Para pemburu "telolet" [news.idntimes.com]

RiauJOS.com, TrenSosial - Jagat maya sedang dihebohkan 'wabah' frasa om telolet om. Sebagian orang masih bertanya-tanya, sebetulnya dari mana asalnya?

Jika sering memperhatikan, banyak kendaraan lalu lintas seperti bus yang memiliki klakson dengan bunyi sangat lantang. Tak seperti mobil pada umumnya, bus-bus ini memiliki klakson dengan irama panjang. Nadanya menyerupai "telolet".

[Baca: Waspada Om Telolet Om, 'Konspirasi Pendangkalan Akidah']

Lantas, siapa yang mempopulerkannya?


Berawal dari 'keisengan' gerombolan anak-anak di sebuah desa di Jepara yang berkumpul di pinggir jalan. Dari sejumlah video yang diunggah di YouTube, mereka terlihat membawa kertas karton besar bertuliskan, om telolet om yang diarahkan ke arah jalan raya.

Ya, mereka mengharapkan tiap kendaraan yang lewat membunyikan klakson. Setelah kendaraan yang mayoritas adalah bus mengeluarkan suara "telolet", mereka langsung sumringah kegirangan.

Jadi, frasa 'om telolet om' ini kerap diucapkan oleh mereka sembari teriak ke arah sopir bus agar mereka membunyikan klaksonnya.

"Om, telolet, om," teriak mereka.

Diwartakan CNNIndonesia.com, sejumlah video yang diunggah di YouTube cukup lama yakni bertanggal 20an November lalu dan awal Desember.

Dengan kata lain, tren om telolet om ini sudah cukup lama dilakukan beberapa bulan lalu namun memang baru terdengar sekarang.

Banyak netizen yang iseng melakukan om telolet om juga dengan cara berbeda, seperti berdiri di samping rel kereta api untuk meminta klakson dari masinis, hingga berdiri di lapangan menunggu helikopter atau pesawat terbang lewat. Kebanyakan tentu saja memanfaatkan platform internet untuk memamerkannya, sehingga tak bisa dielakkan lagi 'om telolet om' bisa tenar keluar Indonesia.

'Wabah' om telolet om ini pun menjangkit para musisi internasional seperti Zedd, Martin Garrix, DJ Snake, Alesso, dan The Chainsmokers.

Bagaimana tidak, perbincangan di media sosial mengenai om telolet om sudah terdengar sampai ke telinga mereka dan merajai trending topic di Twitter.


Siapa yang pertama?


Tapi bagaimana telolet ini bermula? Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini?

Zaenal Arifin dari Bismania Community mengatakan bahwa bunyi klakson telolet sudah mulai terdengar satu dekade lalu. Klakson itu tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu, melainkan hasil modifikasi yang dilakukan perusahan otobus (PO).

"Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas," katanya. "Konsepnya seperti nada dering monophonic ponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya 'Jablay' Titi Kamal."

Dia mengklaim bahwa kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus. "Sebagai balasan, supir bis biasanya kasih dim atau kasih klakson."

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut, kata Zaenal.

Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

"Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto - Jogja, dan Purbalingga - Jogja."

Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.

"Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong."

Jadi, sudah merasa tertarik ikut 'tantangan telolet'? Sebelum Anda pergi ke ke pinggir jalan dan menanti bus idaman, ini bisa jadi pemanasan.

Sumber: 
  • CNN Indonesia, dengan judul "Awal Mula Wabah 'Om Telolet Om' Mendunia"
  • BBC.com, dengan judul "Om telolet om: Bus pertama yang membuat tren klakson ini mendunia"

Bermula dari Jepara 'Telolet' Kini Mendunia

Para pemburu "telolet" [news.idntimes.com]

RiauJOS.com, TrenSosial - Jagat maya sedang dihebohkan 'wabah' frasa om telolet om. Sebagian orang masih bertanya-tanya, sebetulnya dari mana asalnya?

Jika sering memperhatikan, banyak kendaraan lalu lintas seperti bus yang memiliki klakson dengan bunyi sangat lantang. Tak seperti mobil pada umumnya, bus-bus ini memiliki klakson dengan irama panjang. Nadanya menyerupai "telolet".

[Baca: Waspada Om Telolet Om, 'Konspirasi Pendangkalan Akidah']

Lantas, siapa yang mempopulerkannya?


Berawal dari 'keisengan' gerombolan anak-anak di sebuah desa di Jepara yang berkumpul di pinggir jalan. Dari sejumlah video yang diunggah di YouTube, mereka terlihat membawa kertas karton besar bertuliskan, om telolet om yang diarahkan ke arah jalan raya.

Ya, mereka mengharapkan tiap kendaraan yang lewat membunyikan klakson. Setelah kendaraan yang mayoritas adalah bus mengeluarkan suara "telolet", mereka langsung sumringah kegirangan.

Jadi, frasa 'om telolet om' ini kerap diucapkan oleh mereka sembari teriak ke arah sopir bus agar mereka membunyikan klaksonnya.

"Om, telolet, om," teriak mereka.

Diwartakan CNNIndonesia.com, sejumlah video yang diunggah di YouTube cukup lama yakni bertanggal 20an November lalu dan awal Desember.

Dengan kata lain, tren om telolet om ini sudah cukup lama dilakukan beberapa bulan lalu namun memang baru terdengar sekarang.

Banyak netizen yang iseng melakukan om telolet om juga dengan cara berbeda, seperti berdiri di samping rel kereta api untuk meminta klakson dari masinis, hingga berdiri di lapangan menunggu helikopter atau pesawat terbang lewat. Kebanyakan tentu saja memanfaatkan platform internet untuk memamerkannya, sehingga tak bisa dielakkan lagi 'om telolet om' bisa tenar keluar Indonesia.

'Wabah' om telolet om ini pun menjangkit para musisi internasional seperti Zedd, Martin Garrix, DJ Snake, Alesso, dan The Chainsmokers.

Bagaimana tidak, perbincangan di media sosial mengenai om telolet om sudah terdengar sampai ke telinga mereka dan merajai trending topic di Twitter.


Siapa yang pertama?


Tapi bagaimana telolet ini bermula? Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini?

Zaenal Arifin dari Bismania Community mengatakan bahwa bunyi klakson telolet sudah mulai terdengar satu dekade lalu. Klakson itu tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu, melainkan hasil modifikasi yang dilakukan perusahan otobus (PO).

"Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas," katanya. "Konsepnya seperti nada dering monophonic ponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya 'Jablay' Titi Kamal."

Dia mengklaim bahwa kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus. "Sebagai balasan, supir bis biasanya kasih dim atau kasih klakson."

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut, kata Zaenal.

Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

"Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto - Jogja, dan Purbalingga - Jogja."

Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.

"Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong."

Jadi, sudah merasa tertarik ikut 'tantangan telolet'? Sebelum Anda pergi ke ke pinggir jalan dan menanti bus idaman, ini bisa jadi pemanasan.

Sumber: 
  • CNN Indonesia, dengan judul "Awal Mula Wabah 'Om Telolet Om' Mendunia"
  • BBC.com, dengan judul "Om telolet om: Bus pertama yang membuat tren klakson ini mendunia"