BEJAT!! Enam Sopir Angkot, Perkosa Siswi SMA, Kini Kondisinya Depresi Berat
Ilustrasi: Pemerkosaan [credit: TangerangNews.Com]

RiauJOS.com, Tangerang - Kasus pemerkosaan bergilir yang dilakukan enam sopir angkot yang dialami S, 15 seorang siswi SMA swasta di kawasan Cimone, Kota Tangerang terbongkar. Polisi membekuk empat sopir angkot asal Lampung yang jadi pelaku. Mereka masing-masing berinisial CH, 21; RA, 18; AA, 19; AD, 17.

Empat pemuda yang merupakan sopir ’tembak’ angkot R11 jurusan Cikokol-Perumnas III itu dibekuk polisi di rumah kontrakan mereka di Jalan Sabi Raya, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin Kamis, 30 November 2016 pukul 01.00.

Informasi yang dihimpun Indopos (Jawa Pos Group), kasus nahas yang dialami S terjadi pada Kamis malam lalu.

Saat itu korban yang sedang menunggu angkot di Lampu Merah Plaza Shinta, Cimone, Kota Tangerang menuju rumahnya di Jalan Cemara Raya, Kota Tangerang melihat angkot yang dikemudikan AD dan CH berhenti untuk mencari penumpang hendak mengarah Perumnas III.

Saat itu korban pulang larut malam karena harus belajar dari rumah temannya. Untuk pulang dia memutuskan untuk menaiki angkot. Kebetulan yang melintas adalah angkot bernopol B 1938 GUX tersebut.

Saat itu, S yang naik seorang diri tidak memiliki firasat akan diperdaya kedua pelaku. Dia baru menyadari saat angkot melaju terus saat melintasi pemberhentian rumahnya. Saat itu, salah satu pelaku mengancam gadis belia ini untuk tidak teriak.

Sesampainya angkot di Jalan Sabi Raya, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, keduanya lantas menurunkan dan memasukan S ke dalam rumah kontrakan. Di dalam rumah itu, empat rekan AD berinisial RA, AA, TS dan DS yang kesemuanya sopir angkot sudah menunggu.

Di bawah ancaman, TS lantas menyuruh korban mandi lantaran bau badan. Merasa takut S pun mengikuti perintah TS. Saat di kamar mandi itu satu pelaku menyetubuhi gadis belia tersebut. Aksi pemerkosaan tidak berhenti disitu saja. Usai TS menggagahi korban di kamar mandi, DS pun kemudian datang dan melakukan tindakan serupa.

Penderitaan siswi SMA ini tak berhenti, di dalam kamar kontrakan itu dia pun harus melayani nafsu bejat CH, AA, dan RA serta AD. Korban pun baru dipulangkan pelaku pada Jumat malam, 25 November. Setelah sampai di rumahnya, S lantas menceritakan kasus pemerkosaan yang menimpanya. Peristiwa itu pun dilaporkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan terbongkarnya kasus pemerkosaan anak di bawah umur ini terjadi setelah korban melaporkan peristiwa itu kepada jajarannya Minggu pagi, 27 November.

Saat melapor, siswi kelas II SMA swasta ini sangat depresi berat sehingga terus menangis saat dimintai keterangan.

Selanjutnya, polisi melakukan visum dan memburu para keenam pemuda itu. ”Yang berhasil kami ringkus itu adalah CH, RA, dan AA, serta AD. Untuk kedua temannya yakni TS dan DS masih buron. Kami lakukan pengembangan dulu dengan mengintip mereka di rumah kontrakan, maklum saja mereka ini sopir tembak atau sopir gelap angkot jadi agak sulit mendeteksinya.

”Para pelaku kesemuanya warga Lampung. Bahkan salah satu pelakunya masih di bawah umur juga,” katanya kepada INDOPOS saat dijumpai di Mapoltesta Tangsel, kemarin, 30 November.

Ini pengakuan Sopir Angkot yang menggilir seorang gadis bersama 6 orang


AD seorang sopir Angkot yang menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan kepada seorang gadis dibawah umur menyatakan rasa bersalahnya setelah ditangkap petugas Polres Kota Tangsel. “Saya menyesal, saya tidak ada niat sama sekali. Saya tidak terpengaruh film porno,” ujar AD, Senin (28/11/2016) di Mapolres Kota Tangsel.

