Massa Terbelah Dua
Sidang kedua Ahok, massa pendukung terbelah dua [Elfany Kurniawan/JawaPos.com]

RiauJOS.com, Jakarta - Sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini tengah berlangsung. Agendanya, mendengarkan jawaban jaksa penuntut umum atas eksepsi yang dibacakan di sidang perdana. Diwartakan www.jawapos.com, Selasa, 20 Desember 2016.

Bila di sidang perdana lalu, massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia menguasai panggung di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, kini massa terbelah dua.

Kubu pendukung Ahok dengan pakaian kemeja kotak-kotak merah tampak menggelar orasi juga sebagai bentuk dukungan.

Pendukung Ahok tampak ada di sudut kanan PN Jakut. Dengan mobil dan pengeras suara, mereka terus menyemangati Ahok. Tak sedikit dari mereka yang mengenakan peci dan sorban.

Sementara massa GNPF MUI ada di sudut kiri. Seperti biasanya, mereka terus meneriakan "tangkap Ahok".

Untuk memisahkan kedua massa ini, polisi tampak ada di tengah-tengah massa.

Ahok Mengaku Tak Niat Nodai Islam, Ini Tanggapan Jaksa


Dalam jawaban atas nota keberatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa, 20 Desember, jaksa penuntut umum Ali Mukartono menanggapi pernyataan Ahok yang menyebutkan tidak punya niat untuk menafsirkan Surat Al Maidah ayat 51.

"Dakwaan Pasal 156 huruf a KUHP (kepada Ahok) tak terkait langsung dengan tafsir surat Al Maidah ayat 51," kata Ali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, nomor 17, Jakarta Pusat, seperti diwartakan www.suara.com

Menurut Ali untuk menilai seseorang memiliki niat atau tidak, harus dilihat dari rangkaian kejadian. Dengan kata lain, untuk menilainya tak cukup hanya dari pernyataan.

Ali mengatakan ketika Ahok mengutip Al Maidah ketika kunjungan kerja Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, sebagai gubernur Jakarta. Pada waktu itu, kata Ali, Ahok sudah terdaftar sebagai calon gubernur.

"Dan tahu pelaksanaan pilkada tahun 2017 dan waktu itu mengatakan kepada masyarakat yang mayoritas Islam, jangan percaya sama orang dibohongi sama (pakai) Al Maidah 51," kata Ali.

Dalam sidang perdana, pekan lalu, jaksa penuntut umum mendakwa Ahok dengan Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Ahok dinilai telah menistakan agama Islam.

Materi dakwaan alternatif pertama terkait dengan kualifikasi penodaan terhadap agama saat Ahok selaku gubernur DKI Jakarta pada 27 September melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, tempat dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Al Quran surat Al Maidah ayat 51 untuk keperluan tertentu.

"Demikian pula dakwaan alternatif kedua pada hakikatnya sama, hanya kualifikasinya yang berbeda," ujar jaksa penuntut umum Ali Mukartono, pekan lalu.

Sidang Ahok Usai, Kedua Kubu Masih Bertahan di PN Jakut

Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) sudah usai digelar. Kendati begitu kedua kubu yang pro dan kontra Ahok masih bertahan di depan PN Jakut. Diwartakan metro.sindonews.com

Setelah sidang berakhir, terdakwa Ahok meninggalkan gedung PN Jakut dengan pengawalan ketat petugas. Sementara kubu yang pro dan kontra masih bertahan di depan PN Jakut.

Ribuan polisi yang terus memberikan sekat kepada kedua kubu untuk tidak saling bertemu. Ini untuk mengantisipasi gesekan yang bisa timbul dari pertemuan kedua kubu itu.

Dalam sidang sendiri, Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono menilai kalau terdakwa merasa dirinya paling benar. "Terdakwa merasa bahwa tak ada orang yang lebih baik dari dirinya," jelas Ali dalam sidang Ahok.

Ali memaparkan, penyebutan bahwa terdakwa merasa paling benar karena terdakwa menyebut adanya oknum elite politik yang pengecut, karena menggunakan ayat suci dalam pelaksanaan pilkada.

