Social Items

Kegiatan pelantikan artis MArtis Peggy Melati Sukma sebagai duta Baznas (Poskota News)

RiauJOS.com, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjuk Peggy Melati Sukma untuk menjadi duta untuk menggemakan kontribusi zakat dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, pemilihan Peggy sebagai duta karena sesuai dengan semangat Baznas dalam menyampaikan semangat berzakat ke masyarakat.

"Kami menetapkan Peggy karena dia sukses berhijrah. Semangat ini layak ditiru," ujar Bambang di Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016 diwartakan www.republika.co.id.

Bambang mengaku, Peggy juga menguasai isu-isu yang berkaitan dengan SDGs karena sebelumnya juga pernah menjadi duta tujuan pembangunan milenium (MDGs) dan kegiatan sosial lainnya. Menurut Bambang, seluruh poin-poin SDGs berhimpitan dengan tujuan zakat seperti pengentasan kemiskinan, pemberantasan kelaparan, penyediaan pendidikan berkualitas, serta air bersih dan sanitasi.

"Kami berharap peran Baznas bisa semakin bergema," ujar Bambang.

Bambang mengaku, Baznas akan terus mendukung pencapaian SDGs di Indonesia melalui potensi yang dimiliki dengan melibatkan Baznas daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk melaksanakan program berkaitan dengan SDGs.

Peggy mengaku siap mengemban amanah barunya tersebut sebagai wadah untuk terus berdakwah. Menurutnya, zakat adalah ajaran Islam yang baik sehingga ia merasa perlu untuk menyampaikan pesan tersebut ke banyak orang. "Potensi zakat itu besar. Ini solusi untuk menyelesaikan persoalan dan juga untuk mencapai tujuan SDGs," ujar Peggy.

Gaet Selebritas, Langkah Baznas Dinilai Positif


Sementara, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Hamid Abidin menilai langkah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjuk aktris Peggy Melati Sukma menjadi duta SDGs adalah gebrakan positif. Ia mengatakan, hal itu bisa lebih membumikan isu SDGs ke masyarakat. 

"Selebriti bisa menjadi teladan sehingga mudah-mudahan isu SDGs bisa lebih dipahami masyarakat," ujar Hamid di Jakarta, Rabu 14 Desember diwartakan juga www.republika.com
 
Hamid mengaku, zakat memiliki potensi besar dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Akan tetapi, ujarnya, saat ini masih ada tantangan besar dalam dunia perzakatan yakni praktik memberikan donasi secara langsung atau direct giving

"Karena masih banyak direct giving akhirnya filantropi jadi kurang berbekas. Bisa berbagi tapi tidak memberdayakan," ujar Hamid. 

Hamid mengatakan, Baznas melalui filantropi Islam mengorganisir dana zakat sehingga ada pemberdayaan ekonomi dan juga peningkatan kapasitas masyarakat. "Zakat pun bisa juga menyumbang pembangunan strategis dan jangka panjang," ujarnya.

Peggy Melati Sukma Siap Emban Amanah Jadi Duta Badan Amil Zakat Nasional

Kegiatan pelantikan artis MArtis Peggy Melati Sukma sebagai duta Baznas (Poskota News)

RiauJOS.com, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjuk Peggy Melati Sukma untuk menjadi duta untuk menggemakan kontribusi zakat dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, pemilihan Peggy sebagai duta karena sesuai dengan semangat Baznas dalam menyampaikan semangat berzakat ke masyarakat.

"Kami menetapkan Peggy karena dia sukses berhijrah. Semangat ini layak ditiru," ujar Bambang di Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016 diwartakan www.republika.co.id.

Bambang mengaku, Peggy juga menguasai isu-isu yang berkaitan dengan SDGs karena sebelumnya juga pernah menjadi duta tujuan pembangunan milenium (MDGs) dan kegiatan sosial lainnya. Menurut Bambang, seluruh poin-poin SDGs berhimpitan dengan tujuan zakat seperti pengentasan kemiskinan, pemberantasan kelaparan, penyediaan pendidikan berkualitas, serta air bersih dan sanitasi.

"Kami berharap peran Baznas bisa semakin bergema," ujar Bambang.

Bambang mengaku, Baznas akan terus mendukung pencapaian SDGs di Indonesia melalui potensi yang dimiliki dengan melibatkan Baznas daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk melaksanakan program berkaitan dengan SDGs.

Peggy mengaku siap mengemban amanah barunya tersebut sebagai wadah untuk terus berdakwah. Menurutnya, zakat adalah ajaran Islam yang baik sehingga ia merasa perlu untuk menyampaikan pesan tersebut ke banyak orang. "Potensi zakat itu besar. Ini solusi untuk menyelesaikan persoalan dan juga untuk mencapai tujuan SDGs," ujar Peggy.

Gaet Selebritas, Langkah Baznas Dinilai Positif


Sementara, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Hamid Abidin menilai langkah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjuk aktris Peggy Melati Sukma menjadi duta SDGs adalah gebrakan positif. Ia mengatakan, hal itu bisa lebih membumikan isu SDGs ke masyarakat. 

"Selebriti bisa menjadi teladan sehingga mudah-mudahan isu SDGs bisa lebih dipahami masyarakat," ujar Hamid di Jakarta, Rabu 14 Desember diwartakan juga www.republika.com
 
Hamid mengaku, zakat memiliki potensi besar dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Akan tetapi, ujarnya, saat ini masih ada tantangan besar dalam dunia perzakatan yakni praktik memberikan donasi secara langsung atau direct giving

"Karena masih banyak direct giving akhirnya filantropi jadi kurang berbekas. Bisa berbagi tapi tidak memberdayakan," ujar Hamid. 

Hamid mengatakan, Baznas melalui filantropi Islam mengorganisir dana zakat sehingga ada pemberdayaan ekonomi dan juga peningkatan kapasitas masyarakat. "Zakat pun bisa juga menyumbang pembangunan strategis dan jangka panjang," ujarnya.