Seorang anak warga muslim Rohingnya menangis

RiauJOS.com, Bangladesh - Ratusan warga Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh, menghindari konflik di Myanmar. Operasi militer Myanmar di negara bagian Rakhine menewaskan banyak warga desa. Warga menuduh tentara Myanmar telah membunuh warga sipil dan membakar desa. Tapi, pemerintah Myanmar membantah tuduhan itu, dan berdalih bahwa warga desa menyerang tentara. Diwartakan bbc.com, kemarin Rabu, 23 November 2016.

Verifikasi informasi yang independen sulit dilakukan karena wartawan internasional dilarang memasuki wilayah Rakhine.

Sementara itu, saat ini beredar Foto-foto 'penyiksaan kaum Rohingya': yang palsu dan yang asli

Hal ini terjadi lagi dan lagi: foto-foto yang diklaim menggambarkan pembunuhan brutal etnis Rohingya beredar di media sosial, dibagikan ribuan orang, dan memancing amarah.

Juni tahun lalu, ketika ribuan orang Rohingya terdampar di pantai Aceh, foto-foto palsu yang mengganggu bermunculan tanpa diketahui awal mulanya itu tersebar.

Salah satu foto misalnya, menunjukan biksu Buddha berdiri di atas potongan tubuh manusia. Di Facebook dan di Twitter, foto ini dikaitkan dengan contoh kekejaman biksu terhadap Rohingya. Tetapi, foto itu sama sekali bukanlah tentang Myanmar: foto itu sebetulnya diambil pascagempa besar di Cina pada April 2010.

Kini, foto-foto kengerian lain bermunculan - yang tentunya tidak akan kami tampilkan di sini karena panduan editorial kami tak mengizinkan pemuatan foto dengan kekejaman dan kengerian seperti itu- seiring simpang siur pemberitaan tentang penembakan di desa Rohingya yang menewaskan puluhan orang.

Tapi apakah gambar-gambar di media sosial sepenuhnya memperlihatkan kekejaman yang dialami etnis Rohingya?

Salah satu yang banyak beredar adalah foto deretan mayat yang menghitam karena terbakar di sebuah lapangan terbuka. Dalam sebuah unggahan oleh akun Facebook dengan nama K.H. Muhammad Arifin Ilham (tampak bukan akun resmi) tertulis, "ribuan ummat Muslim Rohingya Myanmar dibakar hidup-hidup oleh tentara kafir." Unggahan itu telah dibagikan lebih dari 30.000 kali dan mendatangkan berbagai reaksi.

Riset sederhana menggunakan mesin pencari menunjukan bahwa foto tersebut tidak terkait dengan Myanmar sama sekali. Terjadi pada 2010, peristiwa dalam foto itu adalah ketika bus berisi bahan bakar terguling dan meledak di Demokratik Republik Kongo yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Lainnya ada foto yang menggambarkan seseorang melemparkan tubuh anak kecil ke dalam sebuah lubang. Dalam unggahan yang dibagikan 6.000 kali, tertulis keterangan, "Jangan tanya kebenaran gambar ini.. datang aja ke Myanmar... ke desa desa warga Rohingya... Saya gak bisa berkata kata melihat foto ini."

Faktanya, gambar itu menceritakan gempa hebat yang terjadi di Cina pada 2010 lalu. Dipotret oleh Ni Xuying dan dimuat dalam situs EPA, foto menggambarkan biksu Tibet yang melemparkan jenazah anak kecil ke dalam kuburan massal di kota Jiegu.
'Rata dengan tanah'

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi terhadap kaum minoritas di Myanmar itu?

Lebih dari 1.200 rumah diratakan dengan tanah di beberapa kampung tempat tinggal umat Islam Rohingya di Myanmar dalam enam pekan belakangan ini, kata lembaga internasional, Human Rights Watch.

Militer Myanmar yang sedang menggelar operasi di Negara Bagian Rakhine itu membantah telah menghancurkan rumah-rumah warga. Namun tak ada cara untuk memverifikasi peristiwa sebenarnya, karena wartawan tak diizinkan melibut ke negara bagian itu.

Operasi militer besar-besaran dilancarkan bulan lalu setelah sembilan aparat polisi tewas dalam serangan-serangan yang diatur di pos-pos perbatasan di Maungdaw. Beberapa pejabat pemerintah berpendapat kelompok militan Rohingya yang melakukan serangan tersebut.

Seperti diberitakan BBC, beberapa pengungsi yang kini berada di Bangladesh mengatakan bahwa rumah dan masjid mereka dibakar dan 'tentara membunuh orang-orang'.

Anda bisa membaca lebih jauh tentang latar belakang mengapa Rohingya tersisih di negaranya sendiri dalam tulisan ini: Mengapa orang-orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar?

Hindari Konflik di Myanmar, Ratusan Etnis Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Seorang anak warga muslim Rohingnya menangis

RiauJOS.com, Bangladesh - Ratusan warga Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh, menghindari konflik di Myanmar. Operasi militer Myanmar di negara bagian Rakhine menewaskan banyak warga desa. Warga menuduh tentara Myanmar telah membunuh warga sipil dan membakar desa. Tapi, pemerintah Myanmar membantah tuduhan itu, dan berdalih bahwa warga desa menyerang tentara. Diwartakan bbc.com, kemarin Rabu, 23 November 2016.

Verifikasi informasi yang independen sulit dilakukan karena wartawan internasional dilarang memasuki wilayah Rakhine.

Sementara itu, saat ini beredar Foto-foto 'penyiksaan kaum Rohingya': yang palsu dan yang asli

Hal ini terjadi lagi dan lagi: foto-foto yang diklaim menggambarkan pembunuhan brutal etnis Rohingya beredar di media sosial, dibagikan ribuan orang, dan memancing amarah.

Juni tahun lalu, ketika ribuan orang Rohingya terdampar di pantai Aceh, foto-foto palsu yang mengganggu bermunculan tanpa diketahui awal mulanya itu tersebar.

Salah satu foto misalnya, menunjukan biksu Buddha berdiri di atas potongan tubuh manusia. Di Facebook dan di Twitter, foto ini dikaitkan dengan contoh kekejaman biksu terhadap Rohingya. Tetapi, foto itu sama sekali bukanlah tentang Myanmar: foto itu sebetulnya diambil pascagempa besar di Cina pada April 2010.

Kini, foto-foto kengerian lain bermunculan - yang tentunya tidak akan kami tampilkan di sini karena panduan editorial kami tak mengizinkan pemuatan foto dengan kekejaman dan kengerian seperti itu- seiring simpang siur pemberitaan tentang penembakan di desa Rohingya yang menewaskan puluhan orang.

Tapi apakah gambar-gambar di media sosial sepenuhnya memperlihatkan kekejaman yang dialami etnis Rohingya?

Salah satu yang banyak beredar adalah foto deretan mayat yang menghitam karena terbakar di sebuah lapangan terbuka. Dalam sebuah unggahan oleh akun Facebook dengan nama K.H. Muhammad Arifin Ilham (tampak bukan akun resmi) tertulis, "ribuan ummat Muslim Rohingya Myanmar dibakar hidup-hidup oleh tentara kafir." Unggahan itu telah dibagikan lebih dari 30.000 kali dan mendatangkan berbagai reaksi.

Riset sederhana menggunakan mesin pencari menunjukan bahwa foto tersebut tidak terkait dengan Myanmar sama sekali. Terjadi pada 2010, peristiwa dalam foto itu adalah ketika bus berisi bahan bakar terguling dan meledak di Demokratik Republik Kongo yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Lainnya ada foto yang menggambarkan seseorang melemparkan tubuh anak kecil ke dalam sebuah lubang. Dalam unggahan yang dibagikan 6.000 kali, tertulis keterangan, "Jangan tanya kebenaran gambar ini.. datang aja ke Myanmar... ke desa desa warga Rohingya... Saya gak bisa berkata kata melihat foto ini."

Faktanya, gambar itu menceritakan gempa hebat yang terjadi di Cina pada 2010 lalu. Dipotret oleh Ni Xuying dan dimuat dalam situs EPA, foto menggambarkan biksu Tibet yang melemparkan jenazah anak kecil ke dalam kuburan massal di kota Jiegu.
'Rata dengan tanah'

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi terhadap kaum minoritas di Myanmar itu?

Lebih dari 1.200 rumah diratakan dengan tanah di beberapa kampung tempat tinggal umat Islam Rohingya di Myanmar dalam enam pekan belakangan ini, kata lembaga internasional, Human Rights Watch.

Militer Myanmar yang sedang menggelar operasi di Negara Bagian Rakhine itu membantah telah menghancurkan rumah-rumah warga. Namun tak ada cara untuk memverifikasi peristiwa sebenarnya, karena wartawan tak diizinkan melibut ke negara bagian itu.

Operasi militer besar-besaran dilancarkan bulan lalu setelah sembilan aparat polisi tewas dalam serangan-serangan yang diatur di pos-pos perbatasan di Maungdaw. Beberapa pejabat pemerintah berpendapat kelompok militan Rohingya yang melakukan serangan tersebut.

Seperti diberitakan BBC, beberapa pengungsi yang kini berada di Bangladesh mengatakan bahwa rumah dan masjid mereka dibakar dan 'tentara membunuh orang-orang'.

Anda bisa membaca lebih jauh tentang latar belakang mengapa Rohingya tersisih di negaranya sendiri dalam tulisan ini: Mengapa orang-orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar?