Para pelaku ini dijemput Resmob dan Unit PPA Polres Pinrang dari Kantor Polsek Duampanua

RiauJOS.com, Duampanua - Polsek Duampanua telah menahan empat pelaku pengeroyokan terhadap remaja Riska alias Aska. Dari empat pelaku, tiga diantaranya masih di bawah umur.

Para pelaku ini dijemput Resmob dan Unit PPA Polres Pinrang dari Kantor Polsek Duampanua, Minggu, 20 November 2016 sekitar pukul 20.00 Wita. Hingga saat ini, keempatnya masih ditahan di Markas Polres Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto.

Perbuatan pelaku diketahui setelah video penganiayaan tersebut diunggah ke media sosial. Tiga pelaku tinggal di Kelurahan Kelurahan Data dan satu lagi tinggal di Desa Barugae, Kecamatan Duampanua.

Pelaku pengeroyokan tersebut adalah Andi Meldha alias Nelda. Wanita berusia 18 ini bekerja sebagai pegawai honorer bagian perpustakaan di sebuah SD di Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Pinrang.

Pelaku lainnya adalah Haeriani Sanung alias Ranhy (17). Ia adalah siswi di SMKN 5 Bittoeng, Kecamatan Duampanua, Pinrang. Kemudian Selfiani alias Selfi (15), siswi SMKN 5 Bittoeng, Kecamatan Duampanua, Pinrang.


Pelaku keempat adalah Eni Sanung (20). Ia merupakan ibu rumah tangga asal Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Pinrang. Dalam video, korban Aska melalui akun Facebook menyebut Eni sudah janda.

“Para pelaku sudah diamankan di ruang PPA Polres Pinrang untuk ditangani lebih lanjut,” kata Kepala Unit PPA Polres Pinrang, Iptu Kaharuddin.

Dari keterangan kepada penyidik, para pelaku menceritakan kronologis kejadiannya. Diceritakan Kaharuddin, kejadian bermula saat Selvi menjemput Riska di rumah korban, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Pinrang, pada tanggal 2 November 2016.

Riska dijemput dengan iming-iming akan dibawa ke tempat pemasangan kawat gigi atau behel.

“Ternyata, Selvi ternyata langsung mengarahkan korban menuju SMPN 5 Data. Sampai di lokasi, dua pelaku lainnya yaitu Nelda dan Rani, langsung memukuli korban,” cerita Kahar.

Selama kejadian, salah satu rekan pelaku merekam dan menguploadnya ke media sosial.

Akibat penganiayaan itu, lanjut Kaharuddin, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

“Kami masih dalami kasus ini,” kata Kaharuddin.


celebsonline.com

SADIS! Ini Pelaku Pengeroyokan Remaja Aska di Pinrang yang Dianiaya dan Dilucuti Pakaiannya

Para pelaku ini dijemput Resmob dan Unit PPA Polres Pinrang dari Kantor Polsek Duampanua

RiauJOS.com, Duampanua - Polsek Duampanua telah menahan empat pelaku pengeroyokan terhadap remaja Riska alias Aska. Dari empat pelaku, tiga diantaranya masih di bawah umur.

Para pelaku ini dijemput Resmob dan Unit PPA Polres Pinrang dari Kantor Polsek Duampanua, Minggu, 20 November 2016 sekitar pukul 20.00 Wita. Hingga saat ini, keempatnya masih ditahan di Markas Polres Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto.

Perbuatan pelaku diketahui setelah video penganiayaan tersebut diunggah ke media sosial. Tiga pelaku tinggal di Kelurahan Kelurahan Data dan satu lagi tinggal di Desa Barugae, Kecamatan Duampanua.

Pelaku pengeroyokan tersebut adalah Andi Meldha alias Nelda. Wanita berusia 18 ini bekerja sebagai pegawai honorer bagian perpustakaan di sebuah SD di Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Pinrang.

Pelaku lainnya adalah Haeriani Sanung alias Ranhy (17). Ia adalah siswi di SMKN 5 Bittoeng, Kecamatan Duampanua, Pinrang. Kemudian Selfiani alias Selfi (15), siswi SMKN 5 Bittoeng, Kecamatan Duampanua, Pinrang.


Pelaku keempat adalah Eni Sanung (20). Ia merupakan ibu rumah tangga asal Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Pinrang. Dalam video, korban Aska melalui akun Facebook menyebut Eni sudah janda.

“Para pelaku sudah diamankan di ruang PPA Polres Pinrang untuk ditangani lebih lanjut,” kata Kepala Unit PPA Polres Pinrang, Iptu Kaharuddin.

Dari keterangan kepada penyidik, para pelaku menceritakan kronologis kejadiannya. Diceritakan Kaharuddin, kejadian bermula saat Selvi menjemput Riska di rumah korban, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Pinrang, pada tanggal 2 November 2016.

Riska dijemput dengan iming-iming akan dibawa ke tempat pemasangan kawat gigi atau behel.

“Ternyata, Selvi ternyata langsung mengarahkan korban menuju SMPN 5 Data. Sampai di lokasi, dua pelaku lainnya yaitu Nelda dan Rani, langsung memukuli korban,” cerita Kahar.

Selama kejadian, salah satu rekan pelaku merekam dan menguploadnya ke media sosial.

Akibat penganiayaan itu, lanjut Kaharuddin, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

“Kami masih dalami kasus ini,” kata Kaharuddin.


celebsonline.com