Tumpukan sampah menggunung di Pekanbaru, Provinsi Riau
Tumpukan sampah menggunung di Pekanbaru, Provinsi Riau [sumatera.metrotvnews.com]

RiauJOS.com, Pekanbaru - Tumpukan sampah di Kota Pekanbaru, lagi-lagi menggunung. Pasalnya, sebagian petugas kebersihan masih mogok kerja. Mereka memprotes kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru yang memotong honor para petugas kebersihan.

Aksi mogok kerja berlangsung sejak akhir pekan lalu. Sebanyak 1.500 sopir truk dan tukang pungut sampah enggan bekerja.

Ramli, petugas kebersihan, mengaku pemotongan honor sebesar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu. Petugas kebersihan, kata Ramli, berstatus sebagai tenaga harian lepas di Pemkot Pekanbaru.

"Alasan Pemkot karena defisit anggaran. Tapi ini membuat kami kecewa," kata Ramli di Pekanbaru.

Pemotongan honor dibenarkan oleh Sekretaris Pemerintah Kota Pekanbaru, M Nur. Ia mengatakan itu terjadi akibat defisit pada APBD Pekanbaru.

"Lantaran defisit, biaya operasional terganggu. Begitu juga dengan honor dan biaya kegiatan rutin," kata M Nur di Pekanbaru, Selasa, 27 Desember 2016 dikutip dari sumatera.metrotvnews.com

Namun sebagian pekerja sudah menerima honor sesuai dengan kesepakatan. Sementara sebagian lain belum mendapat honor sesuai besaran yang seharusnya.

Adapun sopir truk sampah seharusnya mendapat honor Rp2,6 juta. Honor mereka dipotong sebesar Rp500 ribu. Sedangkan tukang muat sampah menerima honor Rp1,5 juta, lalu dipotong Rp200 ribu. Honor dibayarkan pada pekan terakhir tiap bulan.

Pekerja yang sudah mendapat gaji mulai kembali memungut sampah. Namun sebagian lain yang belum menerima honor tetap mogok kerja. Akibatnya tumpukan sampah masih tampak di beberapa sudut kota, misalnya Jalan Rajawali, Jalan Tuanku Tambusai, dan Jalan Soekarno-Hatta.

Sebagian Petugas Kebersihan di Pekanbaru Mogok Kerja, Tumpukan Sampah Menggunung Lagi..

Tumpukan sampah menggunung di Pekanbaru, Provinsi Riau
Tumpukan sampah menggunung di Pekanbaru, Provinsi Riau [sumatera.metrotvnews.com]

RiauJOS.com, Pekanbaru - Tumpukan sampah di Kota Pekanbaru, lagi-lagi menggunung. Pasalnya, sebagian petugas kebersihan masih mogok kerja. Mereka memprotes kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru yang memotong honor para petugas kebersihan.

Aksi mogok kerja berlangsung sejak akhir pekan lalu. Sebanyak 1.500 sopir truk dan tukang pungut sampah enggan bekerja.

Ramli, petugas kebersihan, mengaku pemotongan honor sebesar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu. Petugas kebersihan, kata Ramli, berstatus sebagai tenaga harian lepas di Pemkot Pekanbaru.

"Alasan Pemkot karena defisit anggaran. Tapi ini membuat kami kecewa," kata Ramli di Pekanbaru.

Pemotongan honor dibenarkan oleh Sekretaris Pemerintah Kota Pekanbaru, M Nur. Ia mengatakan itu terjadi akibat defisit pada APBD Pekanbaru.

"Lantaran defisit, biaya operasional terganggu. Begitu juga dengan honor dan biaya kegiatan rutin," kata M Nur di Pekanbaru, Selasa, 27 Desember 2016 dikutip dari sumatera.metrotvnews.com

Namun sebagian pekerja sudah menerima honor sesuai dengan kesepakatan. Sementara sebagian lain belum mendapat honor sesuai besaran yang seharusnya.

Adapun sopir truk sampah seharusnya mendapat honor Rp2,6 juta. Honor mereka dipotong sebesar Rp500 ribu. Sedangkan tukang muat sampah menerima honor Rp1,5 juta, lalu dipotong Rp200 ribu. Honor dibayarkan pada pekan terakhir tiap bulan.

Pekerja yang sudah mendapat gaji mulai kembali memungut sampah. Namun sebagian lain yang belum menerima honor tetap mogok kerja. Akibatnya tumpukan sampah masih tampak di beberapa sudut kota, misalnya Jalan Rajawali, Jalan Tuanku Tambusai, dan Jalan Soekarno-Hatta.