Mengharukan Suasana Pemakaman Sutan Bhatoegana, SBY Menyesal Tak Bisa Hadir
Hujan deras disertai angin kencang mengiringi prosesi pemakaman jenazah politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana

RiauJOS.com, Bogor - Jenazah Sutan Bhatoegana dikebumikan, Sabtu sore, kemarin 19 November 2016 di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, Parung, Bogor. Jenazah tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 16.33 WIB.

Saat itu kondisi cuaca di pemakaman dan sekitarnya sedang diguyur hujan. Iring-iringan jenazah hanya dilakukan sejumlah kerabat dan keluarga Sutan.

(Baca juga, kondisi Sutan sebelum meninggal: Miris Lihat Kondisi Terakhir Sutan Bhatoegana)

Diwartakan Bangka.Tribunnews.com, tidak tampak para pejabat tinggi DPP Partai Demokrat yang turut datang ke lokasi pemakaman.

Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, keluarga Sutan pun meneteskan air mata. Tumpukan tanah pun sedikit-sedikit menutup lubang tempat peristirahatan terakhir Sutan. Selepas Jenazah dikebumikan, hujan yang sebelumnya sudah mengguyur wilayah Tonjong dan sekitarnya semakin deras dan disertai angin kencang.

Saking kencangnya, tenda yang berdiri di area pemakan Sutan jenazah pun turut ambruk tertiup angin. Keluarga serta kerabat serta petugas pemakaman pun sempat diguyur hujan lebat, hingga akhirnya mereka berlindung di sebuah pendopo di area pemakaman.

Suara takbir pun terdengar saat hujan deras terjadi. Beruntung tidak ada korban yang tertimpa tenda tersebut. Sekitar satu jam kemudian hujan pun mereda.



Ini Sifat yang Dirindukan Rekan Politik Sutan

Sosok Sutan Bhatoegana sangat dihormati oleh rekan-rekannya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Ia merupakan seorang yang memiliki peranan penting dalam membangun Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan oleh Endang Kurnia Hasim, Staf Divisi Hubungan Luar Negeri DPP Partai Demokrat.

Endang mengatakan dirinya dan teman separtainya merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Sutan Bhatoegana.

Sutan dikenal sosok yang humoris dan penuh keceriaan.

"Sutan itu orangnya humble, penuh ceria, dan humoris, sehingga kami merasa sangat kehilangan," ujar Endang

Endang mengaku dirinya cukup mengenal Sutan, menurutnya, Sutan selalu membawa kesegaran dalam dunia politik. "Meski saya tidak satu dapil, beda departemen, tapi saya cukup mengenal baik Sutan, dia itu kadang suka memecah ketegangan saat membahas masalah-masalah yang ada," tuturnya.

Selain itu, Endang juga selalu ingat dengan celetukan-celetukan yang kerap dilontarkan oleh Sutan.

"Jadi saat mendapat kesimpulan saat sedang rapat ia pasti mengucapkan 'Jadi tuh barang', dia juga sering bilang 'ngeri-ngeri sedap' ketika menghadapi kemelut," pungkasnya.

SBY menyesal tak bisa hadir

Siapa tak kenal dengan politisi dari Partai Demokrat yang identik dengan kalimat “Ngeri-ngeri sedap?” Sutan Bathoegana kini telah tutup usia.

Sutan Bathoegana Siregar, narapidana kasus korupsi yang juga mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, tutup usia di Rumah Sakit Bogor Medical Center, sekira pukul 08.00, Sabtu (19/11).

Pria yang sering tampil lucu tersebut menghembuskan nafas terakhir akibat serangan kanker hati sejak menjalani hukuman.

Hujan deras dan angin kencang mengiringi pemakaman Sutan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giri Tama, Bogor. Keluarga menangis histeris ketika jenazah Sutan dikebumikan.

Angin kencang bertiup dan petir menyambar, sehingga tenda di atas makam Bhatoegana roboh dan kursi-kursi ambruk.

Meski hujan deras, keluarga Sutan Bhatoegana tetap mengikuti proses pemakaman. Tampak seorang putri Sutan yang mengenakan baju serba hitam terus menangis di hadapan makam ayahnya.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ny Ani Yudhoyono, melayat ke rumah duka. SBYmengungkapkan penyesalan tak sempat menjenguk Sutan Bhatoegana saat masih dirawat di rumah sakit.

"Saya baru kembali dari Malaysia kemarin (Jumat) sore. Saya sebenarnya ingin menjenguk, tapi Allah berkata lain, almarhum telah berpulang hari ini," katanya. SBY kemudian bercerita mengenai kenangan saat bersama Sutan di Partai Demokrat.

"Saya pribadi bersahabat dengan alharhum sejak 15 tahun yang lalu. Almarhum ini pejuang sejati, jasanya dalam politik amat besar," katanya. Saat itu mata SBY tampak berkaca-kaca.

