Social Items

Wiranto membuka rahasia dibalik Misteri Payung Biru Jokowi
Misteri Payung Biru Jokowi [jateng.tribunnews.com]

RiauJOS.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkap misteri "Payung Biru" yang digunakan Presiden Joko Widodo saat menemui peserta aksi super damai 2 Desember lalu.

Wiranto mengungkap misteri itu dihadapan pimpinan penyelenggara Pemilu, yang terdiri dari tiga lembaga, yaitu KPU, Bawaslu dan KPU di acara "Outlook DKPP 2017, Proyeksi dan Refleksi", yang digelar Rabu, 14 Desember 2017 di Hotel Arya Duta, Jalan Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat. Dia memberikan motivasi kepada lembaga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan bercerita tentang gaya komunikasi politik Presiden Joko Widodo. 

Pada aksi 2 Desember, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama menteri Kabinet Kerja ikut salat Jumat bersama massa di Monumen Nasional. Saat itu Presiden Jokowi bersama rombongan berjalan kaki dari Istana Kepresidenan menggunakan payung berwarna biru, karena cuaca hujan.

Payung itu menjadi viral di media sosial. Banyak masyarakat yang ingin memiliki payung serupa. Padahal, kata Wiranto, tak ada niat khusus Presiden mengenakan payung itu. Hujan yang turun deras membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencari payung yang tersedia di Istana Kepresidenan.

"Buru-buru cari payung, ketemunya itu, padahal itu payung biru bekas presiden sebelumnya, pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," kata Wiranto disambut gelak tawa peserta Outlook.

Menurut Wiranto, fenomena ini menjadi bukti bagaimana seorang pemimpin menjadi panutan bagi masyarakat. Masyarakat, akan mengikuti apa yang dikenakan dan dipakai teladan mereka meski tak tahu asal-usulnya.

"Pemimpin itu memang selalu menjadi orang yang diikuti, panutan," kata Wiranto.

Dengan cerita tentang kepemimpinan itu, Wiranto berharap lembaga etik DKPP menjadi teladan bagi lembaga yang lain dalam pencapaian prestasi sebagai lembaga baru yang membuat perubahan besar pada penyelenggaraan Pemilu.

Wiranto Ungkap Misteri 'Payung Biru' Jokowi Saat Aksi 212 di Hadapan Para Penyelenggara Pemilu

Wiranto membuka rahasia dibalik Misteri Payung Biru Jokowi
Misteri Payung Biru Jokowi [jateng.tribunnews.com]

RiauJOS.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkap misteri "Payung Biru" yang digunakan Presiden Joko Widodo saat menemui peserta aksi super damai 2 Desember lalu.

Wiranto mengungkap misteri itu dihadapan pimpinan penyelenggara Pemilu, yang terdiri dari tiga lembaga, yaitu KPU, Bawaslu dan KPU di acara "Outlook DKPP 2017, Proyeksi dan Refleksi", yang digelar Rabu, 14 Desember 2017 di Hotel Arya Duta, Jalan Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat. Dia memberikan motivasi kepada lembaga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan bercerita tentang gaya komunikasi politik Presiden Joko Widodo. 

Pada aksi 2 Desember, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama menteri Kabinet Kerja ikut salat Jumat bersama massa di Monumen Nasional. Saat itu Presiden Jokowi bersama rombongan berjalan kaki dari Istana Kepresidenan menggunakan payung berwarna biru, karena cuaca hujan.

Payung itu menjadi viral di media sosial. Banyak masyarakat yang ingin memiliki payung serupa. Padahal, kata Wiranto, tak ada niat khusus Presiden mengenakan payung itu. Hujan yang turun deras membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencari payung yang tersedia di Istana Kepresidenan.

"Buru-buru cari payung, ketemunya itu, padahal itu payung biru bekas presiden sebelumnya, pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," kata Wiranto disambut gelak tawa peserta Outlook.

Menurut Wiranto, fenomena ini menjadi bukti bagaimana seorang pemimpin menjadi panutan bagi masyarakat. Masyarakat, akan mengikuti apa yang dikenakan dan dipakai teladan mereka meski tak tahu asal-usulnya.

"Pemimpin itu memang selalu menjadi orang yang diikuti, panutan," kata Wiranto.

Dengan cerita tentang kepemimpinan itu, Wiranto berharap lembaga etik DKPP menjadi teladan bagi lembaga yang lain dalam pencapaian prestasi sebagai lembaga baru yang membuat perubahan besar pada penyelenggaraan Pemilu.