PPS sedang sibuk memverifikasi faktual dukungan calon perseorangan, diawasi Panwas Kecamatan Sukajadi, Kamis, 1 September 2016, di Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pemilihan kepala daerah, atau biasa orang menyingkat Pilkada sudah pada tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan, khusus di Pekanbaru, karena kota dinamai Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, atau disebut Pilwako.

KPU dan jajaran sibuk mengkroscek apakah benar, masyarakat yang terdaftar sebagai pendukung pasangan calon, memang benar-benar memberikan dukungannya. Untuk membuktikan bahwa benar masyarakat memberikan dukungan, KPU dan jajaran saat ini sedang menanyai satu per satu warga, dan memeriksa apakah benar warga memberikan dukungan.

Kali ini, RiauJOS.com mencoba menelusuri aktivitas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pilwako Pekanbaru saat ini sedang sibuk memverifikasi dukungan calon perseorangan, atau yang biasa disebut dengan istilah "calon independen".

Salah seorang PPS yang berhasil ditemui menyatakan, Kesibukan PPS mengecek satu persatu warga yang menyatakan dukungan kepada paslon akan berlangsung hingga 6 September 2016 mendatang. "Saat ini kami sedang sibuk mengkroscek langsung ke warga, menanyai satu per satu, apakah warga yang namanya tercantum di daftar dukungan paslon perseorangan, benar-benar memberikan dukungan," terang PPS Kelurahan Kampung Tengah, Indra, Kamis siang, 1 September 2016, di kantor kelurahan kampung tengah.

Hasil penelusuran RiauJOS.com, saat ini marak ditemukan dukungan yang tidak valid, maksudnya ada warga masyarakat tidak mendukung salah satu calon, namun namanya tertera di syarat dukungan calon, malah ada juga satu keluarga tidak mendukung salah seorang pasangan calon, namun seluruh anggota keluarga tercantum di daftar dukungan. 

Ini sungguh lucu, dan tidak bisa membuat kita tertawa, akibatnya semangat lucu memiriskan ini membuat warga jadi merasa aneh dan dirugikan, karena memasukan nama tanpa sepengetahuan si pemilik KTP, sebagai syarat dukungan.

Dalam melakukan verifikasi, PPS didampingi Panitia Pengawas Kecamatan, dan ada juga Tim Sukses paslon yang turut hadir mendampingi PPS. Namun tidak semua Tim sukses paslon dapat hadir terus mendampingi Paslon, hanya ada beberapa.

Menurut keterangan Indra, saat ini pihaknya sedang sibuk untuk menuntaskan proses verifikasi faktual dukungan paslon perseorangan, karena jumlah yang diverifikasi ribuan, maka khusus untuk PPS Kecamatan Sukajadi, ada dibantu 8 orang untuk menuntaskan proses verifikasi ini.

Keanehan dukungan terhadap paslon, sebenarnya sudah tidak aneh, karena hal ini dulunya juga sering terjadi, dan di era Pilkada 2017, masih saja terjadi, ada dukungan "aneh" kepada paslon. Ini tidak bisa dibiarkan, dan untuk menghindari semua keanehan ini, PPS pada saat verifikasi faktual membawa selembar kertas surat pernyataan, apabila ada warga yang merasa tidak memberikan dukungan, tapi namanya ada tercantum dalam daftar dukungan, maka warga dapat mengisi surat pernyataan, bahwa dirinya tidak mendukung.

Warga saat ini sudah tidak ragu lagi, apabila namanya "dicatut" dalam syarat dukungan, mereka sudah mengambil sikap tegas, dengan cara mengisi surat pernyataan yang sudah disiapkan PPS untuk menyatakan bahwa dirinya memang tidak mendukung.

Dukungan 'Aneh' Calon Perseorangan Pilwako Pekanbaru

PPS sedang sibuk memverifikasi faktual dukungan calon perseorangan, diawasi Panwas Kecamatan Sukajadi, Kamis, 1 September 2016, di Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pemilihan kepala daerah, atau biasa orang menyingkat Pilkada sudah pada tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan, khusus di Pekanbaru, karena kota dinamai Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, atau disebut Pilwako.

KPU dan jajaran sibuk mengkroscek apakah benar, masyarakat yang terdaftar sebagai pendukung pasangan calon, memang benar-benar memberikan dukungannya. Untuk membuktikan bahwa benar masyarakat memberikan dukungan, KPU dan jajaran saat ini sedang menanyai satu per satu warga, dan memeriksa apakah benar warga memberikan dukungan.

Kali ini, RiauJOS.com mencoba menelusuri aktivitas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pilwako Pekanbaru saat ini sedang sibuk memverifikasi dukungan calon perseorangan, atau yang biasa disebut dengan istilah "calon independen".

Salah seorang PPS yang berhasil ditemui menyatakan, Kesibukan PPS mengecek satu persatu warga yang menyatakan dukungan kepada paslon akan berlangsung hingga 6 September 2016 mendatang. "Saat ini kami sedang sibuk mengkroscek langsung ke warga, menanyai satu per satu, apakah warga yang namanya tercantum di daftar dukungan paslon perseorangan, benar-benar memberikan dukungan," terang PPS Kelurahan Kampung Tengah, Indra, Kamis siang, 1 September 2016, di kantor kelurahan kampung tengah.

Hasil penelusuran RiauJOS.com, saat ini marak ditemukan dukungan yang tidak valid, maksudnya ada warga masyarakat tidak mendukung salah satu calon, namun namanya tertera di syarat dukungan calon, malah ada juga satu keluarga tidak mendukung salah seorang pasangan calon, namun seluruh anggota keluarga tercantum di daftar dukungan. 

Ini sungguh lucu, dan tidak bisa membuat kita tertawa, akibatnya semangat lucu memiriskan ini membuat warga jadi merasa aneh dan dirugikan, karena memasukan nama tanpa sepengetahuan si pemilik KTP, sebagai syarat dukungan.

Dalam melakukan verifikasi, PPS didampingi Panitia Pengawas Kecamatan, dan ada juga Tim Sukses paslon yang turut hadir mendampingi PPS. Namun tidak semua Tim sukses paslon dapat hadir terus mendampingi Paslon, hanya ada beberapa.

Menurut keterangan Indra, saat ini pihaknya sedang sibuk untuk menuntaskan proses verifikasi faktual dukungan paslon perseorangan, karena jumlah yang diverifikasi ribuan, maka khusus untuk PPS Kecamatan Sukajadi, ada dibantu 8 orang untuk menuntaskan proses verifikasi ini.

Keanehan dukungan terhadap paslon, sebenarnya sudah tidak aneh, karena hal ini dulunya juga sering terjadi, dan di era Pilkada 2017, masih saja terjadi, ada dukungan "aneh" kepada paslon. Ini tidak bisa dibiarkan, dan untuk menghindari semua keanehan ini, PPS pada saat verifikasi faktual membawa selembar kertas surat pernyataan, apabila ada warga yang merasa tidak memberikan dukungan, tapi namanya ada tercantum dalam daftar dukungan, maka warga dapat mengisi surat pernyataan, bahwa dirinya tidak mendukung.

Warga saat ini sudah tidak ragu lagi, apabila namanya "dicatut" dalam syarat dukungan, mereka sudah mengambil sikap tegas, dengan cara mengisi surat pernyataan yang sudah disiapkan PPS untuk menyatakan bahwa dirinya memang tidak mendukung.