Pelaku bom bunuh diri menabrakkan diri ke pos pemeriksaan polisi di Kota El-Arish, Sinai Utara, Senin, 9 Januari 2017. Sedikitnya 10 orang tewas dan 22 luka-luka.
Pelaku bom bunuh diri menabrakkan diri ke pos pemeriksaan polisi di Kota El-Arish, Sinai Utara, Senin, 9 Januari 2017. Sedikitnya 10 orang tewas dan 22 luka-luka.

RiauJOS.com, El-Arish - Sebuah truk sampah yang dikendarai pelaku bom bunuh diri menabrakkan diri ke pos pemeriksaan polisi di Kota El-Arish, Sinai Utara, Senin, 9 Januari 2017. Sedikitnya 10 orang tewas dan 22 luka-luka.

Setelah menabrakkan truk, militan lalu menembaki granat roket ke arah pasukan di sekitar pos pemeriksaan itu.

"Tiga lantai gedung polisi itu langsung meledak," kata petugas seperti dilaporkan Associated Press, kemarin, diwartakan Kompas, Selasa, 10 Januari 2017.

Jenazah 10 orang, sembilan di antaranya polisi ditemukan di antara puing-puing. Jumlah korban diperkirakan akan bertambah. Korban luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Truk sampah yang digunakan untuk menabrak pos pemeriksaan itu dicuri dari kantor pemerintah kota El-Arish beberapa hari sebelumnya. Kendaraan itu tampak telah dimodifikasi dengan menambahkan plat baja.

Sore harinya, Kementerian Dalam Negeri Mesir merilis rekaman video yang memperlihatkan peristiwa serangan. Di tayangan itu, sopir truk ditembaki hingga tumbang. Kantor berita Reuters melaporkan jumlah penyerang diduga mencapai 20 orang, dan truk yang digunakan adalah truk penyapu jalan.

Dalam pernyataan yang dirilis di laman Facebook-nya aparat keamanan mengklaim berhasil mencegah serangan sebelum truk meledak. Aparat juga menewaskan lima penyerang dan melukai tiga lainnya. Tujuh polisi tewas, bersama warga sipil dan enam polisi serta enam warga sipil cedera.

Kementerian juga menyatakan kelompok militan kedua berusaha menyerang pos pemeriksaan lain, juga di El-Arish. Namun gagal karena ditembaki hingga kabur. Dalam serangan itu satu polisi tewas. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun diduga pelakunya adalah afiliasi ISIS di Mesir.

Bom Bunuh Diri Hantam Polisi Sinai Tewaskan 10 Orang

Pelaku bom bunuh diri menabrakkan diri ke pos pemeriksaan polisi di Kota El-Arish, Sinai Utara, Senin, 9 Januari 2017. Sedikitnya 10 orang tewas dan 22 luka-luka.
Pelaku bom bunuh diri menabrakkan diri ke pos pemeriksaan polisi di Kota El-Arish, Sinai Utara, Senin, 9 Januari 2017. Sedikitnya 10 orang tewas dan 22 luka-luka.

RiauJOS.com, El-Arish - Sebuah truk sampah yang dikendarai pelaku bom bunuh diri menabrakkan diri ke pos pemeriksaan polisi di Kota El-Arish, Sinai Utara, Senin, 9 Januari 2017. Sedikitnya 10 orang tewas dan 22 luka-luka.

Setelah menabrakkan truk, militan lalu menembaki granat roket ke arah pasukan di sekitar pos pemeriksaan itu.

"Tiga lantai gedung polisi itu langsung meledak," kata petugas seperti dilaporkan Associated Press, kemarin, diwartakan Kompas, Selasa, 10 Januari 2017.

Jenazah 10 orang, sembilan di antaranya polisi ditemukan di antara puing-puing. Jumlah korban diperkirakan akan bertambah. Korban luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Truk sampah yang digunakan untuk menabrak pos pemeriksaan itu dicuri dari kantor pemerintah kota El-Arish beberapa hari sebelumnya. Kendaraan itu tampak telah dimodifikasi dengan menambahkan plat baja.

Sore harinya, Kementerian Dalam Negeri Mesir merilis rekaman video yang memperlihatkan peristiwa serangan. Di tayangan itu, sopir truk ditembaki hingga tumbang. Kantor berita Reuters melaporkan jumlah penyerang diduga mencapai 20 orang, dan truk yang digunakan adalah truk penyapu jalan.

Dalam pernyataan yang dirilis di laman Facebook-nya aparat keamanan mengklaim berhasil mencegah serangan sebelum truk meledak. Aparat juga menewaskan lima penyerang dan melukai tiga lainnya. Tujuh polisi tewas, bersama warga sipil dan enam polisi serta enam warga sipil cedera.

Kementerian juga menyatakan kelompok militan kedua berusaha menyerang pos pemeriksaan lain, juga di El-Arish. Namun gagal karena ditembaki hingga kabur. Dalam serangan itu satu polisi tewas. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun diduga pelakunya adalah afiliasi ISIS di Mesir.