Aparat polisi antiteror di Dhaka, Bangladesh, mengepung tempat persembunyian kelompok militan di Ashkona, pada Sabtu 24 Desember.  [The Star]

RiauJOS.com, Dhaka - Seorang militan di Ashkona, Bangladesh, Maynul Musa, memerintahkan istrinya yang mengenakan rompi bom bunuh diri untuk meledakkan diri bersama bayinya yang berusia empat bulan. Tapi, sang istri yang nurani keibuannya tersentuh menolak perintah itu karena tidak tega.

Perintah Maynul kepada istrinya, Trisha Moni, itu muncul ketika para polisi mengepung tempat persembunyian Trisha pada Sabtu pagi, pekan lalu. Trisha yang menolak perintah suaminya memilih menyerahkan diri demi kelangsungan hidup bayinya.

Pejabat Kontra Terorisme dan Kejahatan Transnasional (CTTC) Polisi Metropolitan Dhaka (DMP) mengungkap hal itu dari proses interogasi terhadap Trisha. Ketika para polisi mengepung tempat meraka, Trisha berkomunikasi dengan suaminya menggunakan aplikasi pesan terenkripsi.

Melalui aplikasi itu, dia mendapat perintah dari suaminya untuk meledakkan diri bersama bayinya. Selain Trisha ada wanita lain yang mendapat perintah serupa. ”Musa kemudian meminta istri dan semua wanita lainnya memakai rompi bunuh diri dan meledakkan diri mereka,” kata seorang pejabat CCTC yang berbicara dalam kondisi anonim, diwartakan sindonews.com, Selasa malam, 27 Desember 2016 dikutip dari The Daily Star.

Musa mengambil alih kepemimpinan kelompok radikal ”Neo JMB” setelah para pemimpin senior kelompok itu tewas dalam operasi anti-teror 1 Juli. Para pemimpin senior lain dari kelompok itu telah ditangkap.

Musa terakhir kali mengunjungi Ashkona di sebuah bangunan tiga lantai pada Selasa lalu, ketika dia membawa bom dan granat di sana.

Dua militan lain diidentifikasi bernama Firoz dan Selim juga mengunjungi lokasi tersebut. Menurut pejabat CTTC, kelompok “Neo JMB” masih memiliki satu ahli pembuat bom.

Trisha, menurut pejabat itu, telah menyatakan penyesalan karena masuk dalam lingkaran militan.

Tersentuh Naluri Keibuan, Seorang Istri di India Tolak Perintah Suami Meledakkan Diri bersama Bayinya

Aparat polisi antiteror di Dhaka, Bangladesh, mengepung tempat persembunyian kelompok militan di Ashkona, pada Sabtu 24 Desember.  [The Star]

RiauJOS.com, Dhaka - Seorang militan di Ashkona, Bangladesh, Maynul Musa, memerintahkan istrinya yang mengenakan rompi bom bunuh diri untuk meledakkan diri bersama bayinya yang berusia empat bulan. Tapi, sang istri yang nurani keibuannya tersentuh menolak perintah itu karena tidak tega.

Perintah Maynul kepada istrinya, Trisha Moni, itu muncul ketika para polisi mengepung tempat persembunyian Trisha pada Sabtu pagi, pekan lalu. Trisha yang menolak perintah suaminya memilih menyerahkan diri demi kelangsungan hidup bayinya.

Pejabat Kontra Terorisme dan Kejahatan Transnasional (CTTC) Polisi Metropolitan Dhaka (DMP) mengungkap hal itu dari proses interogasi terhadap Trisha. Ketika para polisi mengepung tempat meraka, Trisha berkomunikasi dengan suaminya menggunakan aplikasi pesan terenkripsi.

Melalui aplikasi itu, dia mendapat perintah dari suaminya untuk meledakkan diri bersama bayinya. Selain Trisha ada wanita lain yang mendapat perintah serupa. ”Musa kemudian meminta istri dan semua wanita lainnya memakai rompi bunuh diri dan meledakkan diri mereka,” kata seorang pejabat CCTC yang berbicara dalam kondisi anonim, diwartakan sindonews.com, Selasa malam, 27 Desember 2016 dikutip dari The Daily Star.

Musa mengambil alih kepemimpinan kelompok radikal ”Neo JMB” setelah para pemimpin senior kelompok itu tewas dalam operasi anti-teror 1 Juli. Para pemimpin senior lain dari kelompok itu telah ditangkap.

Musa terakhir kali mengunjungi Ashkona di sebuah bangunan tiga lantai pada Selasa lalu, ketika dia membawa bom dan granat di sana.

Dua militan lain diidentifikasi bernama Firoz dan Selim juga mengunjungi lokasi tersebut. Menurut pejabat CTTC, kelompok “Neo JMB” masih memiliki satu ahli pembuat bom.

Trisha, menurut pejabat itu, telah menyatakan penyesalan karena masuk dalam lingkaran militan.