Dia mengatakan, dirinya bertemu dengan S di Lampu Merah Plaza Shinta, Cimone, Kota Tangerang. Dia melihat ada wanita tengah malam berdiri di pinggir jalan. Setelah itu dia bersama seorang kernetnya menggodanya. “Sampai dia akhirnya mau naik angkot. Setelah itu saya bawa ke tempat indekos, di sana pas saya masuk sudah ada dua teman saya enggak pakai baju. Saya cuma pegang tangannya saja,” ujar AD.

Menurut AD, lima orang temannya juga tidak seluruhnya melakukan pemerkosaan. “Hanya Toni, Dedi dan Rio. Saya enggak, “ terangnya. Kenapa dirinya tidak melindungi gadis tersebut, kata dia, karena dirinya ketika itu sedang tertidur. Dia juga membantah jika dirinya sering menonton film dewasa. “Saya belum pernah kenal dengan cewek itu, saya juga enggak suka nonton film porno,” ujarnya.

Seorang gadis yang masih berusia dibawah 17 tahun, berinisial S digilir enam orang pemuda yang diantaranya juga masih dibawah umur. Peristiwa yang pedih yang dialami S itu terjadi pada Kamis 24 November 2016 lalu. Namun, korban baru melaporkan peristiwa itu pada Minggu, 27 November setelah mengalami depresi pasca peristiwa itu.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Alexander Yurikho mengatakan, korban awalnya dipepet dua orang pelaku, yakni AD seorang sopir angkot dan CH kernetnya. “Sopirnya berinisial AD, dia masih dibawah umur,” ujar Alex, Senin, 28 November.

Ketika itu, sekitar pukul 01.00 WIB malam, korban sepulang main dari tempat temannya sedang berjalan di Bencongan, Kabupaten Tangerang.


Sumber: 

BEJAT!! Enam Sopir Angkot, Perkosa Siswi SMA, Kini Kondisinya Depresi Berat

BEJAT!! Enam Sopir Angkot, Perkosa Siswi SMA, Kini Kondisinya Depresi Berat
Ilustrasi: Pemerkosaan [credit: TangerangNews.Com]

RiauJOS.com, Tangerang - Kasus pemerkosaan bergilir yang dilakukan enam sopir angkot yang dialami S, 15 seorang siswi SMA swasta di kawasan Cimone, Kota Tangerang terbongkar. Polisi membekuk empat sopir angkot asal Lampung yang jadi pelaku. Mereka masing-masing berinisial CH, 21; RA, 18; AA, 19; AD, 17.

Empat pemuda yang merupakan sopir ’tembak’ angkot R11 jurusan Cikokol-Perumnas III itu dibekuk polisi di rumah kontrakan mereka di Jalan Sabi Raya, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin Kamis, 30 November 2016 pukul 01.00.

Informasi yang dihimpun Indopos (Jawa Pos Group), kasus nahas yang dialami S terjadi pada Kamis malam lalu.

Saat itu korban yang sedang menunggu angkot di Lampu Merah Plaza Shinta, Cimone, Kota Tangerang menuju rumahnya di Jalan Cemara Raya, Kota Tangerang melihat angkot yang dikemudikan AD dan CH berhenti untuk mencari penumpang hendak mengarah Perumnas III.

Saat itu korban pulang larut malam karena harus belajar dari rumah temannya. Untuk pulang dia memutuskan untuk menaiki angkot. Kebetulan yang melintas adalah angkot bernopol B 1938 GUX tersebut.

Saat itu, S yang naik seorang diri tidak memiliki firasat akan diperdaya kedua pelaku. Dia baru menyadari saat angkot melaju terus saat melintasi pemberhentian rumahnya. Saat itu, salah satu pelaku mengancam gadis belia ini untuk tidak teriak.

Sesampainya angkot di Jalan Sabi Raya, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, keduanya lantas menurunkan dan memasukan S ke dalam rumah kontrakan. Di dalam rumah itu, empat rekan AD berinisial RA, AA, TS dan DS yang kesemuanya sopir angkot sudah menunggu.

