Social Items

Gedung KPU Kota Pekanbaru Amblas, Pilkada Pekanbaru makin memanas
Gedung KPU Kota Pekanbaru Amblas, Pilkada Pekanbaru makin memanas

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pilkada di Provinsi Riau, terkhusus di Kota Pekanbaru mulai memanas, karena pasca penetepan bakal pasangan calon, ada satu pasangan calon tidak lolos menurut rapat pleno penetapan oleh KPU Kota Pekanbaru, ditambah lagi kepanikan tamu undangan karena gedung media center KPU Kota Pekanbaru Amblas. Berikut kabarnya, disarikan dari dua media online di Riau.

Bagi pembaca RiauJOS.com yang lagi sakit mata, atau lagi malas baca berita, bisa gunakan potensi Balabolka si Pembaca Berita. Simak di video berikut.



Puluhan Tamu Undangan Panik dan Berhamburan Keluar dari Gedung KPU Kota Pekanbaru, Ternyata Ini Penyebabnya


Rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru sempat diwarnai kehebohan dari para tamu undangan dan perwakilan dari para pasangan calon (paslon) saat mengikut rapat tersebut, Senin kemarin, diwartakan goriau.com.

Puluhan tamu undangan bahkan petugas kepolisian langsung berhamburan keluar gedung KPU Kota Pekanbaru dalam keadaan panik. Salah seorang tamu undangan mengungkapkan mendengar suara gemuruh dari dalam gedung.

"Kayaknya gedungnya mau rubuh, ada dengar suara gemuruh dan kaca retak dari dalam tadi. Saya langsung keluar saja," ujar salah seorang tamu undangan di Kantor KPU Kota Pekanbaru.

Hasil penelusuran wartawan goriau.com, ternyata, lantai di ruang media center amblas. Bahkan tampak jelas keramik di dalam ruangan tersebut retak, serta sejumlah dinding partisi dari kaca nyaris lepas dari bingkainya.

Terpisah, Sekretaris KPU Kota Pekanbaru, Zubir menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kabag Umum Pemko Pekanbaru untuk segera memperbaiki lantai ruang media center yang amblas tersebut.

"Kita sudah beri sinyal ke Kabag Umum Pemko Pekanbaru, untuk segera ditindak lanjuti. Namun, pasca peristiwa ini tidak mengganggu agenda KPU," tandasnya.


Lanjut, kabar dari riauterkini.com, kemarin senin.

KPU Diskualifikasi Destrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA)


KPU Kota Pekanbaru akhirnya tidak meloloskan atau mendiskualifikasi bakal pasangan calon (Paslon) Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA) sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru mendiskualifikasi bakal pasangan calon (Paslon) Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA) sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022.

KPU Kota Pekanbaru dalam rapat pleno terbuka tentang penetapan Paslon Walikota-Wakil Walikota pada 2017, diwartakan riauterkini.com, Senin siang kemarin, 24 Oktober 2016. Pendiskualifikasi bakal calon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP, karena bakal calon Said Usman Abdullah diputuskan tidak memenuhi syarat kesehatan.

Usai mengumumkan Paslon Walikota dan Wakil Waliko Pekanbaru, selanjutanya staf Sekretariat KPU Zubir menyampaikan 4 Paslon yang dinyatakan berhak mengikuti Pemilihan Walikota pada 15 Februari 2017 mendatang

Keempat Pasangan calon yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru, sebagai berikut:

Pertama, pasangan calon berasal dari jalur perorangan, yakni Syahril-Said Zohrin (64.382 dukungan fotocopy KTP/kartu kependudukan lain).

Kedua, Herman Nazar-Deviwarman dengan dukungan 66.298 foto copy KTP 

Ketiga, pasangan calon berasal dari gabungan partai politik (parpol), yakni Ramli Walid-Irvan Herman yang diusung koalisi Golkar-PAN-Hanura-PKB-NasDem (23 kursi) dan 

Keempat, pasangan calon petahan Firdaus-Ayat Cahyadi yang diusung koalisi Partai Demokrat-PKS-Gerindra sebanyak 13 kursi di DPRD Kota Pekanbaru.

Masih diwartakan riauterkini.com, senin kemarin. berikut kabarnya.

Penetapan Paslon Wako dan Wawako tersebut mendapat pengawalan ketat aparat keamanan


Demonstran Desak KPU Loloskan Paslon Wako Pekanbaru Ide-SUA


Puluhan massa pendukung bakal pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (Ide-SUA) kembali menggelar aksi demonstasi damai di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota, Senin kemarin.

Mereka menuntut KPU Kota Pekanbaru meloloskan pasangan Bang Ide-Said Usman Abdullah (BISA) ditetapkan sebagai salah satu Paslon peserta Pemilihan Walikota (Pilwako) yang bakal berlangsung 15 Februari 2017. Rapat pleno Paslon Wako bakal berlangsung pukul 14.00 WIB nanti.

"KPU harus independen. Jangan menjadi alat politik,'' teriak Doni Herman, Koordinator Jaringan Kedaulatan Rakyat (Jangkar), salah satu organisasi pendukung Paslon Destrayani-Said Usman saat berorasi.

Desakan yang sama juga disampaikan Eva Zarni, Srikandi BISA. Dalam orasinya Eva mengingat KPU Kota untuk tidak mencari dalih distabilitas untuk menggugurkan SUA. Padahal SUA sendiri sehat sehat saja dan sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Hingga berita ini diturunkan, aksi massa pendukung Paslon Wako Ide-SUA masih berlangsung.

Tonton juga, video penetepan paslon oleh KPU Kota Pekanbaru. Simak.



