Dora Natalia Singarimbun [viva.co.id /Anwar Sadat]

RiauJOS.com, Jakarta – Pelaku tindak kekerasan terhadap polisi, Dora Natalia Singarimbun terancam hukuman penjara jika terbukti lakukan kekerasan.

“Kalau memang terbukti, pelaku terancam dengan Pasal 212. Hukumannya kurang lebih satu tahun enam bulan penjara,” jelas Kapolres Metro Jakarta Timur Agung Budiono, Senin, 19 Desember 2016 diwartakan kriminalitas.com.

Namun demikian, meski telah mengantongi sejumlah alat bukti dan keterangan saksi, pihaknya tidak mau terburu-buru berspekulasi.

“Dari kedua belah pihak belum ada yang memberi keterangan yang beredar di media sosial itu, kami juga masih menetapkan terlapor sebagai saksi,” ujar Agung.

Ia menambahkan, saat melakukan pemeriksaan selama kurang lebih lima jam, dari pihak terlapor berlaku baik.

“Sangat kooperatif, tadi kita tanyai sekitar 20 pertanyaan lebih mengenai kejadian di Jatinegara. Ia juga bilang sudah menyesal,” lanjut Agung.

Selain barang bukti berupa baju dinas aapuru Sutisna, di tempat lain Wakasat Reskrim Kompol Marbun mengatakan ada alat bukti lain yang disita.

“Ada video dan bukti visum, saya rasa dua alat bukti itu cukup,” tambah Marbun.

Sebagai informasi, Dora pegawai mahkamah agung tersebut tersandung kasus penganiayaan pasca videonya dengan Aiptu Sutisna beredar di sosial media.

Dalam video berdurasi 50 detik tersebut, terlihat Dora melakukan tindak penganiayaan dengan menarik baju Sutisna. Tak hanya itu, sambil mengumpat dengan kata-kata kasar, Dora juga sempat mencakar Sutisna di bagian leher dan memukul polisi tersebut.

Dora Pencakar Polisi Bungkam Usai Diperiksa


Dia bahkan dikawal oleh polisi saat keluar dari kantor Polres Jaktim

Setelah menjalani pemeriksaan hampir lima jam Senin pagi tadi, pelaku dugaan penganiayaan terhadap anggota satgas BKO TransJakarta Polda Metro Jaya Aiptu Sutisna, Dora Natalia Singarimbun, akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Dora mendapatkan pengawalan ketat oleh anggota Propam Polres Metro Jakarta Timur, diwartakan viva.co.id

Dora diperiksa mulai pukul 09.00 WIB dan keluar pukul 14.00 WIB. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Dora yang mengenakan baju ungu gelap dan kerudung oranye tersebut terus menundukkan mukanya. Ia berlindung dibalik badan salah seorang anggota kepolisian untuk berjalan keluar ruang pemeriksaan.

Awak media yang sejak pagi telah menunggu Dora selesai diperiksa terus memberondong Dora dengan sejumlah pertanyaan. Salah satunya yaitu terkait dengan pemeriksaan.

Seluruh pertanyaan itu tidak ada yang dijawab oleh Dora. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil berjalan keluar dari Mapolres Metro Jakarta Timur.

“Enggak, enggak,” katanya dengan nada suara rendah sambil berjalan menuju mobil.
Sekitar lima orang anggota kepolisian mengawal Dora sampai ke mobil Avanza berkelir putih yang ia pakai pada saat kejadian. Ia kemudian bergegas menaiki mobil dan pergi meninggalkan Mapolres Metro Jakarta Timur.

Sumber: 

Dora Pelaku Tindak Kekerasan terhadap Polisi, Terancam Hukuman 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Dora Natalia Singarimbun [viva.co.id /Anwar Sadat]

RiauJOS.com, Jakarta – Pelaku tindak kekerasan terhadap polisi, Dora Natalia Singarimbun terancam hukuman penjara jika terbukti lakukan kekerasan.

“Kalau memang terbukti, pelaku terancam dengan Pasal 212. Hukumannya kurang lebih satu tahun enam bulan penjara,” jelas Kapolres Metro Jakarta Timur Agung Budiono, Senin, 19 Desember 2016 diwartakan kriminalitas.com.

Namun demikian, meski telah mengantongi sejumlah alat bukti dan keterangan saksi, pihaknya tidak mau terburu-buru berspekulasi.

“Dari kedua belah pihak belum ada yang memberi keterangan yang beredar di media sosial itu, kami juga masih menetapkan terlapor sebagai saksi,” ujar Agung.

Ia menambahkan, saat melakukan pemeriksaan selama kurang lebih lima jam, dari pihak terlapor berlaku baik.

“Sangat kooperatif, tadi kita tanyai sekitar 20 pertanyaan lebih mengenai kejadian di Jatinegara. Ia juga bilang sudah menyesal,” lanjut Agung.

Selain barang bukti berupa baju dinas aapuru Sutisna, di tempat lain Wakasat Reskrim Kompol Marbun mengatakan ada alat bukti lain yang disita.

“Ada video dan bukti visum, saya rasa dua alat bukti itu cukup,” tambah Marbun.

Sebagai informasi, Dora pegawai mahkamah agung tersebut tersandung kasus penganiayaan pasca videonya dengan Aiptu Sutisna beredar di sosial media.

Dalam video berdurasi 50 detik tersebut, terlihat Dora melakukan tindak penganiayaan dengan menarik baju Sutisna. Tak hanya itu, sambil mengumpat dengan kata-kata kasar, Dora juga sempat mencakar Sutisna di bagian leher dan memukul polisi tersebut.

Dora Pencakar Polisi Bungkam Usai Diperiksa


Dia bahkan dikawal oleh polisi saat keluar dari kantor Polres Jaktim

Setelah menjalani pemeriksaan hampir lima jam Senin pagi tadi, pelaku dugaan penganiayaan terhadap anggota satgas BKO TransJakarta Polda Metro Jaya Aiptu Sutisna, Dora Natalia Singarimbun, akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Dora mendapatkan pengawalan ketat oleh anggota Propam Polres Metro Jakarta Timur, diwartakan viva.co.id

Dora diperiksa mulai pukul 09.00 WIB dan keluar pukul 14.00 WIB. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Dora yang mengenakan baju ungu gelap dan kerudung oranye tersebut terus menundukkan mukanya. Ia berlindung dibalik badan salah seorang anggota kepolisian untuk berjalan keluar ruang pemeriksaan.

Awak media yang sejak pagi telah menunggu Dora selesai diperiksa terus memberondong Dora dengan sejumlah pertanyaan. Salah satunya yaitu terkait dengan pemeriksaan.

Seluruh pertanyaan itu tidak ada yang dijawab oleh Dora. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil berjalan keluar dari Mapolres Metro Jakarta Timur.

“Enggak, enggak,” katanya dengan nada suara rendah sambil berjalan menuju mobil.
Sekitar lima orang anggota kepolisian mengawal Dora sampai ke mobil Avanza berkelir putih yang ia pakai pada saat kejadian. Ia kemudian bergegas menaiki mobil dan pergi meninggalkan Mapolres Metro Jakarta Timur.

Sumber: