Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pada saat berbicara dengan warga Kepulauan Seribu, di video YouTube


RiauJOS.com, Jakarta - Heboh tentang video yang diupload pemprov DKI yang berisikan kegiatan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau lebih ngetren dipanggil Ahok pada saat berbicara dengan warga di kepulauan seribu, semakin memperjelas apa yang ingin disampaikan gubernur DKI tersebut, bahwa dia juga kurang pas untuk membahas tema agama, apalagi bukan agama yang dianutnya.

RiauJOS.com, Senin, 10 Oktober 2016 sibuk menelaah video yang telah diunggah ke YouTube dengan berbagai versi, ada yang dipotong-potong, ada yang diedit, kemudian dipotong-potong lagi dengan menambahkan branding masing-masing pengupload, atau yang lebih dikenal dengan sebutan YouTubers.

Kalau kita sadar, fenomena pengupload video di YouTube, adalah orang-orang yang mencari kesejahteraan dengan mengupload video, jadi semakin banyak video kontroversi, semakin banyak pula penononton, ini yang menyebabkan para penguload video sibuk untuk beramai-ramai mengkontroversikan video pemprov DKI yang berisikan kegiatan Ahok.

Apalagi membahas tema agama, pastilah para penonton di Indonesia yang mayoritas muslim sangat sensitif dengan apa yang ditontonnya, apabila mendapati judul kontroversial, tanpa ba-bi-bu pasti reaksi akan semakin tidak jelas, padahal sumber video belum ditelusuri. Apakah itu video lengkap, atau video yang sudah diedit dipotong-potong agar terkesan kontroversial.

Pada kesempatan ini, RiauJOS.com mencoba untuk mengedit video kontroversial dimaksud, dengan tujuan untuk mencermati apa yang sebenarnya ingin dikatakan Ahok. Simak.


Memang serba gak jelas, untuk mendapatkan penonton, YouTubers berusaha mengedit video dengan jalan memotong-motong, diedit pencahayaan, waktu, tujuannya satu, agar bisa di uangkan, atau dalam bahasa kerennya monetize.

Dan video diatas, bukti bahwa dengan modal sambungan internet dapat menghasilkan satu video kontroversial, meskipun tanpa upaya yang keras, namun sudah punya video untuk diakui sebagai milik, dengan sedikit edit. 

Semoga ini bisa menjadikan kita semua semakin dewasa, agar tidak terpancing dengan editan video para YouTubers, yang memang target utamanya mencari banyak-banyak penonton, dan pelanggan, karena penonton dan pelanggan adalah raja yang harus dipuaskan emosi dan matanya.

Video: Mungkin Ini yang Ingin dikatakan Ahok

Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pada saat berbicara dengan warga Kepulauan Seribu, di video YouTube


RiauJOS.com, Jakarta - Heboh tentang video yang diupload pemprov DKI yang berisikan kegiatan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau lebih ngetren dipanggil Ahok pada saat berbicara dengan warga di kepulauan seribu, semakin memperjelas apa yang ingin disampaikan gubernur DKI tersebut, bahwa dia juga kurang pas untuk membahas tema agama, apalagi bukan agama yang dianutnya.

RiauJOS.com, Senin, 10 Oktober 2016 sibuk menelaah video yang telah diunggah ke YouTube dengan berbagai versi, ada yang dipotong-potong, ada yang diedit, kemudian dipotong-potong lagi dengan menambahkan branding masing-masing pengupload, atau yang lebih dikenal dengan sebutan YouTubers.

Kalau kita sadar, fenomena pengupload video di YouTube, adalah orang-orang yang mencari kesejahteraan dengan mengupload video, jadi semakin banyak video kontroversi, semakin banyak pula penononton, ini yang menyebabkan para penguload video sibuk untuk beramai-ramai mengkontroversikan video pemprov DKI yang berisikan kegiatan Ahok.

Apalagi membahas tema agama, pastilah para penonton di Indonesia yang mayoritas muslim sangat sensitif dengan apa yang ditontonnya, apabila mendapati judul kontroversial, tanpa ba-bi-bu pasti reaksi akan semakin tidak jelas, padahal sumber video belum ditelusuri. Apakah itu video lengkap, atau video yang sudah diedit dipotong-potong agar terkesan kontroversial.

Pada kesempatan ini, RiauJOS.com mencoba untuk mengedit video kontroversial dimaksud, dengan tujuan untuk mencermati apa yang sebenarnya ingin dikatakan Ahok. Simak.


Memang serba gak jelas, untuk mendapatkan penonton, YouTubers berusaha mengedit video dengan jalan memotong-motong, diedit pencahayaan, waktu, tujuannya satu, agar bisa di uangkan, atau dalam bahasa kerennya monetize.

Dan video diatas, bukti bahwa dengan modal sambungan internet dapat menghasilkan satu video kontroversial, meskipun tanpa upaya yang keras, namun sudah punya video untuk diakui sebagai milik, dengan sedikit edit. 

Semoga ini bisa menjadikan kita semua semakin dewasa, agar tidak terpancing dengan editan video para YouTubers, yang memang target utamanya mencari banyak-banyak penonton, dan pelanggan, karena penonton dan pelanggan adalah raja yang harus dipuaskan emosi dan matanya.