Social Items

Greg Redden dengan menggunakan kostum santa claus memberikan permen kepada warga yang menyambutnya di Jakarta, 24 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

RiauJOS.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengimbau perusahaan dan mal di Indonesia tidak memaksakan karyawannya untuk mengenakan atribut perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2017. Hal itu pun sudah disampaikan ke semua pihak.

"Misalnya di perusahaan atau mal tidak boleh memaksakan kehendak (memaksa karyawannya). Kita sampaikan, dan semua itu sudah. Semua kapolres sudah mengumpulkan semuanya, sudah kita rapatkan di Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Senin, 19 Desember 2016 diwartakan news.okezone.com

Jika ada ormas yang melakukan sweeping terkait fatwa ke perusahaan atau mal maka pihaknya tak akan ragu untuk bertindak. "Kita sudah sampaikan bahwa untuk kegiatan itu kalau ada menemukan laporkan ke kepolisian, kepolisian yang akan melakukan tindakan," ujarnya.

Argo menambahkan, pihaknya juga telah membuat strategi pengamanan terkait pengawalan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tak timbul kesalahpahaman. "Setelah kita melihat ada fatwa MUI ya kita mengadakan rapat. Intinya rapat dengan beberapa elemen masyarakat, dan beberapa dengan kapolres semua. Intinya bahwa kita harus melihat dengan fatwa itu dan memberikan informasi kepada masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, MUI telah menerbitkan fatwa mengenai pelarangan penggunaan atribut perayaan Natal bagi karyawan Muslim di beberapa perusahaan.

Sumber: news.okezone.com, dengan judul "Polda Metro: Perusahaan Jangan Paksakan Karyawan Pakai Atribut Natal"

Polda Metro Imbau Perusahaan Tidak Paksa Karyawan Pakai Atribut Natal

Greg Redden dengan menggunakan kostum santa claus memberikan permen kepada warga yang menyambutnya di Jakarta, 24 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

RiauJOS.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengimbau perusahaan dan mal di Indonesia tidak memaksakan karyawannya untuk mengenakan atribut perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2017. Hal itu pun sudah disampaikan ke semua pihak.

"Misalnya di perusahaan atau mal tidak boleh memaksakan kehendak (memaksa karyawannya). Kita sampaikan, dan semua itu sudah. Semua kapolres sudah mengumpulkan semuanya, sudah kita rapatkan di Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Senin, 19 Desember 2016 diwartakan news.okezone.com

Jika ada ormas yang melakukan sweeping terkait fatwa ke perusahaan atau mal maka pihaknya tak akan ragu untuk bertindak. "Kita sudah sampaikan bahwa untuk kegiatan itu kalau ada menemukan laporkan ke kepolisian, kepolisian yang akan melakukan tindakan," ujarnya.

Argo menambahkan, pihaknya juga telah membuat strategi pengamanan terkait pengawalan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tak timbul kesalahpahaman. "Setelah kita melihat ada fatwa MUI ya kita mengadakan rapat. Intinya rapat dengan beberapa elemen masyarakat, dan beberapa dengan kapolres semua. Intinya bahwa kita harus melihat dengan fatwa itu dan memberikan informasi kepada masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, MUI telah menerbitkan fatwa mengenai pelarangan penggunaan atribut perayaan Natal bagi karyawan Muslim di beberapa perusahaan.

Sumber: news.okezone.com, dengan judul "Polda Metro: Perusahaan Jangan Paksakan Karyawan Pakai Atribut Natal"