Sumber:
  • riauterkini.com
  • goriau.com

Pilkada Riau Memanas!! Gedung KPU Pekanbaru Amblas saat Pleno Penetapan Paslon

Gedung KPU Kota Pekanbaru Amblas, Pilkada Pekanbaru makin memanas
Gedung KPU Kota Pekanbaru Amblas, Pilkada Pekanbaru makin memanas

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pilkada di Provinsi Riau, terkhusus di Kota Pekanbaru mulai memanas, karena pasca penetepan bakal pasangan calon, ada satu pasangan calon tidak lolos menurut rapat pleno penetapan oleh KPU Kota Pekanbaru, ditambah lagi kepanikan tamu undangan karena gedung media center KPU Kota Pekanbaru Amblas. Berikut kabarnya, disarikan dari dua media online di Riau.

Bagi pembaca RiauJOS.com yang lagi sakit mata, atau lagi malas baca berita, bisa gunakan potensi Balabolka si Pembaca Berita. Simak di video berikut.



Puluhan Tamu Undangan Panik dan Berhamburan Keluar dari Gedung KPU Kota Pekanbaru, Ternyata Ini Penyebabnya


Rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru sempat diwarnai kehebohan dari para tamu undangan dan perwakilan dari para pasangan calon (paslon) saat mengikut rapat tersebut, Senin kemarin, diwartakan goriau.com.

Puluhan tamu undangan bahkan petugas kepolisian langsung berhamburan keluar gedung KPU Kota Pekanbaru dalam keadaan panik. Salah seorang tamu undangan mengungkapkan mendengar suara gemuruh dari dalam gedung.

"Kayaknya gedungnya mau rubuh, ada dengar suara gemuruh dan kaca retak dari dalam tadi. Saya langsung keluar saja," ujar salah seorang tamu undangan di Kantor KPU Kota Pekanbaru.

Hasil penelusuran wartawan goriau.com, ternyata, lantai di ruang media center amblas. Bahkan tampak jelas keramik di dalam ruangan tersebut retak, serta sejumlah dinding partisi dari kaca nyaris lepas dari bingkainya.

Terpisah, Sekretaris KPU Kota Pekanbaru, Zubir menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kabag Umum Pemko Pekanbaru untuk segera memperbaiki lantai ruang media center yang amblas tersebut.

"Kita sudah beri sinyal ke Kabag Umum Pemko Pekanbaru, untuk segera ditindak lanjuti. Namun, pasca peristiwa ini tidak mengganggu agenda KPU," tandasnya.


Lanjut, kabar dari riauterkini.com, kemarin senin.

KPU Diskualifikasi Destrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA)


KPU Kota Pekanbaru akhirnya tidak meloloskan atau mendiskualifikasi bakal pasangan calon (Paslon) Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA) sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru mendiskualifikasi bakal pasangan calon (Paslon) Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-SUA) sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022.

KPU Kota Pekanbaru dalam rapat pleno terbuka tentang penetapan Paslon Walikota-Wakil Walikota pada 2017, diwartakan riauterkini.com, Senin siang kemarin, 24 Oktober 2016. Pendiskualifikasi bakal calon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP, karena bakal calon Said Usman Abdullah diputuskan tidak memenuhi syarat kesehatan.

Usai mengumumkan Paslon Walikota dan Wakil Waliko Pekanbaru, selanjutanya staf Sekretariat KPU Zubir menyampaikan 4 Paslon yang dinyatakan berhak mengikuti Pemilihan Walikota pada 15 Februari 2017 mendatang

Keempat Pasangan calon yang ditetapkan KPU Kota Pekanbaru, sebagai berikut:

Pertama, pasangan calon berasal dari jalur perorangan, yakni Syahril-Said Zohrin (64.382 dukungan fotocopy KTP/kartu kependudukan lain).

Kedua, Herman Nazar-Deviwarman dengan dukungan 66.298 foto copy KTP 

Ketiga, pasangan calon berasal dari gabungan partai politik (parpol), yakni Ramli Walid-Irvan Herman yang diusung koalisi Golkar-PAN-Hanura-PKB-NasDem (23 kursi) dan 

Keempat, pasangan calon petahan Firdaus-Ayat Cahyadi yang diusung koalisi Partai Demokrat-PKS-Gerindra sebanyak 13 kursi di DPRD Kota Pekanbaru.

Masih diwartakan riauterkini.com, senin kemarin. berikut kabarnya.

Penetapan Paslon Wako dan Wawako tersebut mendapat pengawalan ketat aparat keamanan


Demonstran Desak KPU Loloskan Paslon Wako Pekanbaru Ide-SUA


Puluhan massa pendukung bakal pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (Ide-SUA) kembali menggelar aksi demonstasi damai di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota, Senin kemarin.

Mereka menuntut KPU Kota Pekanbaru meloloskan pasangan Bang Ide-Said Usman Abdullah (BISA) ditetapkan sebagai salah satu Paslon peserta Pemilihan Walikota (Pilwako) yang bakal berlangsung 15 Februari 2017. Rapat pleno Paslon Wako bakal berlangsung pukul 14.00 WIB nanti.

"KPU harus independen. Jangan menjadi alat politik,'' teriak Doni Herman, Koordinator Jaringan Kedaulatan Rakyat (Jangkar), salah satu organisasi pendukung Paslon Destrayani-Said Usman saat berorasi.

Desakan yang sama juga disampaikan Eva Zarni, Srikandi BISA. Dalam orasinya Eva mengingat KPU Kota untuk tidak mencari dalih distabilitas untuk menggugurkan SUA. Padahal SUA sendiri sehat sehat saja dan sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Hingga berita ini diturunkan, aksi massa pendukung Paslon Wako Ide-SUA masih berlangsung.

Tonton juga, video penetepan paslon oleh KPU Kota Pekanbaru. Simak.



Sumber:
  • riauterkini.com
  • goriau.com