Ia juga menyebut Sutan memiliki jasa besar dalam membangun Partai Demokrat. Menurutnya, Sutan tak pernah mundur dalam menghadapi permasalahan.

"Almarhum dikenal memiliki sifat yang suka bersahabat, di kala ada permasalahan almarhum suka mencari solusi terbaik," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo memiliki kenangan terhadap Sutan Bathoegana. Menurutnya Sutan selalu membela Partai Demokrat.

"Beliau itu membela secara baik dan selalu tampil terdepan jika ada hal-hal yang dituduhkan kepada partai," kata Roy, di Jakarta, Sabtu. Roy menilai Sutan merupakan orang baik dan apa adanya.

Selain itu Sutan selalu bicara ceplas-ceplos. Termasuk kalimat khas yang sering dilontarkan Sutan yaitu ngeri-ngeri sedap.

"Kebetulan kami pernah satu periode jadi anggota dewan," kata Roy. Sutan merupakan mantan Ketua Komisi VII DPR, sedangkan Roy sempat menjadi anggota Komisi I DPR sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

"Kami juga kaget waktu diberitahu beliau sakit kanker hati. Beliau itu baik, berani, dan apa adanya," kata Roy.

Minta maaf


Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, juga mengatakan seluruh kader partainya merasa kehilangan kader terbaiknya. "Hari ini ia menghadap sang pencipta. Selamat jalan Bang Sutan," tutur Hinca

Hinca mengakui Sutan Bathoegana merupakan politisi senior Partai Demokrat yang memberikan warna tersendiri di ruang publik dan ruang politik Indonesia. Sutan tak kenal lelah berkomunikasi, berdiplomasi, dan bernegoaiasi dengan siapa saja, termasuk lawan politik.

"Atas nama Partai Demokrat, kami memohon kepada semua masyarakat, handai taulan, memaafkan semua khilaf dan salah yang pernah dilakukan almarhum," katanya.

Sutan divonis 10 tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terkait suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan Tahun 2013 untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung memperberat hukuman menjadi 12 tahun dan mencabut hak Sutan untuk dipilih sebagai pejabat publik.

Sutan juga dikenai denda Rp.500 juta, subsider 8 bulan penjara. Selain itu MA mengabulkan tuntutan jaksa untuk merampas tanah seluas 1.194,38 meter persegi di Medan, Sumatera Utara, dan sebuah mobil Toyota Alphard.


Mengharukan Suasana Pemakaman Sutan Bhatoegana, SBY Menyesal Tak Bisa Hadir

Mengharukan Suasana Pemakaman Sutan Bhatoegana, SBY Menyesal Tak Bisa Hadir
Hujan deras disertai angin kencang mengiringi prosesi pemakaman jenazah politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana

RiauJOS.com, Bogor - Jenazah Sutan Bhatoegana dikebumikan, Sabtu sore, kemarin 19 November 2016 di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, Parung, Bogor. Jenazah tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 16.33 WIB.

Saat itu kondisi cuaca di pemakaman dan sekitarnya sedang diguyur hujan. Iring-iringan jenazah hanya dilakukan sejumlah kerabat dan keluarga Sutan.

(Baca juga, kondisi Sutan sebelum meninggal: Miris Lihat Kondisi Terakhir Sutan Bhatoegana)

Diwartakan Bangka.Tribunnews.com, tidak tampak para pejabat tinggi DPP Partai Demokrat yang turut datang ke lokasi pemakaman.

Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, keluarga Sutan pun meneteskan air mata. Tumpukan tanah pun sedikit-sedikit menutup lubang tempat peristirahatan terakhir Sutan. Selepas Jenazah dikebumikan, hujan yang sebelumnya sudah mengguyur wilayah Tonjong dan sekitarnya semakin deras dan disertai angin kencang.

Saking kencangnya, tenda yang berdiri di area pemakan Sutan jenazah pun turut ambruk tertiup angin. Keluarga serta kerabat serta petugas pemakaman pun sempat diguyur hujan lebat, hingga akhirnya mereka berlindung di sebuah pendopo di area pemakaman.

Suara takbir pun terdengar saat hujan deras terjadi. Beruntung tidak ada korban yang tertimpa tenda tersebut. Sekitar satu jam kemudian hujan pun mereda.



Ini Sifat yang Dirindukan Rekan Politik Sutan

Sosok Sutan Bhatoegana sangat dihormati oleh rekan-rekannya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Ia merupakan seorang yang memiliki peranan penting dalam membangun Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan oleh Endang Kurnia Hasim, Staf Divisi Hubungan Luar Negeri DPP Partai Demokrat.

Endang mengatakan dirinya dan teman separtainya merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Sutan Bhatoegana.

Sutan dikenal sosok yang humoris dan penuh keceriaan.

"Sutan itu orangnya humble, penuh ceria, dan humoris, sehingga kami merasa sangat kehilangan," ujar Endang

Endang mengaku dirinya cukup mengenal Sutan, menurutnya, Sutan selalu membawa kesegaran dalam dunia politik. "Meski saya tidak satu dapil, beda departemen, tapi saya cukup mengenal baik Sutan, dia itu kadang suka memecah ketegangan saat membahas masalah-masalah yang ada," tuturnya.

Selain itu, Endang juga selalu ingat dengan celetukan-celetukan yang kerap dilontarkan oleh Sutan.

"Jadi saat mendapat kesimpulan saat sedang rapat ia pasti mengucapkan 'Jadi tuh barang', dia juga sering bilang 'ngeri-ngeri sedap' ketika menghadapi kemelut," pungkasnya.

SBY menyesal tak bisa hadir

Siapa tak kenal dengan politisi dari Partai Demokrat yang identik dengan kalimat “Ngeri-ngeri sedap?” Sutan Bathoegana kini telah tutup usia.

Sutan Bathoegana Siregar, narapidana kasus korupsi yang juga mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, tutup usia di Rumah Sakit Bogor Medical Center, sekira pukul 08.00, Sabtu (19/11).

Pria yang sering tampil lucu tersebut menghembuskan nafas terakhir akibat serangan kanker hati sejak menjalani hukuman.

Hujan deras dan angin kencang mengiringi pemakaman Sutan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giri Tama, Bogor. Keluarga menangis histeris ketika jenazah Sutan dikebumikan.

Angin kencang bertiup dan petir menyambar, sehingga tenda di atas makam Bhatoegana roboh dan kursi-kursi ambruk.

Meski hujan deras, keluarga Sutan Bhatoegana tetap mengikuti proses pemakaman. Tampak seorang putri Sutan yang mengenakan baju serba hitam terus menangis di hadapan makam ayahnya.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ny Ani Yudhoyono, melayat ke rumah duka. SBYmengungkapkan penyesalan tak sempat menjenguk Sutan Bhatoegana saat masih dirawat di rumah sakit.

"Saya baru kembali dari Malaysia kemarin (Jumat) sore. Saya sebenarnya ingin menjenguk, tapi Allah berkata lain, almarhum telah berpulang hari ini," katanya. SBY kemudian bercerita mengenai kenangan saat bersama Sutan di Partai Demokrat.

"Saya pribadi bersahabat dengan alharhum sejak 15 tahun yang lalu. Almarhum ini pejuang sejati, jasanya dalam politik amat besar," katanya. Saat itu mata SBY tampak berkaca-kaca.

Ia juga menyebut Sutan memiliki jasa besar dalam membangun Partai Demokrat. Menurutnya, Sutan tak pernah mundur dalam menghadapi permasalahan.

"Almarhum dikenal memiliki sifat yang suka bersahabat, di kala ada permasalahan almarhum suka mencari solusi terbaik," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo memiliki kenangan terhadap Sutan Bathoegana. Menurutnya Sutan selalu membela Partai Demokrat.

"Beliau itu membela secara baik dan selalu tampil terdepan jika ada hal-hal yang dituduhkan kepada partai," kata Roy, di Jakarta, Sabtu. Roy menilai Sutan merupakan orang baik dan apa adanya.

Selain itu Sutan selalu bicara ceplas-ceplos. Termasuk kalimat khas yang sering dilontarkan Sutan yaitu ngeri-ngeri sedap.

"Kebetulan kami pernah satu periode jadi anggota dewan," kata Roy. Sutan merupakan mantan Ketua Komisi VII DPR, sedangkan Roy sempat menjadi anggota Komisi I DPR sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

"Kami juga kaget waktu diberitahu beliau sakit kanker hati. Beliau itu baik, berani, dan apa adanya," kata Roy.

Minta maaf


Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, juga mengatakan seluruh kader partainya merasa kehilangan kader terbaiknya. "Hari ini ia menghadap sang pencipta. Selamat jalan Bang Sutan," tutur Hinca

Hinca mengakui Sutan Bathoegana merupakan politisi senior Partai Demokrat yang memberikan warna tersendiri di ruang publik dan ruang politik Indonesia. Sutan tak kenal lelah berkomunikasi, berdiplomasi, dan bernegoaiasi dengan siapa saja, termasuk lawan politik.

"Atas nama Partai Demokrat, kami memohon kepada semua masyarakat, handai taulan, memaafkan semua khilaf dan salah yang pernah dilakukan almarhum," katanya.

Sutan divonis 10 tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terkait suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan Tahun 2013 untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung memperberat hukuman menjadi 12 tahun dan mencabut hak Sutan untuk dipilih sebagai pejabat publik.

Sutan juga dikenai denda Rp.500 juta, subsider 8 bulan penjara. Selain itu MA mengabulkan tuntutan jaksa untuk merampas tanah seluas 1.194,38 meter persegi di Medan, Sumatera Utara, dan sebuah mobil Toyota Alphard.