Di bawah ancaman, TS lantas menyuruh korban mandi lantaran bau badan. Merasa takut S pun mengikuti perintah TS. Saat di kamar mandi itu satu pelaku menyetubuhi gadis belia tersebut. Aksi pemerkosaan tidak berhenti disitu saja. Usai TS menggagahi korban di kamar mandi, DS pun kemudian datang dan melakukan tindakan serupa.

Penderitaan siswi SMA ini tak berhenti, di dalam kamar kontrakan itu dia pun harus melayani nafsu bejat CH, AA, dan RA serta AD. Korban pun baru dipulangkan pelaku pada Jumat malam, 25 November. Setelah sampai di rumahnya, S lantas menceritakan kasus pemerkosaan yang menimpanya. Peristiwa itu pun dilaporkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan terbongkarnya kasus pemerkosaan anak di bawah umur ini terjadi setelah korban melaporkan peristiwa itu kepada jajarannya Minggu pagi, 27 November.

Saat melapor, siswi kelas II SMA swasta ini sangat depresi berat sehingga terus menangis saat dimintai keterangan.

Selanjutnya, polisi melakukan visum dan memburu para keenam pemuda itu. ”Yang berhasil kami ringkus itu adalah CH, RA, dan AA, serta AD. Untuk kedua temannya yakni TS dan DS masih buron. Kami lakukan pengembangan dulu dengan mengintip mereka di rumah kontrakan, maklum saja mereka ini sopir tembak atau sopir gelap angkot jadi agak sulit mendeteksinya.

”Para pelaku kesemuanya warga Lampung. Bahkan salah satu pelakunya masih di bawah umur juga,” katanya kepada INDOPOS saat dijumpai di Mapoltesta Tangsel, kemarin, 30 November.

Ini pengakuan Sopir Angkot yang menggilir seorang gadis bersama 6 orang


AD seorang sopir Angkot yang menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan kepada seorang gadis dibawah umur menyatakan rasa bersalahnya setelah ditangkap petugas Polres Kota Tangsel. “Saya menyesal, saya tidak ada niat sama sekali. Saya tidak terpengaruh film porno,” ujar AD, Senin (28/11/2016) di Mapolres Kota Tangsel.

Dia mengatakan, dirinya bertemu dengan S di Lampu Merah Plaza Shinta, Cimone, Kota Tangerang. Dia melihat ada wanita tengah malam berdiri di pinggir jalan. Setelah itu dia bersama seorang kernetnya menggodanya. “Sampai dia akhirnya mau naik angkot. Setelah itu saya bawa ke tempat indekos, di sana pas saya masuk sudah ada dua teman saya enggak pakai baju. Saya cuma pegang tangannya saja,” ujar AD.

Menurut AD, lima orang temannya juga tidak seluruhnya melakukan pemerkosaan. “Hanya Toni, Dedi dan Rio. Saya enggak, “ terangnya. Kenapa dirinya tidak melindungi gadis tersebut, kata dia, karena dirinya ketika itu sedang tertidur. Dia juga membantah jika dirinya sering menonton film dewasa. “Saya belum pernah kenal dengan cewek itu, saya juga enggak suka nonton film porno,” ujarnya.

Seorang gadis yang masih berusia dibawah 17 tahun, berinisial S digilir enam orang pemuda yang diantaranya juga masih dibawah umur. Peristiwa yang pedih yang dialami S itu terjadi pada Kamis 24 November 2016 lalu. Namun, korban baru melaporkan peristiwa itu pada Minggu, 27 November setelah mengalami depresi pasca peristiwa itu.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Alexander Yurikho mengatakan, korban awalnya dipepet dua orang pelaku, yakni AD seorang sopir angkot dan CH kernetnya. “Sopirnya berinisial AD, dia masih dibawah umur,” ujar Alex, Senin, 28 November.

Ketika itu, sekitar pukul 01.00 WIB malam, korban sepulang main dari tempat temannya sedang berjalan di Bencongan, Kabupaten Tangerang.


Sumber: