Social Items

Repean Muchu (28) ini nekad menjambret kalung Erni Suciati (32) warga Perumahan Karisma Asri Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto [surabaya.tribunnews.com]

RiauJOS.com, Mojokerto - Terdesak kebutuhan keluarga, penjual pentol bernama Repean Muchu (28) ini nekad menjambret kalung Erni Suciati (32) warga Perumahan Karisma Asri Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Namun karena terburu-buru, pendatang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menabrak gapura, lalu dihajar warga sebelum dibawa ke Polsek Sooko.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto menjelaskan, peristiwa penjambretan itu terjadi pada Senin malam, 12 Desember 2016 di Jl Raya Brangkal dekat lokasi rumah korban.

"Saat itu, korban mau pulang ke rumah. Korban mengendarai sepeda pancal," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 12 Desember.

Ketika korban bersepeda ke rumahnya, pelaku yang tinggal di Pasar Lawas Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo ini rupanya sudah mengincarnya.

Kemudian, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernopol S 6585 NO, pelaku memepet Erni dan dengan cepat menjambret kalung emas seberat 10 gram di lehernya.

Kaget dengan hal itu, spontan Erni lalu berteriak 'maling...maling..'. dan didengar warga sekitar.

"Warga lalu keluar dan mengejar Repean. Adapun pelaku yang takut dengan kejaran warga, buru-buru kabur. Namun karena tergesa, motornya malah menabrak gapura dan jatuh," katanya.

Tak ayal, warga bisa menangkap pelaku lalu menghajar hingga babak belur.

Tak lama, anggota reskrim Polsek Sooko datang dan mengamankan jambret itu. "Dia lalu diinterogasi dan ditahan di polsek," katanya.

Dari pengakuan pelaku di hadapan polisi, Repean mengaku baru sekali ini nekad menjambret.

Hasil berjualan pentol keliling rupanya tak cukup memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga pilih menjambret.

"Saya menjambret dan akan menjual kalung itu. Uangnya rencananya untuk beli susu anak yang baru sebulan lalu lahir," katanya.

Apapun alasannya, polisi tetap menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP, dimana ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sumber: surabaya.tribunnews.com, dengan judul "Usai Lakukan Kejahatan, Pria Asal NTT ini Menabrak Gapura dan Dihajar Warga Ramai-ramai"

Penjual Pentol Nekad Menjambret untuk Beli Susu Anaknya yang Baru Lahir Sebulan, Dihajar Massa hingga Babak Belur!!

Repean Muchu (28) ini nekad menjambret kalung Erni Suciati (32) warga Perumahan Karisma Asri Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto [surabaya.tribunnews.com]

RiauJOS.com, Mojokerto - Terdesak kebutuhan keluarga, penjual pentol bernama Repean Muchu (28) ini nekad menjambret kalung Erni Suciati (32) warga Perumahan Karisma Asri Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Namun karena terburu-buru, pendatang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menabrak gapura, lalu dihajar warga sebelum dibawa ke Polsek Sooko.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto menjelaskan, peristiwa penjambretan itu terjadi pada Senin malam, 12 Desember 2016 di Jl Raya Brangkal dekat lokasi rumah korban.

"Saat itu, korban mau pulang ke rumah. Korban mengendarai sepeda pancal," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 12 Desember.

Ketika korban bersepeda ke rumahnya, pelaku yang tinggal di Pasar Lawas Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo ini rupanya sudah mengincarnya.

Kemudian, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernopol S 6585 NO, pelaku memepet Erni dan dengan cepat menjambret kalung emas seberat 10 gram di lehernya.

Kaget dengan hal itu, spontan Erni lalu berteriak 'maling...maling..'. dan didengar warga sekitar.

"Warga lalu keluar dan mengejar Repean. Adapun pelaku yang takut dengan kejaran warga, buru-buru kabur. Namun karena tergesa, motornya malah menabrak gapura dan jatuh," katanya.

Tak ayal, warga bisa menangkap pelaku lalu menghajar hingga babak belur.

Tak lama, anggota reskrim Polsek Sooko datang dan mengamankan jambret itu. "Dia lalu diinterogasi dan ditahan di polsek," katanya.

Dari pengakuan pelaku di hadapan polisi, Repean mengaku baru sekali ini nekad menjambret.

Hasil berjualan pentol keliling rupanya tak cukup memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga pilih menjambret.

"Saya menjambret dan akan menjual kalung itu. Uangnya rencananya untuk beli susu anak yang baru sebulan lalu lahir," katanya.

Apapun alasannya, polisi tetap menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP, dimana ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sumber: surabaya.tribunnews.com, dengan judul "Usai Lakukan Kejahatan, Pria Asal NTT ini Menabrak Gapura dan Dihajar Warga Ramai-ramai"