Dukungan Risma untuk DKI 1
Idealnya fokus berolah raga di Car Free Day, namun tak apa-apa sambil berolah raga menyatakan keinginannya mendukung Risma, Minggu, 18 Sepetember 2016 di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta

RiauJOS.com, Jakarta - Dukungan dari masyarakat untuk Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menuju DKI 1 semakin menggeliat, belasan orang meng-ada di car free day jakarta berkampanye menyatakan keinginannya agar Risma dicalonkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, Minggu, 18 September 2016 di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Idealnya kegiatan di car free day untuk berolah raga, namun saat ini masyarakat ataupun kelompok masyarakat suka sekali menggunakan kesempatan kegiatan mingguan ini untuk menyatakan keinginananya, maupun berjualan apa saja. Bahkan, banyak ditemui kegiatan sosialisasi dari pemerintah maupun perusahaan juga ada disana. Bagi yang punya hobi unik, barang antik maupun perkumpulan yang baru saja terbentuk dan berkeinginan untuk mendapatkan member baru juga ada.

Diwartakan detik.com, beberapa menit yang lalu, dengan sedikit kopiedit Tim redaksional RiauJOS.com.

Belasan orang ini beraksi di car free day car free day Jakarta. Mereka mendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) untuk menjadi Gubernur Jakarta lewat Pilgub DKI 2017.

Mereka beraksi mulai dari Bundaran Hotel Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016) 18 September 2016, sekitar pukul 09.00 WIB. Jumlah mereka sekitar 15 orang.

Mereka berjalan ke arah utara menuju Patung Kuda, sambil membawa spanduk warna merak  merah dengan foto Risma di kanan dan logo DKI Jakarta di kiri. Ada tulisan "Risma untuk Jakarta Lebih Baik" di tengahnya.

Mereka mengenakan ikat kepala tanda identitas masing-masing kelompok asal, ada yang dari Pro Risma, Projo Jakarta, hingga Risma Dahsyat.

Rata-rata usia mereka yang melakukan aksi adalah sekitar 40 tahunan. Usai selsai melakukan jalan kaki dengan balik ke arah Bundaran HI, mereka merencanakan bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Memohon kepadea kepada Ketua Umum PDIP untuk mengusung Bu Risma," kata Ketua Pro Risma, Aidil Fitri.

Mereka merencanakan akan ada perwakilan empat hingga lima orang menuju kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Tujuannya, tak lain dan tak bukan agar Megawati mau mengusung Risma ke Pilgub DKI 2017, melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mereka terdiri dari kelompok Pro Risma, Projo Jakarta, hingga Risma Dahyat.

Memang, tidak ada yang salah dengan peristiwa dukung mendukung siapa yang akan maju di Pemilihan Gubernur. Namun, apakah mereka sudah berkoordinasi dengan Risma, dan menanyakan apakah benar-benar Risma mau menuju DKI 1?

Menurut penelusuran RiauJOS.com, Risma sebenarnya tidak menghendaki untuk maju di Pilgub Jakarta, namun apabila diperintahkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, dia tidak bisa berkutik lagi, harus mengiyakan keinginan Partai. Kalaupun menolak, itupun perlu dipikirkan lebih mendalam oleh Risma dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Bukan karena popularitas semata.

Dukungan Risma Menuju DKI 1 Menggeliat di Car Free Day Jakarta

Dukungan Risma untuk DKI 1
Idealnya fokus berolah raga di Car Free Day, namun tak apa-apa sambil berolah raga menyatakan keinginannya mendukung Risma, Minggu, 18 Sepetember 2016 di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta

RiauJOS.com, Jakarta - Dukungan dari masyarakat untuk Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menuju DKI 1 semakin menggeliat, belasan orang meng-ada di car free day jakarta berkampanye menyatakan keinginannya agar Risma dicalonkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, Minggu, 18 September 2016 di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Idealnya kegiatan di car free day untuk berolah raga, namun saat ini masyarakat ataupun kelompok masyarakat suka sekali menggunakan kesempatan kegiatan mingguan ini untuk menyatakan keinginananya, maupun berjualan apa saja. Bahkan, banyak ditemui kegiatan sosialisasi dari pemerintah maupun perusahaan juga ada disana. Bagi yang punya hobi unik, barang antik maupun perkumpulan yang baru saja terbentuk dan berkeinginan untuk mendapatkan member baru juga ada.

Diwartakan detik.com, beberapa menit yang lalu, dengan sedikit kopiedit Tim redaksional RiauJOS.com.

Belasan orang ini beraksi di car free day car free day Jakarta. Mereka mendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) untuk menjadi Gubernur Jakarta lewat Pilgub DKI 2017.

Mereka beraksi mulai dari Bundaran Hotel Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016) 18 September 2016, sekitar pukul 09.00 WIB. Jumlah mereka sekitar 15 orang.

Mereka berjalan ke arah utara menuju Patung Kuda, sambil membawa spanduk warna merak  merah dengan foto Risma di kanan dan logo DKI Jakarta di kiri. Ada tulisan "Risma untuk Jakarta Lebih Baik" di tengahnya.

Mereka mengenakan ikat kepala tanda identitas masing-masing kelompok asal, ada yang dari Pro Risma, Projo Jakarta, hingga Risma Dahsyat.

Rata-rata usia mereka yang melakukan aksi adalah sekitar 40 tahunan. Usai selsai melakukan jalan kaki dengan balik ke arah Bundaran HI, mereka merencanakan bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Memohon kepadea kepada Ketua Umum PDIP untuk mengusung Bu Risma," kata Ketua Pro Risma, Aidil Fitri.

Mereka merencanakan akan ada perwakilan empat hingga lima orang menuju kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Tujuannya, tak lain dan tak bukan agar Megawati mau mengusung Risma ke Pilgub DKI 2017, melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mereka terdiri dari kelompok Pro Risma, Projo Jakarta, hingga Risma Dahyat.

Memang, tidak ada yang salah dengan peristiwa dukung mendukung siapa yang akan maju di Pemilihan Gubernur. Namun, apakah mereka sudah berkoordinasi dengan Risma, dan menanyakan apakah benar-benar Risma mau menuju DKI 1?

Menurut penelusuran RiauJOS.com, Risma sebenarnya tidak menghendaki untuk maju di Pilgub Jakarta, namun apabila diperintahkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, dia tidak bisa berkutik lagi, harus mengiyakan keinginan Partai. Kalaupun menolak, itupun perlu dipikirkan lebih mendalam oleh Risma dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Bukan karena popularitas semata.