Google for Indonesia
Google for Indonesia [tekno.kompas.com]

RiauJOS.com, Tekno - Santer terdengar kabar, bahwa google akan diblokir di Indonesia. Hal ini membuat beberapa anggota grup Blogger Indonesia merasa "ketir-ketir" (KBBI: perasaan cemas, khawatir, waswas, gelisah), pasalnya sebagian mereka mendapatkan penghasilan dari kerjasama dengan program google adsense.

Mengutip pemberitaan inet.detik.com, Senin, 26 Desember 2016, dengan judul berita"Google Masih Tunggak Pajak di Indonesia, Apa Perlu Diblokir?", semakin membuat para blogger "ketir-ketir", karena semua energi mereka tercurah dalam Blog, dimana mereka telah banyak menghabiskan energi, uang dan waktu untuk menuangkan gagasan dan kreatifitas ke dalam blog masing-masing. Berikut, screenshot tanggapan para Blogger, di grup Facebook Blogger Indonesia.







Kutipan dari inet.detik.com, diwartakan bahwa langkah Google yang masih belum kooperatif terkait masalah pembayaran pajak membuat pemerintah lewat Ditjen Pajak menutup opsi negosiasi. Bahkan Ditjen Pajak sudah menetapkan Januari 2017 Google akan terkena bunga 150% dari pajak tertunggak.

Sementara, Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat Menteri Rudiantara sendiri masih menunggu perkembangan dan menyatakan belum memungkinkan untuk melakukan blokir. Menurutnya, blokir terhadap Google adalah langkah terakhir. Pasalnya, masih ada kepentingan umum yang sementara ini didahulukan pemerintah.

Dan sekarang, pembicaraan mengenai kabar pemblokiran google semakin mencuat, mereka para Blogger sedang melakukan siasat, dan ada juga yang sudah menyerah seakan tidak ada jalan lain untuk mengatasi hal ini. Sebagian Blogger, di grup Blogger Indonesia ada juga yang optimis, bahwa pemerintah tidak akan melakukan pemblokiran google di Indonesia.

Beberapa bulan yang lalu, Kompas mewartakan, dengan judul "ICMI Minta Google dan YouTube Diblokir, Ini Komentar Menkominfo" Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informasi tak mungkin memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube.

Hal itu disampaikan terkait pernyataan Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jafar Hafsah yang meminta pemerintah memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube.

Rudiantara menyatakan, pada era keterbukaan informasi saat ini, mustahil memblokir Google dan YouTube.

"Saya pikir tidak mungkin kami memblokir dua situs tersebut di era keterbukaan informasi. Itu juga dikatakan Prof Jimly (Asshiddiqie), Ketua ICMI, waktu saya hubungi kemarin," ujar Rudiantara saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2016 yang lalu.

Mari ikuti perkembangan terkakhir kasus ini, salam Blogger Indonesia!

Google Mau di Blokir, Blogger 'Ketir-Ketir'

Google for Indonesia
Google for Indonesia [tekno.kompas.com]

RiauJOS.com, Tekno - Santer terdengar kabar, bahwa google akan diblokir di Indonesia. Hal ini membuat beberapa anggota grup Blogger Indonesia merasa "ketir-ketir" (KBBI: perasaan cemas, khawatir, waswas, gelisah), pasalnya sebagian mereka mendapatkan penghasilan dari kerjasama dengan program google adsense.

Mengutip pemberitaan inet.detik.com, Senin, 26 Desember 2016, dengan judul berita"Google Masih Tunggak Pajak di Indonesia, Apa Perlu Diblokir?", semakin membuat para blogger "ketir-ketir", karena semua energi mereka tercurah dalam Blog, dimana mereka telah banyak menghabiskan energi, uang dan waktu untuk menuangkan gagasan dan kreatifitas ke dalam blog masing-masing. Berikut, screenshot tanggapan para Blogger, di grup Facebook Blogger Indonesia.







Kutipan dari inet.detik.com, diwartakan bahwa langkah Google yang masih belum kooperatif terkait masalah pembayaran pajak membuat pemerintah lewat Ditjen Pajak menutup opsi negosiasi. Bahkan Ditjen Pajak sudah menetapkan Januari 2017 Google akan terkena bunga 150% dari pajak tertunggak.

Sementara, Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat Menteri Rudiantara sendiri masih menunggu perkembangan dan menyatakan belum memungkinkan untuk melakukan blokir. Menurutnya, blokir terhadap Google adalah langkah terakhir. Pasalnya, masih ada kepentingan umum yang sementara ini didahulukan pemerintah.

Dan sekarang, pembicaraan mengenai kabar pemblokiran google semakin mencuat, mereka para Blogger sedang melakukan siasat, dan ada juga yang sudah menyerah seakan tidak ada jalan lain untuk mengatasi hal ini. Sebagian Blogger, di grup Blogger Indonesia ada juga yang optimis, bahwa pemerintah tidak akan melakukan pemblokiran google di Indonesia.

Beberapa bulan yang lalu, Kompas mewartakan, dengan judul "ICMI Minta Google dan YouTube Diblokir, Ini Komentar Menkominfo" Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informasi tak mungkin memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube.

Hal itu disampaikan terkait pernyataan Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jafar Hafsah yang meminta pemerintah memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube.

Rudiantara menyatakan, pada era keterbukaan informasi saat ini, mustahil memblokir Google dan YouTube.

"Saya pikir tidak mungkin kami memblokir dua situs tersebut di era keterbukaan informasi. Itu juga dikatakan Prof Jimly (Asshiddiqie), Ketua ICMI, waktu saya hubungi kemarin," ujar Rudiantara saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2016 yang lalu.

Mari ikuti perkembangan terkakhir kasus ini, salam Blogger Indonesia!