Social Items

Puisi karya Wakil Presiden Jusuf Kall yang menurutnya dibuat pertama dan terakhir kalinya
Wakil Presiden Jusuf Kalla pada malam puncak anugrah hari puisi Indonesia 2016


RiauJOS.com, Jakarta - Puisi karya Wakil Presiden Jusuf Kall yang menurutnya dibuat pertama dan terakhir kalinya. dikutip dari republika.co.id pada 2 Oktober 2011. Simak.

'Ambonku, Ambon Kita Semua'.


400 tahun lalu dunia mencarimu. Dunia ingin hidup nyaman darimu. Karena engkau adalah sumber keharuman

Pala, fuli dan cengkeh dambaan mereka. Karena itu dari jauh mereka datang padamu

5 tahun lalu engkau terkoyang. Bangsa ini sangat tersayat dan dunia ikut tersentak

Karena deritamu derita bangsa juga. Kesulitanmu kesulitan kita semua. Ale rasa beta rasa

Hari ini engkau bangun dengan senyum simpul. Bangsa juga turut tersenyum

Kita semua lega dan berbesar hati. Kalau engkau senang kami bahagia. Ale senang beta senang

Waktunya membangunan negeri ini. Dengan semangat Pattimura yang perkasa itu

Lupakan segala pedang dan batu itu. Berikan kembali pena dan buku kepada Nyong Ambon

Petik kembali cengkeh dan pancing kembali ikan Tabu kembali tifa dan petika kembali gitar itu Nyanyikan kembali ole sio sambil bertari lenso

Dengan senyum bunyi tifa, gitar dan nyanyianmu Dunia akan lega, bangsa akan bangga

Karena sumber keharuman dan kehidupan Akan bangkit kembali dari ufuk timur Ambonku, ambon kita semua


Malam puncak Anugerah Hari Puisi Indonesia 2016, makin semarak dengan pembacaan puisi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, diwartakan goriau.com, Rabu kemarin, 12 Oktober 2016.

Sebelum membacakan puisi, Jusuf Kalla juga sempat menyerahkan penghargaan kepada pemenang sayembara. Setelah itu Jusuf Kalla pun menceritakan sejarah puisi yang menurutnya hanya satu-satunya di Indonesia dan tak pernah dibukukan.

"Sejarahnya panjang, dimana ini merupakan satu-satunya puisi yang berhasil saya ciptakan, dan kemudian saya tidak bisa mengulang kembali," sambut Wapres Jusuf Kalla yang di susul dengan tepuk riuh penonton.

Puisi berjudul " Ambonku" tersebut kata dia, merupakan hasil dari pemikiran bagaimana mengatasi persoalan konflik di Ambon pada saat itu.

"Itu mendadak saja, saya minta kertas sama pramugari, karena pada saat itu saya sedang perjalanan dari Jakarta ke Ambon," ujarnya.

Menurut Wapres, ternyata puisi-puisi terbaik di Indonesia, merupakan hasil karya anak bangsa yang lahir atau muncul berdasarkan emosi penulisnya.


'Ambonku, Ambon Kita Semua' karya Jusuf Kalla

Puisi karya Wakil Presiden Jusuf Kall yang menurutnya dibuat pertama dan terakhir kalinya
Wakil Presiden Jusuf Kalla pada malam puncak anugrah hari puisi Indonesia 2016


RiauJOS.com, Jakarta - Puisi karya Wakil Presiden Jusuf Kall yang menurutnya dibuat pertama dan terakhir kalinya. dikutip dari republika.co.id pada 2 Oktober 2011. Simak.

'Ambonku, Ambon Kita Semua'.


400 tahun lalu dunia mencarimu. Dunia ingin hidup nyaman darimu. Karena engkau adalah sumber keharuman

Pala, fuli dan cengkeh dambaan mereka. Karena itu dari jauh mereka datang padamu

5 tahun lalu engkau terkoyang. Bangsa ini sangat tersayat dan dunia ikut tersentak

Karena deritamu derita bangsa juga. Kesulitanmu kesulitan kita semua. Ale rasa beta rasa

Hari ini engkau bangun dengan senyum simpul. Bangsa juga turut tersenyum

Kita semua lega dan berbesar hati. Kalau engkau senang kami bahagia. Ale senang beta senang

Waktunya membangunan negeri ini. Dengan semangat Pattimura yang perkasa itu

Lupakan segala pedang dan batu itu. Berikan kembali pena dan buku kepada Nyong Ambon

Petik kembali cengkeh dan pancing kembali ikan Tabu kembali tifa dan petika kembali gitar itu Nyanyikan kembali ole sio sambil bertari lenso

Dengan senyum bunyi tifa, gitar dan nyanyianmu Dunia akan lega, bangsa akan bangga

Karena sumber keharuman dan kehidupan Akan bangkit kembali dari ufuk timur Ambonku, ambon kita semua


Malam puncak Anugerah Hari Puisi Indonesia 2016, makin semarak dengan pembacaan puisi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, diwartakan goriau.com, Rabu kemarin, 12 Oktober 2016.

Sebelum membacakan puisi, Jusuf Kalla juga sempat menyerahkan penghargaan kepada pemenang sayembara. Setelah itu Jusuf Kalla pun menceritakan sejarah puisi yang menurutnya hanya satu-satunya di Indonesia dan tak pernah dibukukan.

"Sejarahnya panjang, dimana ini merupakan satu-satunya puisi yang berhasil saya ciptakan, dan kemudian saya tidak bisa mengulang kembali," sambut Wapres Jusuf Kalla yang di susul dengan tepuk riuh penonton.

Puisi berjudul " Ambonku" tersebut kata dia, merupakan hasil dari pemikiran bagaimana mengatasi persoalan konflik di Ambon pada saat itu.

"Itu mendadak saja, saya minta kertas sama pramugari, karena pada saat itu saya sedang perjalanan dari Jakarta ke Ambon," ujarnya.

Menurut Wapres, ternyata puisi-puisi terbaik di Indonesia, merupakan hasil karya anak bangsa yang lahir atau muncul berdasarkan emosi penulisnya.