sebelah kiri dengan belasan jahitan. "Ada belasan jahitannya pak, mata kaki sebelah kiri, tadi langsung dibawa warga ke rumah sakit," ucapnya.

Buaya yang menerkam kaki Muldi berhasil ditangkap oleh warga setempat dengan cara menyedot air kolong sampai kering dan memasang jaring untuk menangkap buaya betina tersebut. "Buaya sudah dapat, tadi dibantu oleh warga, air kolong itu disedot dengan mesin robin dan dipasang perangkat menggunakan puket (jaring, red)," pungkasnya.

Sebelumnya, dilokasi yang sama Masda (20) remaja yang berprofesi sebagai penailing timah, tewas diterkam buaya di sungai Aek Sengok, Desa Telak, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin malam lalu, 2 Januari 2017.