Korban Tewas Akibat Gempa di Aceh Terus Meningkat
Korban tewas akibat gempa di Aceh, Rabu, 7 Desember 2016

RiauJOS.com, Pidie Jaya - Korban tewas akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh, sudah mencapai 24 orang dan puluhan orang luka, dikhawatirkan masih banyak yang tertimpa reruntuhan.

Namun pejabat berwenang menyebut, tak ada bahaya tsunami.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan gempa terjadi sebelum waktu salat Subuh dan banyak warga yang tidak dapat menyelamatkan diri.

"Korban tewas akibat reruntuhan bangunan di rumah toko atau ruko dan rumah yang hancur akibat gempa," jelas Said diwartakan BBC Indonesia.

Banyak ruko dan rumah hancur, dan para petugas penyelamatan terus berupaya untuk menyelamatkan sejumlah warga yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan, seperti dilaporkan Junaidi Hanafiah, seorang wartawan Aceh yang meliput untuk BBC Indonesia.

Menurut Said, gempa sangat kuat terjadi, "Saya pun sampai terjatuh-jatuh tadi ketika mencoba keluar dari rumah," jelas Said.

Puluhan orang yang luka ditangani di halaman RSUD Pidie Jaya, untuk menghindari gempa susulan.

"Saya melihat di depan saya, banyak puluhan orang sedang dirawat banyak yang luka di kepala dan patah tulang," jelas Said.

Beberapa pasien yang mengalami luka berat dibawa ke rumah sakit lain.

Dia mengatakan bantuan medis dan tim untuk evakuasi korban terus berdatangan dari kabupaten lain dan ibukota Banda Aceh.

Gempa dengan kekuatan 6,4 pada skala Richter (SR) dirasakan di Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu pagi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 18 kilometer sebelah timur laut Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 10 kilometer.

 

Korban Tewas Akibat Gempa di Aceh Mencapai 24 Orang, dan Terus Meningkat

Korban Tewas Akibat Gempa di Aceh Terus Meningkat
Korban tewas akibat gempa di Aceh, Rabu, 7 Desember 2016

RiauJOS.com, Pidie Jaya - Korban tewas akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh, sudah mencapai 24 orang dan puluhan orang luka, dikhawatirkan masih banyak yang tertimpa reruntuhan.

Namun pejabat berwenang menyebut, tak ada bahaya tsunami.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan gempa terjadi sebelum waktu salat Subuh dan banyak warga yang tidak dapat menyelamatkan diri.

"Korban tewas akibat reruntuhan bangunan di rumah toko atau ruko dan rumah yang hancur akibat gempa," jelas Said diwartakan BBC Indonesia.

Banyak ruko dan rumah hancur, dan para petugas penyelamatan terus berupaya untuk menyelamatkan sejumlah warga yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan, seperti dilaporkan Junaidi Hanafiah, seorang wartawan Aceh yang meliput untuk BBC Indonesia.

Menurut Said, gempa sangat kuat terjadi, "Saya pun sampai terjatuh-jatuh tadi ketika mencoba keluar dari rumah," jelas Said.

Puluhan orang yang luka ditangani di halaman RSUD Pidie Jaya, untuk menghindari gempa susulan.

"Saya melihat di depan saya, banyak puluhan orang sedang dirawat banyak yang luka di kepala dan patah tulang," jelas Said.

Beberapa pasien yang mengalami luka berat dibawa ke rumah sakit lain.

Dia mengatakan bantuan medis dan tim untuk evakuasi korban terus berdatangan dari kabupaten lain dan ibukota Banda Aceh.

Gempa dengan kekuatan 6,4 pada skala Richter (SR) dirasakan di Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu pagi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 18 kilometer sebelah timur laut Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 10 kilometer.