Dengar Pidato Jokowi, Menag Klaim Massa Aksi Bela Islam III Mengapresiasi
Jokowi mengucapkan terima kasih kepada alim-ulama, ustaz, serta ribuan jamaah yang ia sebut telah menjalankan aksi secara tertib [credit: waspadaonline.com]

RiauJOS.com, Jakarta - Aksi Bela Islam III berjalan relatif lancar. Aksi itu ditandai oleh pidato singkat Presiden Joko Widodo di hadapan puluhan ribu peserta aksi, usai salat Jumat di silang Monas.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut pidato Presiden mendapat sambutan hangat dari massa aksi. "Alhamdulillah, jamaah mengapresiasi pidato Presiden. Itu terlihat dari sambutan hangat mereka," kata Lukman kepada wartawan, Jumat, 2 Desember 2016 diwartakan CNN Indonesia.

Jokowi salat Jumat bersama puluhan ribu orang di bawah guyuran hujan. Usai salat, ia mendapat kesempatan berpidato.

Dalam pidato singkatnya Jokowi mengucapkan terima kasih kepada alim-ulama, ustaz, serta ribuan jamaah yang ia sebut telah menjalankan aksi secara tertib.

Tak ada kejadian mencolok selama Presiden berpidato. Massa aksi tertib mendengarkan pidato dan sesekali ikut menyerukan mengikuti seruan takbir dari Presiden.

Menteri Lukman mengatakan, Presiden memutuskan ikut salat Jumat bersama massa aksi hanya beberapa saat sebelum adzan berkumandang.

"Presiden sendiri yang memutuskan. Dia mengatakan ingin hadir langsung untuk memberi apresiasi dan berterima kasih kepada massa aksi yang telah secara ikhlas mendoakan kedamaian bangsa," kata Lukman.

Aksi Bela Islam hari ini diikuti oleh puluhan ribu orang dari berbagai elemen dan daerah. Massa mengusung satu tuntutan, yaitu menuntut aparat penegak hukum mengadili tersangka Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan penistaan agama.

Sesuai kesepakatan, aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini, berakhir usai salat Jumat. Saat ini para peserta masih bergerak ke sejumlah titik bus yang akan membawa mereka pulang ke rumah masing-masing.

"Kita berharap tak ada lagi aksi seperti ini. Menurut Saya aksi seperti ini tak diperlukan lagi. Memang aksi ini adalah hak dari setiap warga, tapi kami juga minta untuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat lain. Mari kita bersabar menunggu proses hukum Ahok," kata Lukman.

Dengar Pidato Jokowi, Menag Klaim Massa Aksi Bela Islam III Mengapresiasi

Dengar Pidato Jokowi, Menag Klaim Massa Aksi Bela Islam III Mengapresiasi
Jokowi mengucapkan terima kasih kepada alim-ulama, ustaz, serta ribuan jamaah yang ia sebut telah menjalankan aksi secara tertib [credit: waspadaonline.com]

RiauJOS.com, Jakarta - Aksi Bela Islam III berjalan relatif lancar. Aksi itu ditandai oleh pidato singkat Presiden Joko Widodo di hadapan puluhan ribu peserta aksi, usai salat Jumat di silang Monas.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut pidato Presiden mendapat sambutan hangat dari massa aksi. "Alhamdulillah, jamaah mengapresiasi pidato Presiden. Itu terlihat dari sambutan hangat mereka," kata Lukman kepada wartawan, Jumat, 2 Desember 2016 diwartakan CNN Indonesia.

Jokowi salat Jumat bersama puluhan ribu orang di bawah guyuran hujan. Usai salat, ia mendapat kesempatan berpidato.

Dalam pidato singkatnya Jokowi mengucapkan terima kasih kepada alim-ulama, ustaz, serta ribuan jamaah yang ia sebut telah menjalankan aksi secara tertib.

Tak ada kejadian mencolok selama Presiden berpidato. Massa aksi tertib mendengarkan pidato dan sesekali ikut menyerukan mengikuti seruan takbir dari Presiden.

Menteri Lukman mengatakan, Presiden memutuskan ikut salat Jumat bersama massa aksi hanya beberapa saat sebelum adzan berkumandang.

"Presiden sendiri yang memutuskan. Dia mengatakan ingin hadir langsung untuk memberi apresiasi dan berterima kasih kepada massa aksi yang telah secara ikhlas mendoakan kedamaian bangsa," kata Lukman.

Aksi Bela Islam hari ini diikuti oleh puluhan ribu orang dari berbagai elemen dan daerah. Massa mengusung satu tuntutan, yaitu menuntut aparat penegak hukum mengadili tersangka Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan penistaan agama.

Sesuai kesepakatan, aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini, berakhir usai salat Jumat. Saat ini para peserta masih bergerak ke sejumlah titik bus yang akan membawa mereka pulang ke rumah masing-masing.

"Kita berharap tak ada lagi aksi seperti ini. Menurut Saya aksi seperti ini tak diperlukan lagi. Memang aksi ini adalah hak dari setiap warga, tapi kami juga minta untuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat lain. Mari kita bersabar menunggu proses hukum Ahok," kata Lukman.