Sumber:

  • jawapos.com
  • suara.com
  • metro.sindonews.com

Sidang Ahok Berlangsung, Pendukung Ahok dan Massa GNPF-MUI Berorasi Berhadapan di PN Jakut

Massa Terbelah Dua
Sidang kedua Ahok, massa pendukung terbelah dua [Elfany Kurniawan/JawaPos.com]

RiauJOS.com, Jakarta - Sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini tengah berlangsung. Agendanya, mendengarkan jawaban jaksa penuntut umum atas eksepsi yang dibacakan di sidang perdana. Diwartakan www.jawapos.com, Selasa, 20 Desember 2016.

Bila di sidang perdana lalu, massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia menguasai panggung di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, kini massa terbelah dua.

Kubu pendukung Ahok dengan pakaian kemeja kotak-kotak merah tampak menggelar orasi juga sebagai bentuk dukungan.

Pendukung Ahok tampak ada di sudut kanan PN Jakut. Dengan mobil dan pengeras suara, mereka terus menyemangati Ahok. Tak sedikit dari mereka yang mengenakan peci dan sorban.

Sementara massa GNPF MUI ada di sudut kiri. Seperti biasanya, mereka terus meneriakan "tangkap Ahok".

Untuk memisahkan kedua massa ini, polisi tampak ada di tengah-tengah massa.

Ahok Mengaku Tak Niat Nodai Islam, Ini Tanggapan Jaksa


Dalam jawaban atas nota keberatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa, 20 Desember, jaksa penuntut umum Ali Mukartono menanggapi pernyataan Ahok yang menyebutkan tidak punya niat untuk menafsirkan Surat Al Maidah ayat 51.

"Dakwaan Pasal 156 huruf a KUHP (kepada Ahok) tak terkait langsung dengan tafsir surat Al Maidah ayat 51," kata Ali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, nomor 17, Jakarta Pusat, seperti diwartakan www.suara.com

Menurut Ali untuk menilai seseorang memiliki niat atau tidak, harus dilihat dari rangkaian kejadian. Dengan kata lain, untuk menilainya tak cukup hanya dari pernyataan.

Ali mengatakan ketika Ahok mengutip Al Maidah ketika kunjungan kerja Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, sebagai gubernur Jakarta. Pada waktu itu, kata Ali, Ahok sudah terdaftar sebagai calon gubernur.

"Dan tahu pelaksanaan pilkada tahun 2017 dan waktu itu mengatakan kepada masyarakat yang mayoritas Islam, jangan percaya sama orang dibohongi sama (pakai) Al Maidah 51," kata Ali.

Dalam sidang perdana, pekan lalu, jaksa penuntut umum mendakwa Ahok dengan Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Ahok dinilai telah menistakan agama Islam.

Materi dakwaan alternatif pertama terkait dengan kualifikasi penodaan terhadap agama saat Ahok selaku gubernur DKI Jakarta pada 27 September melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, tempat dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Al Quran surat Al Maidah ayat 51 untuk keperluan tertentu.

"Demikian pula dakwaan alternatif kedua pada hakikatnya sama, hanya kualifikasinya yang berbeda," ujar jaksa penuntut umum Ali Mukartono, pekan lalu.

Sidang Ahok Usai, Kedua Kubu Masih Bertahan di PN Jakut

Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) sudah usai digelar. Kendati begitu kedua kubu yang pro dan kontra Ahok masih bertahan di depan PN Jakut. Diwartakan metro.sindonews.com

Setelah sidang berakhir, terdakwa Ahok meninggalkan gedung PN Jakut dengan pengawalan ketat petugas. Sementara kubu yang pro dan kontra masih bertahan di depan PN Jakut.

Ribuan polisi yang terus memberikan sekat kepada kedua kubu untuk tidak saling bertemu. Ini untuk mengantisipasi gesekan yang bisa timbul dari pertemuan kedua kubu itu.

Dalam sidang sendiri, Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono menilai kalau terdakwa merasa dirinya paling benar. "Terdakwa merasa bahwa tak ada orang yang lebih baik dari dirinya," jelas Ali dalam sidang Ahok.

Ali memaparkan, penyebutan bahwa terdakwa merasa paling benar karena terdakwa menyebut adanya oknum elite politik yang pengecut, karena menggunakan ayat suci dalam pelaksanaan pilkada.

Sumber:

  • jawapos.com
  • suara.com
  • metro.sindonews.com