Social Items

ditengah riuh ramai orang-orang menyaksikan penyembelihan terlihat satu ekor sapi bersedih
Seekor Sapi tak kuasa melihat kumpulannya dibantai, dia terus mamalingkan muka untuk menghindari melihat proses penyembelihan dan pengulitan.

RiauJOS.com, Pekanbaru - Seekor sapi terlihat memalingkan muka, seolah tak tahan melihat kumpulannya disembelih dan dikuliti. Pemandangan ini, terlihat jelas oleh pantauan RiauJOS.com, Senin siang, 12 September 2016, di halaman samping kanan Masjid At-Thaiyyibah, Pekanbaru, Riau.

Para Sapi, hari ini memang tidak bisa menolak untuk melaksanakan kodratnya sebagai binatang untuk dijadikan korban pada hari raya Idul Adha tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya.

Mereka dikorbankan untuk memeratakan gizi bagi penduduk dunia, dari pemerataan daging inilah akan tumbuh generasi berdaging, punya anggota tubuh kuat dan sehat. Meski sekali setahun, daging dimeratakan, hal ini memungkinkan terjadi pertumbuhan gizi bagi warga miskin, karena hari-hari tidak dialiri daging di dapur masing-masing.

Kalaupun teraliri daging, itupun Bakso Bakar, dengan harga sekitar Rp.1000, kualitas daging terasa dibagian kulit terluar, dan sepertinya kualitas bakso bakar sekedar air rebusan tulang-tulang sapi, kalau Bakso Bakar dimakan, memang terasa dilidah seperti daging, tapi kandungan tidak ada daging.

Kembali ke Foto Sapi diatas, beberapa sapi hasil pantauan RiauJOS.com, terlihat seperti ingin menangis, bahkan beberapa nampak depresi, melihat nyawanya terengut hari ini. Mungkin para penyembelih tidak merasai hal ini, mereka nampak tersenyum puas, sudah membantai beberapa ekor dengan pisaunya masing-masing.

Sapi pada foto diatas, mirip seperti manusia, dia nampak bersedih menyaksikan teman-teman sapinya di sembelih dan dikuliti beramai-ramai oleh manusia.

Bahkan, si Sapi sempat menoleh untuk menyaksikan proses pengulitan, namun lagi-lagi, si Sapi tak tahan, dan memilih membalikan badan, dan pandangan jauh-jauh dari proses penyembelihan dan pengulitan.

Penting bagi kita manusia untuk mempelajari perilaku Sapi pada saat menyaksikan kumpulannya disembelih. Sapi pun merasakan duka mendalam jika mendapati kenyataanya kumpulannya di bantai. Namun, perilaku manusia saat ini, yang kalau kita saksikan di daerah konflik yang membantai saudaranya sendiri tanpa merasa sedih ataupun berdosa sama sekali dapat membuktikan bahwa manusia sudah bertransformasi menjadi lebih hewani daripada perkembangan hewan itu sendiri.

Hewan lebih manusiawi, sedangkan manusia semakin berperilaku hewani. Ini menegaskan bahwa bentuk manusia yang seharusnya manusiawi, tak relevan dengan perilakunya. Apabila perilaku manusia yang hewani dapat diwujudkan dalam bentuk badan, mungkin manusia sekarang akan punya bentuk badan hewan sedangkan hewan akan berwujud manusia.

Demikian fenomena perubahan saat ini, manusia lebih hewani dibandingkan hewan itu sendiri.


Sapi tak Tahan Melihat Pembantaian

ditengah riuh ramai orang-orang menyaksikan penyembelihan terlihat satu ekor sapi bersedih
Seekor Sapi tak kuasa melihat kumpulannya dibantai, dia terus mamalingkan muka untuk menghindari melihat proses penyembelihan dan pengulitan.

RiauJOS.com, Pekanbaru - Seekor sapi terlihat memalingkan muka, seolah tak tahan melihat kumpulannya disembelih dan dikuliti. Pemandangan ini, terlihat jelas oleh pantauan RiauJOS.com, Senin siang, 12 September 2016, di halaman samping kanan Masjid At-Thaiyyibah, Pekanbaru, Riau.

Para Sapi, hari ini memang tidak bisa menolak untuk melaksanakan kodratnya sebagai binatang untuk dijadikan korban pada hari raya Idul Adha tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya.

Mereka dikorbankan untuk memeratakan gizi bagi penduduk dunia, dari pemerataan daging inilah akan tumbuh generasi berdaging, punya anggota tubuh kuat dan sehat. Meski sekali setahun, daging dimeratakan, hal ini memungkinkan terjadi pertumbuhan gizi bagi warga miskin, karena hari-hari tidak dialiri daging di dapur masing-masing.

Kalaupun teraliri daging, itupun Bakso Bakar, dengan harga sekitar Rp.1000, kualitas daging terasa dibagian kulit terluar, dan sepertinya kualitas bakso bakar sekedar air rebusan tulang-tulang sapi, kalau Bakso Bakar dimakan, memang terasa dilidah seperti daging, tapi kandungan tidak ada daging.

Kembali ke Foto Sapi diatas, beberapa sapi hasil pantauan RiauJOS.com, terlihat seperti ingin menangis, bahkan beberapa nampak depresi, melihat nyawanya terengut hari ini. Mungkin para penyembelih tidak merasai hal ini, mereka nampak tersenyum puas, sudah membantai beberapa ekor dengan pisaunya masing-masing.

Sapi pada foto diatas, mirip seperti manusia, dia nampak bersedih menyaksikan teman-teman sapinya di sembelih dan dikuliti beramai-ramai oleh manusia.

Bahkan, si Sapi sempat menoleh untuk menyaksikan proses pengulitan, namun lagi-lagi, si Sapi tak tahan, dan memilih membalikan badan, dan pandangan jauh-jauh dari proses penyembelihan dan pengulitan.

Penting bagi kita manusia untuk mempelajari perilaku Sapi pada saat menyaksikan kumpulannya disembelih. Sapi pun merasakan duka mendalam jika mendapati kenyataanya kumpulannya di bantai. Namun, perilaku manusia saat ini, yang kalau kita saksikan di daerah konflik yang membantai saudaranya sendiri tanpa merasa sedih ataupun berdosa sama sekali dapat membuktikan bahwa manusia sudah bertransformasi menjadi lebih hewani daripada perkembangan hewan itu sendiri.

Hewan lebih manusiawi, sedangkan manusia semakin berperilaku hewani. Ini menegaskan bahwa bentuk manusia yang seharusnya manusiawi, tak relevan dengan perilakunya. Apabila perilaku manusia yang hewani dapat diwujudkan dalam bentuk badan, mungkin manusia sekarang akan punya bentuk badan hewan sedangkan hewan akan berwujud manusia.

Demikian fenomena perubahan saat ini, manusia lebih hewani dibandingkan hewan itu sendiri.