Ornes Joe Cover Lagu 'Pulau Seribu' Tety Kadi
Pulau Bira, di Kepulauan Seribu [misteraladin.com]

RiauJOS.com, Pekanbaru - Musisi asal Semarang, Ornes Joe menguploud video cover lagu "Pulau Seribu" yang pernah populer di tahun 1966, lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Tetty Kadi, penyanyi kawak yang berkarir politik sebagai anggota DPR hingga 2014.

Sumber dari wikipedia.org, menyebutkan:

Tetty Kadi kemudian aktif dalam dunia politik melalui Partai Golkar. Pada pemilu 2004, ia terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Selanjutnya pada pemilu 2009, ia menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII. Namun pada pemilu 2014, ia gagal terpilih kembali.

Di DPRD Jawa Barat, Tetty Kadi pernah menduduki kursi wakil ketua Komisi B, salah satu komisi yang paling penting.

Kabar terakhir dari Tetty, diwartakan republika.co.id, pada 14 November 2016 lalu, ia menghadiri kegiatan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) mengadakan Rakernis yang diselenggarakan mulai tanggal 14 hingga 16 November di Wisma Kopo Griya Sabha Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti oleh Seluruh Pengurus Pusat KPPG dan para Pengurus Daerah KPPG seluruh Indonesia.

Rakernis ini juga dihadiri beberapa tokoh perempuan politik Golkar seperti Nurul Arifin, Tetty Kadi, legislator politisi Golkar DR Hetifah Syaifudian, DR Linda Purnomo. Selain itu juga pengamat politik seperti Chusnul Mar'iyah maupun para Kepala Daerah.

Melalui warta ini, Ornes Joe (Penulis) mengulas misteri lagu "Pulau Seribu", dikaitkan dengan kasus penistaan agama, dengan tersangka Basuki Tjahaya Purnama, atau Ahok yang saat ini sedang berproses di pihak berwenang.

Lagu "Pulau Seribu", seperti menyingkap pandangan terdalam dari seorang musisi, kalau kita mau jeli melihat pandangan terjauh para musisi, kita dapat mengetahui peristiwa yang akan terjadi melalui pertanda dalam syair lagu yang dibawakan oleh para musisi di masa lalu.

Demonstrasi besar-besaran, mulai dari Aksi Bela Islam I, II hingga III, bermula dari video yang diunggah di YouTube, karena Ahok menyebut surat Al-Maidah ayat 51 dalam kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Berikut lirik lagu "Pulau Seribu" ditulis oleh A. Riyanto.

Pulau Seribu
Waktu terang bulan
Ku pergi berlayar
Pergi menuju Pulau Seribu 
Pulau indah permai
Dengan pemandangan
Nyiur melambai di sepanjang pantai 
Ayo kawan semua pergi kesana
Pulau Seribu memikat hati sungguh indah 
Angin sepoi-sepoi
Perahu berlayar
Menuju pantai Pulau Seribu 
Waktu terang bulan
Ku pergi berlayar
Pergi menuju Pulau Seribu 
Pulau indah permai
Dengan pemandangan
Nyiur melambai di sepanjang pantai 
Ayo kawan semua pergi kesana
Pulau Seribu memikat hati sungguh indah 
Angin sepoi-sepoi
Perahu berlayar
Menuju pantai Pulau Seribu

Pada lirik "Ayo kawan semua pergi kesana", mengajak kita untuk memperhatikan pulau seribu, dan kalau kita jeli memperhatikan, dan mau bertanya, ada apa dengan pulau seribu? dan mengapa kita harus kesana? tentu kejadian demonstrasi besar-besaran yang beberapa hari yang lalu terjadi, sudah bisa kita dapatkan pandangan terdalam atau intuisi dari para musisi, bahwa di Kepulauan Seribu akan ada hal besar yang akan terjadi.

Lewat lagu, mampu menyingkap kenyataan yang akan datang. Inilah yang saya namai intuisi para musisi, seoalah mendapatkan penglihatan jauh kedepan, dengan datangnya inspirasi menjadi karya musik.

Melalui tulisan ini, mari kita semua lebih jeli lagi dalam memperhatikan lirik lagu yang dinyanyikan para musisi, sehingga apa yang digelisahkan para musisi dimasa lalu, dapat kita tangkap peristiwa yang akan dan mungkin terjadi.

Ini sebuah metoda sederhana, untuk mengungkap peristiwa yang akan datang lewat syair lagu, mungkin hal ini belum disentuh oleh ilmu pengetahuan, yang sampai hari ini masih saja disibukkan dengan pengumpulan data-data, dan digambarkan melalui grafik-grafik dan analisis data-data.

Simak, lagu "Pulau Seribu" melalui saluran YouTube ini.

