bayi berumur delapan bulan itu dirawat di panti asuhan lokal untuk bertahan hidup.
Aidin, bayi lelaki asal Thailand yang masih hidup setelah ditikam 14 kali dan dikubur hidup-hidup oleh orangtuanya Februari 2016 lalu

RiauJOS.com, Thailand - Aidin, bayi lelaki asal Thailand yang masih hidup setelah ditikam 14 kali dan dikubur hidup-hidup oleh orangtuanya Februari 2016 lalu, kini hidup sehat. Dia diadopsi pasangan Swedia yang siap mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sebelum diadopsi pasangan Swedia, bayi berumur delapan bulan itu dirawat di panti asuhan lokal untuk bertahan hidup.

Aidin dikubur hidup-hidup di sebuah makam  berukuran delapan inci di Provinsi Khon Kaen di Thailand, hanya beberapa hari setelah dia lahir pada bulan Februari 2016.
  
Dia diselamatkan seorang penggembala ternak bernama Kachit Krongyut yang kebetulan melintas di sekitar makam. Krongyut mengaku melihat kaki kecil mencuat dari tanah di bawah pohon eucalyptus.

Penggembala itu kemudian mendengar tangisan dan menyadari bahwa itu adalah bayi yang dikubur hidup-hidup. Penggembala berusia 53 tahun ini panik dan bergegas menggali makam yang dangkal itu demi menyelamatkan nyawa Aidin.

Oleh Krongyut, Aidin dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Di tubuh bayi mungil itu ditemukan 14 luka tikaman.

Dokter di Thailand menyatakan bahwa bayi tersebut menjadi korban upaya pembunuhan. Menurut dokter, tekanan dari tanah berhasil mencegah bayi itu mengalami pendarahan yang nyaris merenggut nyawanya.

“Pada awalnya, saya pikir seseorang mengubur hewan peliharaan, tapi kemudian saya melihat kaki,” katanya. ”Saya mencoba untuk mengendalikan diri dan meminta bantuan. Bayi itu dikubur dengan wajah menghadap ke bawah,” katanya lagi.

Setelah dirawat di rumah sakit, Aidin dibawa ke sebuah panti asuhan lokal dan akhirnya diadopsi pasangan asal Swedia.

Supachai Pathimchart dari Pantai Asuhan Kaen Thong, tempat  di mana Aidin dirawat mengaku senang ada pasangan Swedia yang mengadopsi Aidin. “Semua pemeriksaan keamanan telah dilakukan untuk memastikan Aidin pergi ke rumah yang baik,” katanya.

”Kami sangat senang bahwa dia akan pergi ke sebuah rumah yang baik dan memiliki kehidupan yang nyaman. Dia selamat dari pengalaman yang sangat buruk, tapi dia memiliki banyak karakter dan dia senang dengan kehidupannya,” ujar Pathimchart, seperti dikutip Daily Mail, semalam, 10 Oktober 2016.

Bayi ditikam berkali-kali, lalu dikubur hidup-hidup kini hidup sehat

bayi berumur delapan bulan itu dirawat di panti asuhan lokal untuk bertahan hidup.
Aidin, bayi lelaki asal Thailand yang masih hidup setelah ditikam 14 kali dan dikubur hidup-hidup oleh orangtuanya Februari 2016 lalu

RiauJOS.com, Thailand - Aidin, bayi lelaki asal Thailand yang masih hidup setelah ditikam 14 kali dan dikubur hidup-hidup oleh orangtuanya Februari 2016 lalu, kini hidup sehat. Dia diadopsi pasangan Swedia yang siap mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sebelum diadopsi pasangan Swedia, bayi berumur delapan bulan itu dirawat di panti asuhan lokal untuk bertahan hidup.

Aidin dikubur hidup-hidup di sebuah makam  berukuran delapan inci di Provinsi Khon Kaen di Thailand, hanya beberapa hari setelah dia lahir pada bulan Februari 2016.
  
Dia diselamatkan seorang penggembala ternak bernama Kachit Krongyut yang kebetulan melintas di sekitar makam. Krongyut mengaku melihat kaki kecil mencuat dari tanah di bawah pohon eucalyptus.

Penggembala itu kemudian mendengar tangisan dan menyadari bahwa itu adalah bayi yang dikubur hidup-hidup. Penggembala berusia 53 tahun ini panik dan bergegas menggali makam yang dangkal itu demi menyelamatkan nyawa Aidin.

Oleh Krongyut, Aidin dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Di tubuh bayi mungil itu ditemukan 14 luka tikaman.

Dokter di Thailand menyatakan bahwa bayi tersebut menjadi korban upaya pembunuhan. Menurut dokter, tekanan dari tanah berhasil mencegah bayi itu mengalami pendarahan yang nyaris merenggut nyawanya.

“Pada awalnya, saya pikir seseorang mengubur hewan peliharaan, tapi kemudian saya melihat kaki,” katanya. ”Saya mencoba untuk mengendalikan diri dan meminta bantuan. Bayi itu dikubur dengan wajah menghadap ke bawah,” katanya lagi.

Setelah dirawat di rumah sakit, Aidin dibawa ke sebuah panti asuhan lokal dan akhirnya diadopsi pasangan asal Swedia.

Supachai Pathimchart dari Pantai Asuhan Kaen Thong, tempat  di mana Aidin dirawat mengaku senang ada pasangan Swedia yang mengadopsi Aidin. “Semua pemeriksaan keamanan telah dilakukan untuk memastikan Aidin pergi ke rumah yang baik,” katanya.

”Kami sangat senang bahwa dia akan pergi ke sebuah rumah yang baik dan memiliki kehidupan yang nyaman. Dia selamat dari pengalaman yang sangat buruk, tapi dia memiliki banyak karakter dan dia senang dengan kehidupannya,” ujar Pathimchart, seperti dikutip Daily Mail, semalam, 10 Oktober 2016.