Social Items

Myanmar Larang Warganya Kerja di Malaysia setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengecam penindasan etnis Muslim Rohingya sebagai 'genosida'
Ibu dan anak asal etnis Muslim Rohingya, Myanmar, menangis di pengungsian Bangladesh. Foto / REUTERS / Mohammad Ponir Hossain

RiauJOS.com, Yangoon - Pemerintah Myanmar melarang warganya untuk pergi kerja di Malaysia setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengecam penindasan etnis Muslim Rohingya yang disebut sebagai “genosida”. Alasan pelarangan itu karena Myanmar khawatir dengan keselamatan para warganya.

Najib dalam aksi solidaritas untuk etnis Rohingya hari Minggu lalu juga mengecam Aung San Suu Kyi yang bungkam atas penganiyaan dan pembunuhan warga Muslim Rohingya oleh militer Myanmar meski Suu Kyi sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Sejumlah laporan aktivis dan media menyebut setidaknya 86 orang tewas dan sekitar 30.000 warga Rohingya mengungsi dari negara bagian Rakhine, Myanmar akibat operasi militer Myanmar. Operasi itu diluncurkan sebagai respons atas serangan orang-orang bersenjata tak dikenal terhadap pos-pos polisi perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar pada 9 Oktober 2016.

Kecaman Najib melalui orasinya di Kuala Lumpur memicu Myanmar untuk untuk memanggil duta besar Malaysia pada hari Selasa. Pemerintah Myanmar menyebut apa yang disampaikan Najib ”belum diverifikasi kebenarannya”.

Sekretaris tetap dari Kementerian Tenaga Kerja Myanmar, Maung Maung Kyaw, mengatakan para pekerja Myanmar telah dihentikan sementara untuk pergi ke Malaysia karena keamanan mengkhawatirkan.

Dia menolak berkomentar ketika ditanya apakah larangan itu sebagai respons atas kecaman Najib tentang krisis Rohingya.“Karena situasi yang sedang berlangsung,” ujar Kyaw, seperti dikutip Reuters, Kamis, 8 Desember 2016.

”Kami menginstruksikan semua agen tenaga kerja di luar negeri berlisensi untuk menghentikan sementara pengiriman pekerja ke Malaysia efektif mulai 6 Desember karena ada alasan kekhawatiran tentang keamanan mereka,” kata Kyaw.

Data otoritas Myanmar menyebut, Malaysia menjadi tuan rumah bagi sekitar 147.000 pekerja migran asal Myanmar.

Pihak berwenang Myanmar telah menolak tuduhan dari warga Rohingya dan kelompok-kelompok HAM bahwa tentara telah memperkosa wanita, membakar rumah dan membunuh warga sipil Rohingya dalam kekerasan terbadu di Rakhine.

Sementara itu, Menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia menyatakan keprihatinannya atas sikap Aung San Suu Kyi terkait perlakuan militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya.

”Saya telah menyampaikan keprihatinan dari Indonesia untuk Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi tentang situasi di negara bagian Rakhine,” kata Retno dalam sebuah pernyataan, kemarin, setelah keduanya bertemu di Ibu Kota Myanmar.

”Pemerintah Myanmar telah membuka pintu untuk (penyaluran) bantuan kemanusiaan dari Indonesia agar bisa mencapai negara bagian Rakhine,” ujar Retno.

Myanmar Larang Warganya Kerja di Malaysia setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengecam penindasan etnis Muslim Rohingya sebagai 'genosida'

Myanmar Larang Warganya Kerja di Malaysia setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengecam penindasan etnis Muslim Rohingya sebagai 'genosida'
Ibu dan anak asal etnis Muslim Rohingya, Myanmar, menangis di pengungsian Bangladesh. Foto / REUTERS / Mohammad Ponir Hossain

RiauJOS.com, Yangoon - Pemerintah Myanmar melarang warganya untuk pergi kerja di Malaysia setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengecam penindasan etnis Muslim Rohingya yang disebut sebagai “genosida”. Alasan pelarangan itu karena Myanmar khawatir dengan keselamatan para warganya.

Najib dalam aksi solidaritas untuk etnis Rohingya hari Minggu lalu juga mengecam Aung San Suu Kyi yang bungkam atas penganiyaan dan pembunuhan warga Muslim Rohingya oleh militer Myanmar meski Suu Kyi sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Sejumlah laporan aktivis dan media menyebut setidaknya 86 orang tewas dan sekitar 30.000 warga Rohingya mengungsi dari negara bagian Rakhine, Myanmar akibat operasi militer Myanmar. Operasi itu diluncurkan sebagai respons atas serangan orang-orang bersenjata tak dikenal terhadap pos-pos polisi perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar pada 9 Oktober 2016.

Kecaman Najib melalui orasinya di Kuala Lumpur memicu Myanmar untuk untuk memanggil duta besar Malaysia pada hari Selasa. Pemerintah Myanmar menyebut apa yang disampaikan Najib ”belum diverifikasi kebenarannya”.

Sekretaris tetap dari Kementerian Tenaga Kerja Myanmar, Maung Maung Kyaw, mengatakan para pekerja Myanmar telah dihentikan sementara untuk pergi ke Malaysia karena keamanan mengkhawatirkan.

Dia menolak berkomentar ketika ditanya apakah larangan itu sebagai respons atas kecaman Najib tentang krisis Rohingya.“Karena situasi yang sedang berlangsung,” ujar Kyaw, seperti dikutip Reuters, Kamis, 8 Desember 2016.

”Kami menginstruksikan semua agen tenaga kerja di luar negeri berlisensi untuk menghentikan sementara pengiriman pekerja ke Malaysia efektif mulai 6 Desember karena ada alasan kekhawatiran tentang keamanan mereka,” kata Kyaw.

Data otoritas Myanmar menyebut, Malaysia menjadi tuan rumah bagi sekitar 147.000 pekerja migran asal Myanmar.

Pihak berwenang Myanmar telah menolak tuduhan dari warga Rohingya dan kelompok-kelompok HAM bahwa tentara telah memperkosa wanita, membakar rumah dan membunuh warga sipil Rohingya dalam kekerasan terbadu di Rakhine.

Sementara itu, Menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia menyatakan keprihatinannya atas sikap Aung San Suu Kyi terkait perlakuan militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya.

”Saya telah menyampaikan keprihatinan dari Indonesia untuk Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi tentang situasi di negara bagian Rakhine,” kata Retno dalam sebuah pernyataan, kemarin, setelah keduanya bertemu di Ibu Kota Myanmar.

”Pemerintah Myanmar telah membuka pintu untuk (penyaluran) bantuan kemanusiaan dari Indonesia agar bisa mencapai negara bagian Rakhine,” ujar Retno.