Menyingkap Misteri Lagu Nostalgia 'Pulau Seribu' dan Intuisi Para Musisi

Ornes Joe Cover Lagu 'Pulau Seribu' Tety Kadi
Pulau Bira, di Kepulauan Seribu [misteraladin.com]

RiauJOS.com, Pekanbaru - Musisi asal Semarang, Ornes Joe menguploud video cover lagu "Pulau Seribu" yang pernah populer di tahun 1966, lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Tetty Kadi, penyanyi kawak yang berkarir politik sebagai anggota DPR hingga 2014.

Sumber dari wikipedia.org, menyebutkan:

Tetty Kadi kemudian aktif dalam dunia politik melalui Partai Golkar. Pada pemilu 2004, ia terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Selanjutnya pada pemilu 2009, ia menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII. Namun pada pemilu 2014, ia gagal terpilih kembali.

Di DPRD Jawa Barat, Tetty Kadi pernah menduduki kursi wakil ketua Komisi B, salah satu komisi yang paling penting.

Kabar terakhir dari Tetty, diwartakan republika.co.id, pada 14 November 2016 lalu, ia menghadiri kegiatan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) mengadakan Rakernis yang diselenggarakan mulai tanggal 14 hingga 16 November di Wisma Kopo Griya Sabha Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti oleh Seluruh Pengurus Pusat KPPG dan para Pengurus Daerah KPPG seluruh Indonesia.

Rakernis ini juga dihadiri beberapa tokoh perempuan politik Golkar seperti Nurul Arifin, Tetty Kadi, legislator politisi Golkar DR Hetifah Syaifudian, DR Linda Purnomo. Selain itu juga pengamat politik seperti Chusnul Mar'iyah maupun para Kepala Daerah.

Melalui warta ini, Ornes Joe (Penulis) mengulas misteri lagu "Pulau Seribu", dikaitkan dengan kasus penistaan agama, dengan tersangka Basuki Tjahaya Purnama, atau Ahok yang saat ini sedang berproses di pihak berwenang.

Lagu "Pulau Seribu", seperti menyingkap pandangan terdalam dari seorang musisi, kalau kita mau jeli melihat pandangan terjauh para musisi, kita dapat mengetahui peristiwa yang akan terjadi melalui pertanda dalam syair lagu yang dibawakan oleh para musisi di masa lalu.

Demonstrasi besar-besaran, mulai dari Aksi Bela Islam I, II hingga III, bermula dari video yang diunggah di YouTube, karena Ahok menyebut surat Al-Maidah ayat 51 dalam kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Berikut lirik lagu "Pulau Seribu" ditulis oleh A. Riyanto.

Pulau Seribu
Waktu terang bulan
Ku pergi berlayar
Pergi menuju Pulau Seribu 
Pulau indah permai
Dengan pemandangan
Nyiur melambai di sepanjang pantai 
Ayo kawan semua pergi kesana
Pulau Seribu memikat hati sungguh indah 
Angin sepoi-sepoi
Perahu berlayar
Menuju pantai Pulau Seribu 
Waktu terang bulan
Ku pergi berlayar
Pergi menuju Pulau Seribu 
Pulau indah permai
Dengan pemandangan
Nyiur melambai di sepanjang pantai 
Ayo kawan semua pergi kesana
Pulau Seribu memikat hati sungguh indah 
Angin sepoi-sepoi
Perahu berlayar
Menuju pantai Pulau Seribu

Pada lirik "Ayo kawan semua pergi kesana", mengajak kita untuk memperhatikan pulau seribu, dan kalau kita jeli memperhatikan, dan mau bertanya, ada apa dengan pulau seribu? dan mengapa kita harus kesana? tentu kejadian demonstrasi besar-besaran yang beberapa hari yang lalu terjadi, sudah bisa kita dapatkan pandangan terdalam atau intuisi dari para musisi, bahwa di Kepulauan Seribu akan ada hal besar yang akan terjadi.

Lewat lagu, mampu menyingkap kenyataan yang akan datang. Inilah yang saya namai intuisi para musisi, seoalah mendapatkan penglihatan jauh kedepan, dengan datangnya inspirasi menjadi karya musik.

Melalui tulisan ini, mari kita semua lebih jeli lagi dalam memperhatikan lirik lagu yang dinyanyikan para musisi, sehingga apa yang digelisahkan para musisi dimasa lalu, dapat kita tangkap peristiwa yang akan dan mungkin terjadi.

Ini sebuah metoda sederhana, untuk mengungkap peristiwa yang akan datang lewat syair lagu, mungkin hal ini belum disentuh oleh ilmu pengetahuan, yang sampai hari ini masih saja disibukkan dengan pengumpulan data-data, dan digambarkan melalui grafik-grafik dan analisis data-data.

Simak, lagu "Pulau Seribu" melalui saluran YouTube ini.