Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia
Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia

RiauJOS.com, Samarinda - Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia. Dia menjadi salah satu dari 5 korban aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Netizen hari ini, Senin, 14 November 2016 menyuarakan dukacita untuk Intan. Di Twitter, hashtag atau tagar #RIPIntan menjadi trending topic.

Penelusuran detikcom, sejak pagi tadi hingga siang ini netizen terus menyuarakan dukacita untuk Intan di Twitter. Rasa dukacita untuk Intan juga ramai disuarakan di media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram.

Banyak netizen yang menyampaikan kesedihannya, kenapa balita tidak berdosa itu harus jadi korban aksi terorisme. Doa-doa dipanjatkan netizen agar Intan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Netizen juga mengutuk segala bentuk kekerasan dan teror yang mengatasnamakan agama. Mereka berharap semoga tidak ada lagi korban-korban berjatuhan. Indonesia harus damai dalam bingkai persatuan sesuai semboyan negara, Bhineka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu.

Dukacita untuk Korban Bom di Depan Gereja Oikumene Samarinda

Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia
Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia

RiauJOS.com, Samarinda - Balita tidak berdosa bernama Intan Olivia Marbun berusia 2,5 tahun itu akhirnya meninggal dunia. Dia menjadi salah satu dari 5 korban aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

Netizen hari ini, Senin, 14 November 2016 menyuarakan dukacita untuk Intan. Di Twitter, hashtag atau tagar #RIPIntan menjadi trending topic.

Penelusuran detikcom, sejak pagi tadi hingga siang ini netizen terus menyuarakan dukacita untuk Intan di Twitter. Rasa dukacita untuk Intan juga ramai disuarakan di media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram.

Banyak netizen yang menyampaikan kesedihannya, kenapa balita tidak berdosa itu harus jadi korban aksi terorisme. Doa-doa dipanjatkan netizen agar Intan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Netizen juga mengutuk segala bentuk kekerasan dan teror yang mengatasnamakan agama. Mereka berharap semoga tidak ada lagi korban-korban berjatuhan. Indonesia harus damai dalam bingkai persatuan sesuai semboyan negara, Bhineka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu.